Politik dan Sosial Budaya

Kawasan Hijau di Bali Hanya 23,5 Persen, Made Urip Genjot Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelompok Hutan Sosial


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.,Si., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelompok Hutan Sosial di Bloom Garden, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Senin (29/11/2021). Di samping itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, juga sempat meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Organik yang dikelola oleh PT Ulun Danu Beratan Lestari di sekitar kawasan Bukit Pohen, Desa Candi Kuning. Sosialisasi kali ini, diiikuti dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang dihadiri oleh para perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Pohen Desa Candi Kuning, KTH Tumpang Sari Desa Belimbing, dan KTH Poh Santen Desa Candi Kuning. Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, bersama Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Ojom Sumantri, S.Hut., M.Sc., didampingi Kepala Dinas LHK Provinsi Bali, Hesti Sagiri, S.Hst dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan Ir. I Wayan Kotio yang dihadiri Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Suta, S.Sos. bersama Dirut PT Ulun Danu Beratan Lestari sebagai pengelola DTW Danu Beratan dan Bloom Garden I Wayan Mustika, SE., Kepala KLH Tabanan, Camat Baturiti, serta Kepala Desa Candi Kuning.

1bl#ik-8/11/2021

Sosialisasi yang digenjot oleh Made Urip yang kini juga menjabat Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, bekerjasama dengan BPSKL Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menjaga kelestarian hutan. Seperti diungkapkan Ketua KTH Bukit Pohen, I Wayan Ada mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang difasilitasi Made Urip selama ini, termasuk memberikan sosialisasi berkaitan dengan peningkatan kapasitas bagi kelompok perhutanan sosial, khususnya di Tabanan. Pihaknya juga berharap bisa membuka wisata Bukit Pohen untuk memperkenalkan hutan di kawasan Candi Kuning yang dulunya sangat gersang. Namun sekarang berkat dukungan dan perjuangan Made Urip bersama pihak terkait sudah ditata dengan baik sebagai kawasan wisata. “Saya harap Pak Made Urip bisa datang langsung nanti meresmikan TPA dan wisata Bukit Pohen. Ke depannya, kami juga minta Pak Suta juga ikut memfasilitasi terutama mengelola sampah di Bukit Pohen,” bebernya. Di sisi lain, mewakili Bupati Tabanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan Wayan Kotia menyampaikan apresiasi kepada Made Urip bersama BPSKL Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara yang telah mengadakan sosialisasi yang dirasakan sangat tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki Tabanan. Dikatakan, kegiatan ini telah memperhatikan potensi dan kelestarian hutan untuk menjaga ekosistem alam yang sesuai dengan konsep Sat Kerthi, yakni wana kerthi sebagai upaya penyeimbangan kondisi alam yang wajib dijaga bersama. Karena itu Pemkab Tabanan mendukung dengan semangat kebersamaan ini untuk menjaga kelestarian alam dan hutan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

1bl#ik-4/11/2021

“Saya mohon seluruh peserta bisa menyimak dengan baik, agar bisa diimplementasikan di wilayah masing-masing untuk menjaga kelestarian hutan,” paparnya. Sementara itu, Kepala Dinas LHK Provinsi Bali, Hesti Sagiri menyembutkan kawasan hutan di Bali yang bisa dikelola masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan sejumlah 109 titik yang diserahkan pengelolaan kepada masyarakat. Saat ini telah dirampungkan seluruh perencanaan, sehingga kawasan hutan bisa memiliki produk unggulan, namun tetap sebagai kawasan konservasi agar fungsi hutan lindung tetap menjadi utama. Diharapkan sesuai konsep wana kerthi semua kawasan hutan bisa ditata dan dikelola dengan baik. Apalagi ada berbagai program dan bantuan yang diperjuangan Made Urip yang selalu konsisten menjaga manajemen pertanian di Bali. “Sektor kehutanan ini harus terus dijaga, baik dari sisi ekonomi dan sosialnya. Kami titip pesan ini kepada Bapak Made Urip, agar masyarakat bisa terus menggerakan fungsi hutan di sekitarnya,” imbuhnya. Kepala BPSKL Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Ojom Sumantri menegaskan sosialisasi ini sangat penting untuk mengetahui perhutanan sosial, sekaligus menindaklanti program nasional yang bisa memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat. Diharapkan peserta mengisi program nasional ini dengan sebaik-baiknya, karena juga diberikan arahan kebijakan terkait perhutanan sosial oleh Made Urip di bawah Komisi IV DPR RI. “Jadi kepada peserta agar sosialisasi ini bisa diikuti dengan baik dan lancar untuk menjalankan program nasional, terutama terkait perhutanan sosial,” paparnya.

1bl#ik-7/11/2021

Saat berdialog dan bertatap muka, Made Urip mengakui sengaja mengadakan sosialisasi terkait perhutanan sosial yang harus digenjot secara terus menerus untuk memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena fungsi hutan menjadi sumber daya air yang memberikan kehidupan, sehingga jangan sampai hutan kritis dan menjadi penyebab bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Diharapkan di Bali tidak mengalami seperti itu, sehingga komitmen menjaga hutan harus dilakukan secara terus menerus, seperti melalui sosialisasi ini untuk menambah wawasan bagaimana menjaga dan mengelola hutan dengan baik untuk memberi kesejahteran kepada petani dan masyarakat. Misalnya di Bloom Garden ini telah bekerjasama dengan kelompok tani lebah madu yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga hutan tetap lestari. “Saya berharap agar sosialisasi ini disimak dan dipahami dengan baik, sehingga bisa bermanfaat untuk menambah wawasan guna menjaga lahan hutan kita,” tandas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional ini, seraya menyambut baik kebijakan KLHK tentang rehabilitasi hutan dan gerakan menanam, sekaligus mengelola perhutanan sosial yang memberi manfaat bagi petani di sekitar kawasan hutan. Karena disadari selama ini, semakin banyak kelompok tani hutan yang bisa memanfaatkan hutan di sekitarnya, sehingga akan terus memberikan dukungan dan dorongan untuk menjaga kelestarian hutan di Bali.

1bl#bn-10/11/2021

Apalagi dalam UU Cipta Kerja telah menghapus kewajibkan daerah untuk mempertahankan kawasan hijau minimal 30 persen dari wilayahnya yang sangat dikhawatirkan akan mempercepat alih fungsi lahan dan hutan, sehingga harus segera direvisi kembali. “Kebijakan itu akan mencepat alih fungsi lahan dan hutan. Sekarang saja bandara di Buleleng tidak jelas, apakah di barat apa timur? Karena akan tergerus lahan hutan kita beralih fungsi. Padahal negara lain menunut agar Indonesia terus menjaga hutan, karena ancaman terjadinya perubahan iklim secara besar-besaran yang sangat mengkhawartikan. Bali saja kawasan hutannya hanya 23,5 persen, jadi bagaimana caranya bisa mewujudkan minimal 30 persen untuk lahan hijau? Makanya sekarang harus terus melakukan penghijauan dan membuat taman kota, agar lingkungan tetap lestari di Bali,” tegas politisi senior asa Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan tersebut, sekaligus mengakhiri kegiatan membuka sosialisasi dengan meresmikan tempat pengelolaan sampah organik milik PT Ulun Danu Beratan Lestari. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close