Politik dan Sosial Budaya

Kunker Made Urip, Bagikan 1.000 Sembako Nelayan Terdampak Pandemi Covid-19


Badung, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) dalam rangka Bulan Bakti Nelayan di Kabupaten Badung yang digelar di Bale Nelayan Kelompok Nelayan Samudra Jaya III, Pantai Jerman, Kuta, Badung, Minggu (31/10/2021). Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga membagikan bantuan 1.000 paket Sembako berupa beras kepala anggota kelompok nelayan yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, bersama Direktur Perizinan dan Kenelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Dr. Ridwan Mulyana, beserta Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos., kepada para anggota kelompok nelayan yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Badung dengan 500 paket, Tananan dialokasikan 300 paket dan sisanya Buleleng sebanyak 200 paket. Pada kesempatan itu, juga hadir Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, S.Sos., Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, SH., Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, SH., beserta Anggota DPRD Badung Wayan Edy Sanjaya dan Gede Sri Mediastuti, Kadis Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta beserta Unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Kuta, dan undangan yang lainnya.

1bl#ik-21/8/2021.

Sebagai salah satu penerima bantuan, Ketua Kelompok Mina Segara Kuta, I Wayan Pagi menyatakan seluruh nelayan di Pantai Kuta mengucapkan terimakasih kepada Made Urip bersama Bupati Giri Prasta yang sangat mengapresiasi keberadaan nelayan. “Bantuan yang selama ini diberikan oleh Pak Made Urip telah dibuktikan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pantai Kuta,” bebernya. Di sisi lain, Bupati Giri Prasta menyampaikan kepada Made Urip yang telah menjabat lima periode di Komisi IV DPR RI mengakui di Kabupaten Badung sudah siap dengan BBI (Balai Benih Ikan) yang ada di Desa Baha Kecamatan Mengwi yang memiliki luas 3 hektar yang memproduksi benih ikan seperti nila, lele, maupun ikan mas. Di sana nanti ada Edu Mina Wisata yang meliputi pendidikan perikanan, museum ikan, pembenihan ikan, pembesaran dan kuliner ikan yang bertujuan untuk meningkatkan sektor perikanan di Kabupaten Badung. “Semestinya kita sudah bergerak di tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19 maka program ini akan dilanjutkan di tahun yang akan datang,” ujar bupati asal Petang, Badung ini, seraya menambahkan berkenaan dengan nelayan, secara ekonomi terkontraksi, termasuk di semua lini. Bahkan ada beberapa nelayan yang sekarang ini dulunya adalah bekerja di hotel, restoran dan kafe, namun karena pandemi ini mereka menjadi nelayan.

1bl-bn#7/1/2020

“Prinsip kami di Kabupaten Badung, nelayan ini tidak ada lagi pikiran mencari ikan, tetapi menangkap ikan, kalau mencari ikan nanti wara wiri di laut lama waktu habis disitu, dan kalau menangkap ikan kita cukup datang ke satu titik, kita tangkap lalu kita balik, ini tentunya lebih efisien dan lebih menghasilkan,” katanya. Terkait dengan efisiensi, dijelaskan bahwa Kabupaten Badung mendapat nominasi 5 besar di tingkat nasional berkenaan dengan program Aplikasi Fish Go yang dikenal di Badung adalah Jok Be dan berguna dalam rangka pencarian titik lokasi ikan di laut. “Ini sudah diterapkan di beberapa kelompok nelayan, kalau dulu nelayan mencari ikan tetapi sekarang dengan adanya aplikasi Fish Go mereka bisa langsung menangkap ikan dilaut,” imbuhnya. Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini, juga mengakui Made Urip selalu memberi atensi untuk pembangunan di Kabupaten Badung terutama di sektor pertanian dan kelautan termasuk potensi perikanan air tawar. Bahkan akan membuat balai benih ikan di Desa Baha, Mengwi yang direncanakan di tahun 2022 mendatang, karena anggarannya terganjal oleh pandemi Covid-19. Produksi ikan tangkap di Kabupaten Badung sekitar 7.311 ton per tahun yang disebar ke Pasar Ikan Kedongan termasuk di Kuta. “Cita-cita kami bisa budidaya di tengah laut yang semua dananya dari APBD Badung. Kami akan berkoordinasi dengan KKP nantinya agar bisa difasilitasi dan dana kami siap untuk itu. Saya juga laporkan kepada Bapak Made Urip untuk di kawasan Badung selatan sudah digelar Festival Bahari dengan melibatkan semua komponen termasuk menikmati kulinernya,” paparnya.

