Ekonomi dan Bisnis

Bank BPD Bali Launching Uang Digital, Warga Bali Wajib Belanja dengan BaliPay


Badung, PancarPOS | PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) menampilkan berbagai terobosan dan inovasi untuk membantu percepatan perluasan digitalisasi daerah, saat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di The Westin Resort Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung pada Selasa (12/7/2022). Sebagai bank kebanggaan masyarakat daerah Bali, momen dan kesempatan tersebut digunakan secara resmi melaunching dan memperkenalkan fitur aplikasi uang elektronik untuk pembayaran non tunai.

1th#ik-2/6/2022

Belum lama ini, Bank BPD Bali sudah mendapat ijin resmi penggunaan uang elektronik e-money, yakni BaliPay guna mendukung transaksi non tunai. Seperti dikatakan Direktur Utama Bank BPD Bali yang diwaliki I Nyoman Sumanaya, SE., MM., selaku Direktur Bisnis Non Kredit (BNK) Bank BPD Bali mengungkapkan BaliPay ini bisa digunakan di tempat-tempat umum, pembayaran pajak sampai transaksi untuk donasi dan yang lainnya. “Pembayaran non tunai dalam bentuk QRIS ini sangat mudah digunakan,” katanya.

Karena itu, BaliPay langsung memberikan promo top up perdana dengan uang elektronik Rp50 ribu secara gratis melalui ajang FEKDI yang menjadi festival keuangan ekonomi digital yang paling bergensi di Indonesia. Festival yang diadakan oleh BI serangkaian G20 ini, juga dihadiri para menteri yang membawahi perekonomian. Di ajang tersebut Booth Bank BPD Bali menjadi showcase Percepatan Perluasan Digital Daerah untuk menerima pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui QRIS Dinamis.

1bl#ik-1/6/2022

Selain itu, juga ditampilkan sistem elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sesuai dengan Program Kerja Digitalisasi Daerah TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah). Hal itu searah dengan kebijakan Pemprov Bali, sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Gubernur Bali No 3355/2020, tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang di dalamnya termasuk perihal transaksi non tunai, sehingga warga Bali wajib belanja dengan BaliPay.

“Serangkaian kegiatan FEKDI ini, karena diadakan di Bali kita juga memajang booth terkait percepatan perluasan digital daerah dan TP2DD baik provinsi dan kabupaten/kota. Inilah showcase transaksi digital Bank BPD Bali, terutama pajak dan retribusi termasuk e-ticketing dan launching uang elektronik BaliPay yang baru seminggu diberikan ijinnya,” katanya, seraya mengatakan ke depan aplikasi uang elektronik ini akan digunakan untuk fasilitas pembayaran non tunai bantuan sosial (Bansos) masyarakat yang bisa langsung ditransfer lewat BaliPay dan bisa juga digunakan untuk pembayaran transaksi yang memakai QRIS.

1bl#ik-21/7/2021

“Ini menjadi ajang pengenalan BaliPay. Festival kali ini juga ada talk show tentang Bali Pay,” pungkasnya. Di tempat yang sama, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., MM., menambahkan, FEKDI menjadi kesempatan Bank BPD Bali berkolaborasi bersama BI sebagai bank daerah menampilkan showcase untuk solusi digitalisasi membangun ekosistem yang disiapkan Bank BPD Bali bagi Pemprov Bali dan kabupaten/kota.

“Digitalisasi ini menjadi keharusan yang sebelumnya dibranding, seperti fitur pembayaran pajak melalui QRIS yang dibawakan dalam TP2DD bersama pemerintah daerah di Bali,” bebernya, seraya menyambut baik kegiatan yang pertama kalinya BI mengadakan di luar daerah dan dilaksanakan di Bali. Bank BPD Bali menampilkan smart kios dan sistem yang disiapkan untuk pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital Bank BPD Bali.

1th#bn-20/2/2022

Salah satunya, BaliPay yang melengkapi alat pembayaran transaksi digital, selain GPN dan QRIS menjadi kesempatan bank daerah bisa tumbuh dan berkembang dengan ekosistem pembayaran elektronik, selain internet banking dan mobile banking. “Kita menyasar ke depan pembayaran untuk Wisman ke Bali, agar bisa menjadi tuan rumah melalui BaliPay Bank BPD Bali. Mereka tidak perlu lagi uang cash, karena cukup melalui top up uang elektronik BaliPay ke depan,” tandasnya.

BaliPay menjadi fitur aplikasi dompet digital Bank BPD Bali yang dihadirkan untuk membantu kebutuhan finansial bagi masyarakat Bali. Dengan BaliPay, masyarakat tidak saja bisa meminjam dana, melainkan juga dapat menyimpan sekaligus berinvestasi. Dengan layanan BaliPay, masyarakat yang belum begitu mengenal perbankan dapat melakukan transaksi keuangan lebih mudah. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button