Rabu, April 22, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Gelontorkan Bantuan UPPO dan Alsinta Rp618 Juta di Bumi Serombotan

Made Urip Gelontorkan Bantuan UPPO dan Alsinta Rp618 Juta di Bumi Serombotan

Buleleng, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., secara maraton kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Ditjen PSP Kementan) di Kabupaten Klungkung. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, membuka Bimtek yang mengangkat tema Bimtek “Pelatihan Pengolahan dan Operasional Alsintan serta Cara Menuju Pertanian Organik” di Wydham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Selasa (19/7/2022). Kedatangan Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, kembali didamping Kasubdit Perluasan dan Perlindungan Lahan, Gloria Merry Karolina Br. Ginting mewakili Ditjen PSP Kementan. Pada kesempatan itu, juga hadir Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, SH., bersama Kadis Pertanian Klungkung, Ir. Ida Bagus Gede Juanida. Bimtek dengan mendatangkan narasumber dari praktisi pertanian organik, Ketut Punia itu, diikuti 100 peserta dari PPL maupun para petani dan krama subak di Bumi Serombotan.

1th#ik-19/7/2022

Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, sebelumnya sempat”membombardir” bantuan Aspirasi Pertanian di Kabupaten Tabanan tahun 2022 senilai total Rp1,365 miliar yang kali ini, juga diserahkan di Kabupaten Klungkung senilai total sekitar Rp618 juta, berupa 1 unit UPPO Rp200 juta, 1 unit bioflok Rp200 juta, 6 unit hand traktor Rp210 juta dan 10 unit hand spayer Rp10 juta. I Nengah Bawa selaku Ketua Kelompok Tani Ternak Sari Rahayu, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Made Urip. Mereka merasa sangat bersyukur diberikan bantuan, sehingga akan berusana memajukan sektor pertanian. Apalagi sebelumnya tidak ada yang memberi bantuan, namun berkat Made Urip disarahkan bantuan UPPO. “Jadi kami sangat bersyukur sekali diberikan bantuan oleh Pak Made Urip,” bebernya. Sementara itu, Kadis Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida mewakili Bupati Klungkung mengucapkan selamat datang kepada Made Urip yang terus gencar memberikan Bimtek bagi para petani dan krama subak. Bahkan semua peserta telah diberikan bantuan Alsintan untuk meningkatkan produktitas pertanian, khususnya pertanian organik secara terpadu.

Selain itu juga didukung konsep penanganan sampah di Kabupaten Klungkung dengan produk pupuk organik. “Inilah yang mengarahkan aktifitas kita untuk pertanian organik. Karena itu kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Pak Made Urip, terutama Alsintan untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Klungkung,’ bebernya. Sementara itu, Gloria Merry Karolina Br. Ginting mewakili Ditjen PSP Kementan menyampaikan kegiatan ini menjadi agenda ketiga Bimtek, bersama Made Urip dari Tabanan dan Buleleng hingga Kabupaten Klungkung. Bimtek ini sebagai tindaklanjut dari bantuan yang diberikan Made Urip, seperti Alsitan dan UPPO. Untuk itulah Bimtek ini, juga selaras dengan para penerima kegiatan Alsitan dan penerima bantuan UPPO. Bimtek ini sangat konkrit, selain ada bantuan juga diberikan Bimtek dengan menghadirkan narasumber yang memaparkan operasional Alsitan, sehingga petani bisa bersama-sama belajar. “Kami berharap penerima bantuan UPPO kali ini bisa belajar membuat pupuk padat. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah mendukung kegiatan Bimtek ini. Ke depan juga akan dilakukan pemetaaan lahan pertanian, sehingga semuanya lahannya bisa jelas,” jelasnya.

1bl#ik-1/6/2022

Selaku anggota wakil rakyat asal Klungkung, Anak Agung Gde Anom mengaku mendampingi Made Urip untuk mengawal sektor pertanian di Klungkung. Karena itu sebagai bagian Pemkab Klungkung mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah banyak membantu para petani dan mengarahkan kembali ke sektor pertanian organik. Tidak mau berkampanye, namun memang harus bersama-sama Made Urip karena tidak bisa hanya mengandalkan APBD Klungkung untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Karena itu tidak hanya kali ini berhubungan dengan Made Urip, namun untuk seterusnya agar sektor pertanian bisa terus berlanjut. Jika tidak dikawal tidak mungkin akan ada bantuan seperti ini. Apalagi di Klungkung sedikit pemilihnya, sehingga secara politik tidak menguntungkan. “Tapi karena ada Pak Made Urip, makanya ada bantuan seperti ini. Jadi agar bisa terus berlanjut harus bersama Pak Made Urip. Jadi kami ucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip, karena telah memberikan bantuan dan Bimtek secara khusus di Klungkung,” pungkasnya.

Di sisi lain, Made Urip mengakui Bimtek bekerja sama dengan Kementan untuk meningkatkan kapasitas dan membentuk SDM pertanian yang berkualitas dengan Komisi IV DPR RI yang khusus mengurus perut rakyat. Sektor pertanian menjadi perhatian yang sangat besar oleh pemerintah, karena selama dua setengah tahun yang bertahan selama pandemi Covid-19. Sektor pertanian yang bisa tumbuh mengurangi dampak pandemi Covid-19, sehingga menjadi pelajaran agar tidak bisa lagi hanya mengandalkan sektor pariwisata. Karena itu, sesuai arahan Gubernur Bali, Wayan Koster telah melakukan redesign yang menjadikan sektor pertanian menjadi prioritas dengan melakukan langkah konkrit. Sayangnya belum ada anggaran yang cukup untuk peningkatkan produktifitas pertanian, sehingga semua peserta Bimtek agar ikut membantu memperkuat sektor pertanian sebagai sektor primer yang semakin kuat dan tangguh. Terutama petani yang ada di desa agar menjadi penyangga ketahanan dan kedaulatan pangan.

1bl#ik-21/7/2021

Untuk itulah, Bimtek ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kualitas hara tanah dengan meningkatkan kualitas pupuk organik, sehingga para kelompok tani diberikan bantuan UPPO, termasuk bantuan 15 ekor bibit sapi betina produktif. M-U akan berusaha menjembatani para petani di Klungkung, karena potensinya bagus dengan lahan subur, sehingga perlu dicarikan bantuan dan program dari pusat. “Karena dulu Klungkung warnanya beda, sehingga sangat sulit membawa bantuan. Tapi sekarang kan warnanya sama, sehingga saya akan terus membantu petani di Klungkung, agar bisa meningkatkan ketahanan pangan di Bali. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img