1bl#ik-5/3/2021

Sementara itu, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Ridwan Mulyana mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang selalu mengawal program KKP, khususnya Ditjen Perikanan Tangkap. Dikatakan, Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, komitmennya sangat kuat untuk memajukan sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap. Bahkan, tanpa kerja keras dan dukungan Made Urip tidak akan bisa membantu sektor perikanan menjadi lebih maju dengan merumuskan langkah kerja ke depan, selain mendengarkan aspirasi para nelayan termasuk di Bali. Aspirasi ini akan menjadi catatan di KKP untuk menentukan langkah selanjutnya, agar bisa melaju lebih pesat untuk meningkatkan pendapatan negara di luar pajak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan jika bisa digarap dengan optimal. Karena selama ini pendapatan negara di sektor ini masih kecil. Padahal potensi perikanan tangkap sangat besar sebagai upaya untuk meningkatkan kesejaheraan nelayan yang menjadi pelaku utama yang disasar dalam program Bulan Bakti Nelayan, di luar program asuransi nelayan maupun bantuan permodalan nelayan, termasuk menjadikan Kampung Nelayan untuk meningkatkan penghasilan nelayan agar lebih sejahtera saat pandemi Covid-19. “Itulah berbagai upaya kebijakan dan langkah dilakukan pemerintah untuk menghadapi masa sulit ini, guna memerangi wabah pandemi, agar nelayan juga tetap bisa melaut untuk menggerakan roda perekonomian tetap optimal,” tutupnya.

1bl#ik-21/7/2021

Di sela-sela Kunker tersebut, Made Urip mengatakan kegiatan ini adalah program yang dipadukan kerjasama KKP dengan Komisi IV DPR RI yang khusus membidangi pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan dan bermitra dengan Bulog. “Jadi persoalan dengan perut rakyat itu adalah di Komisi IV DPR RI, termasuk pemenuhan kebutuhan ikan itu adalah Komisi IV DPR RI,” ujarnya. Dikatakan, seperti yang disampaikan Bupati Giri Prasta bahwa potensi perikanan yang ada di Badung ini sangat luar biasa, bentangan lautnya sangat luas, dan konsep pembangunan di Badung juga sudah disampaikan dengan konsep Nyegara Gunung. Kalau di Badung utara adalah pembangunan agro dalam arti luas, pertaniannya di daerah Abiansemal, Mengwi, Petang itu adalah daerahnya yang fasis kekuatan pangan. Sedangkan di Badung selatan adalah konsep pembangunan tourism pariwisata, jika seandainya Covid-19 ini tidak ada, makan sangat diyakini lompatan pertumbuhan ekonomi Badung ini luar biasa. “Tentu kita berdoa dan berharap mari berjuang bersama- sama mudah- mudahan Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga pertumbuhan ekonomi kita terutama di Bali ini pelan- pelan bisa naik lagi,” tandas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, seraya memberi ucapan terima kasih atas kehadiran para nelayan dalam rangka Bulan Bakti Nelayan untuk menggerakan potensi perikanan yang kali ini menyasar potensi pesisir di Kabupaten Badung. Karena itu, sebagai pengawal perut rakyat di Bali, Made Urip akan terus membantu program yang berkaitan dengan Komisi IV DPR RI, seperti potensi kelautan dan perikanan yang bisa dikelola dengan baik. “Maka itu mari kita jaga potensi kelautan dan perikanan kita. Seperti dengan terus menjaga terumbu karang dan mencegah ilegal fising, sehingga bisa menegakan kedaulatan laut kita. Karena itu apa yang dibutuhkan nelayan kita akan carikan dari akses dari APBN, karena sumber pendapatan negara masih ada dan tetap surplus sampai saat ini. Saya akan berusaha membantu nelayan khususnya di Badung, karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Badung yang telah mengembangkan potensi perikanan, baik untuk perikanan air tawar dan air laut,” tutup M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button