Hukum dan Kriminal

BCW Usut Aliran Dana Korupsi Kasus “Bupati Masker”


Karangasem, PancarPOS | Langkah Kejaksaan Negeri Karangasem yang sudah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Kabupaten Karangasem mendapat dukungan dan apresiasi dari Ketua Bali Corruption Watch, Putu Wirata Dwikora. Namun, agar kasus ini tidak menjadi tanda tanya publik tentang kaitan kasusnya dengan Bupati Karangasem, Mas Sumantri yang disebut “Bupati Masker” yang memerintahkan pengadaan masker tersebut. Kualitas perintah Mas Sumantri tersebut harus didalami agar menjadi terang benderang. Tersangka I Gede Basma, mantan Kadis Sosial Karangasem yang menyebut dirinya mendapat perintah Bupati Mas Sumantri, mesti membeberkan secara lengkap, apakah ada informasi lain selain perintah bupati Karangasem tersebut.

1bl#ik-8/11/2021

Diantara pertanyaan itu, imbuh Putu Wirata Dwikora, karena kualitas masker yang diadakan tidak sesuai dengan standar yang Kementerian Kesehatan, dan diduga mencaplok kerugian negara sekitar Rp 2 miliar lebih, kemana saja uang yang diduga dikorupsi itu mengalir? BCW mendesak Gede Basma membuka kemana saja dana yang menurut perhitungan penyidik Kejari berjumlah Rp 2 miliar lebih itu mengalir? ‘’Adalah wajar masyarakat bertanya, apakah hanya 7 orang itu yang diduga menjadi pelaku tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan masker Karangasem tersebut? Bagaimana peran Bupati Mas Sumantri, apakah cuma memerintahkan pengadaannya, atau masih ada informasi lain yang belum diungkap?’’ tanya Putu Wirata.

1bl#bn-07/11/2021

Karena penyidik sudah memeriksa 60 orang saksi, maka tersangka Gede Basma dan tersangka lainnya, mesti membeberkan secara gamblang kemana saja dana yang dikorupsi itu mengalir. Seperti diketahui, selain menetapkan mantan Kadis Sosial I Gede Basma sebagai tersangka, penyidik juga menetapkan Gede Sumartana (PPTK), Wayan Budiarta dan  Nyoman Rumia (Tim Teknis), Ketut Sutama Adikusma, Ni Ketut Suartini dan I Gede  Putra Yasa (Tim Pemeriksa Barang).  Mereka dinilai sama-sama terlibat dalam pengadaan masker scuba senilai Rp 2,9 miliar  tahun 2020. Versi penyidik kerugian yang dimunculkan  dari pengadaan masker itu diperakan mencapai Rp2 miliar lebih. ora/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close