Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Bali Perkuat Pertanian Organik, Wamentan Siap Tambah Kuota Pupuk Cair


Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pengembangan pertanian organik sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Periode 2026–2031 di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).

Gubernur Koster menjelaskan sektor pertanian memberikan kontribusi sekitar 14 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali sehingga menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Saat ini kami tengah berupaya meningkatkan kapasitas pertanian dari hulu hingga hilir,” katanya.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah penerapan sistem pertanian organik sesuai Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

Menurut Gubernur Koster, sekitar 60 persen dari total lahan sawah di Bali telah memiliki sertifikat organik. Penerapan sistem tersebut mendapat respons positif dari para petani karena mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini juga sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sehingga tidak merusak ekosistem,” ujarnya.

Seiring meningkatnya minat petani menerapkan pertanian organik, Bali kini menghadapi tantangan berupa meningkatnya kebutuhan pupuk organik cair.

“Kami berharap dapat kuota lebih banyak karena meningkatnya kebutuhan. Dulu sangat sulit mengarahkan petani ke organik, tapi belakangan sangat antusias,” kata Gubernur Koster.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menyatakan pemerintah pusat siap memberikan dukungan, termasuk penambahan kuota pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan petani di Bali.

Ia juga mengajak HKTI Bali berperan aktif menjadi jembatan antara pemerintah dan petani agar berbagai persoalan pertanian dapat segera ditangani.

Sementara itu, Ketua DPD HKTI Bali yang baru dilantik, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, menyampaikan komitmennya membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan dukungan Bapak Gubernur, kita berkolaborasi untuk kepentingan para petani Bali,” ujarnya. mas/ama/*


Back to top button