Razia Gabungan Samsat Badung Tuai Pujian, Wajib Pajak: “Enak Sekali, Bisa Bayar Pajak Langsung di Tempat!”

Badung, PancarPOS | Suasana Pasar Buduk, Rabu pagi (29/10/2025), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di tengah kesibukan warga yang hilir mudik berbelanja, beberapa petugas berseragam tampak berjaga di jalan utama. Satu per satu kendaraan diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan dokumen kendaraan. Namun, alih-alih menimbulkan ketegangan seperti razia pada umumnya, kegiatan yang digelar UPTD Samsat Badung bersama Polres Badung, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP ini justru memunculkan suasana yang hangat dan penuh apresiasi dari warga.
Pasalnya, dalam kegiatan razia kali ini, petugas menghadirkan inovasi layanan Samsat Kerthi langsung di lokasi. Artinya, bagi warga yang terjaring dan ternyata memiliki tunggakan pajak, tak perlu panik atau terburu-buru mencari alasan. Mereka cukup mendatangi tenda pelayanan yang telah disiapkan di sisi jalan dan bisa langsung melunasi pajak kendaraan bermotor hanya dalam hitungan menit.

Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., yang akrab disapa Jero Gede Pacung, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat. “Kami ingin merubah cara pandang warga. Razia bukan untuk menakut-nakuti, tapi justru menjadi momentum untuk mengedukasi dan membantu masyarakat menunaikan kewajibannya. Dengan Samsat Kerthi, semuanya bisa dilakukan di tempat, cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan,” ujar Jero Gede Pacung saat memantau jalannya kegiatan.
Menurutnya, layanan Samsat Kerthi ini adalah wujud nyata dari semangat reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali. Dengan sistem yang terintegrasi, warga dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan, pencetakan STNK, hingga mendapatkan informasi pajak dengan mudah. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pelayanan pemerintah kini semakin dekat. Tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor Samsat di Mengwi, cukup di lokasi seperti ini pun sudah bisa selesai,” tegasnya.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya direspons positif, tetapi juga disambut dengan rasa syukur oleh para wajib pajak. Salah satunya, I Wayan Artana, warga asal Desa Buduk, yang awalnya mengira akan mendapat sanksi karena terlambat membayar pajak. Dengan wajah sumringah, ia menunjukkan bukti pembayaran pajak kendaraannya yang baru saja dilunasi di lokasi. “Tadi sempat kaget juga pas diberhentikan, tapi ternyata bisa langsung bayar di sini. Cepat, pelayanannya ramah, dan nggak ribet. Enak sekali, bisa bayar pajak langsung di tempat. Saya justru senang,” tuturnya sambil tersenyum lebar.
Hal serupa juga dirasakan Ni Luh Sriani, pedagang di Pasar Buduk yang menyaksikan langsung jalannya razia edukatif ini. Ia mengaku awalnya khawatir jika kegiatan tersebut akan membuat kemacetan, namun ternyata justru sebaliknya. “Saya kira bakal ribet, tapi ternyata malah bagus. Warga jadi sadar pajak, dan petugasnya juga sopan-sopan. Kalau semua pelayanan pemerintah seperti ini, masyarakat pasti nurut,” ujarnya.

Tak hanya warga sekitar, sejumlah pengemudi ojek online dan pedagang keliling yang melintas pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengecek status pajak kendaraannya. Mereka menyebut, kehadiran Samsat Kerthi di lokasi razia sangat membantu, terutama bagi yang sibuk dan sulit meluangkan waktu untuk datang ke kantor.
Jero Gede Pacung menegaskan bahwa kegiatan razia terpadu ini akan terus dilakukan di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Badung, baik di pasar tradisional, area perkantoran, maupun tempat wisata. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. “Pajak yang dibayar masyarakat bukan hanya untuk administrasi kendaraan semata. Dana itu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan kesejahteraan bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan, razia gabungan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih kepada pendekatan humanis yang mendorong kepatuhan. “Kami tidak menakut-nakuti, tapi mendidik. Kami ingin setiap warga merasakan bahwa pemerintah hadir untuk memudahkan, bukan mempersulit,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan tertib dan lancar. Para petugas dari kepolisian, Dishub, dan Samsat terlihat kompak memberikan pelayanan dan edukasi kepada warga. Di akhir kegiatan, sejumlah wajib pajak yang telah melunasi kewajiban pajaknya bahkan tampak berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan cepat dan bersahabat dari petugas Samsat Badung. ama/ksm









