Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalBesakih Tanpa Sampah Plastik, Gubernur Koster Tegaskan Disiplin Total Demi Kesucian IBTK...

Besakih Tanpa Sampah Plastik, Gubernur Koster Tegaskan Disiplin Total Demi Kesucian IBTK 2026

Karangasem, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali mempertegas langkah serius menjaga kesucian Pura Agung Besakih menjelang puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026 dengan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap sampah plastik sekali pakai.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dalam rapat persiapan akhir yang digelar di Gedung Wyata Graha, kawasan Besakih, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026). Rapat ini melibatkan unsur strategis mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pengelola kawasan suci.

Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan parahyangan wajib steril dari plastik. Tidak ada kompromi terhadap penggunaan tas kresek, botol plastik, maupun gelas sekali pakai.

“Yang ke parahyangan itu semuanya non plastik. Tidak boleh ada tas kresek, botol plastik, gelas plastik. Semua harus bersih, ini soal kesucian,” tegasnya.

Kebijakan ini tidak berhenti pada imbauan. Pemeriksaan ketat akan dilakukan kepada seluruh pemedek yang memasuki kawasan. Mereka yang masih membawa plastik sekali pakai tidak akan diizinkan masuk sebelum menggantinya dengan bahan ramah lingkungan.

Selain itu, konsep disiplin “bawa masuk – bawa pulang” diberlakukan tanpa pengecualian. Setiap pemedek diwajibkan membawa kembali seluruh barang yang dibawa, tanpa meninggalkan sampah sedikit pun di kawasan suci.

“Apa yang dibawa masuk harus dibawa pulang. Jangan buang di jalan, jangan di kawasan suci. Ini harus terus diumumkan agar semua masyarakat tahu,” ujar Koster.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, panitia IBTK 2026 menyiapkan langkah masif, mulai dari pemasangan sekitar 200 spanduk imbauan kebersihan, edukasi langsung di lapangan, pengumuman berulang melalui pengeras suara, hingga kampanye digital di media sosial.

Pengawasan juga diperketat melalui penempatan petugas di titik-titik rawan, pemantauan CCTV, serta penindakan langsung bagi pelanggar. Area yang menjadi fokus pengawasan antara lain parkir Kedundung, kawasan pedagang Bencingah, jalur pergerakan pemedek, hingga titik-titik istirahat yang rawan menjadi lokasi penumpukan sampah.

Tidak hanya soal sampah, perhatian juga diarahkan pada aspek kesehatan dan keamanan pangan. Panitia bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan edukasi kepada pedagang, pengambilan sampel makanan, serta pemeriksaan rutin setiap hari selama pelaksanaan karya.

Koster menegaskan, tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kalau masih bandel, kita tutup dan blacklist. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Upaya menjaga kesucian Besakih ini juga melibatkan gerakan kolektif berbagai elemen masyarakat. Sekolah dari tingkat SD hingga SMA, komunitas relawan, pedagang, hingga desa adat di sekitar kawasan dilibatkan secara aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.

Di tengah potensi membludaknya ribuan pemedek selama 21 hari pelaksanaan IBTK, pesan Gubernur Bali menjadi penegasan moral sekaligus ajakan bersama.

“Ini bukan hanya soal acara besar, ini tentang menjaga kesucian Pura Agung Besakih. Kalau kita disiplin, Besakih tetap suci dan bersih,” pungkasnya. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments