Politik dan Sosial Budaya

M-U Buka Bimtek Manajemen Peternakan Unggul, Genjot Perternakan Jadi Leading Sektor di Karangasem


Karangasem, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Alila Manggis, Karangasem, Rabu (27/10/2021). Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, berupaya keras menggejot sub sektor pertenakan menjadi salah satu leading sektor di Karangasem yang digelar bersama Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar. Bimtek yang dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup itu, dibatasi diikuti 65 peserta dari penyuluh dan para anggota kelompok ternak penerima bantuan program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Karangasem dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dengan narasumber Duta Petani Andalan Kemeterian Pertanian Tahun 2021, I Ketut Punia.

1bl#ik-21/8/2021.

Pada kesempatan itu, Ketua KTT Sari Jaya, I Komang Sudiarta merasa sangat bersemangat mengikuti Bimtek kali ini, sehingga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang juga telah menberikan banyak bantuan, di antaranya program UPPO, sekaligus langsung memberikan Bimtek untuk menambah wawasan anggota kelompok tani ternak. Kegiatan ini juga dirasakan sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan petani, terutama bagaimana mengolah pupuk untuk meningkatkan produktifitas ternak di Karangasem. “Kami berharap perhatian dan bantuan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya, seperti bantuan bibit pakan ternak,” tandasnya. Di sisi lain, Plt. Kadis Pertanian Karangasem, Drs. I Nyoman Tari, M.Si., menegaskan kegiatan Bimtek ini, juga untuk menjawab tantangan di sub sektor peternakan selama pandemi Covid-19. Karena itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah memberikan kepercayaan bagi Karangasem untuk diselenggarakan Bimtek seperti ini, karena sangat bermanfaat bagi para kelompok tani dan peternak di Karangasem.

Ik#1th-10/10/2021

“Saya tekankan kepada peserta, karena ini kesempatan yang mahal, agar bisa mengikuti Bimtek dengan baik. Teori dan prakteknya agar diikuti dengan sebaik-baiknya, sehingga bisa mengetok tularkan dengan kelompok tani lainnya. Karena ini kesempatan yang sangat bagus yang diberikan oleh Bapak Made Urip dan sangat penting nanti diterapkan di lapangan,” paparnya. Mewakili Kepala BPTU-HPT Denpasar, Sub Koordinator Substansi Pelayanan Teknis, I Gusti Putu Ngurah Raka menegaskan Made Urip sangat berkomitmen mengembangan peternakan di Bali, khususnya di Karangasem. Terbukti selama ini, sudah banyak menyalurkan bantuan dan program aspirasi pertanian, seperti program UPPO serta bantuan lain, di antaranya bibit unggas dan ternak, misalnya ayam, kambing dan sapi betina produktif. Karena dikatakan, Made Urip selalu mendukung petani dan krama subak sesuai mimpinya untuk mengembangan sektor peternakan yang unggul di Bali. “Mari kita dukung juga mengembangkan peternakan di Bali, khususnya Karangasem. Karena Bapak Made Urip sudah sangat banyak membantu pelaksanaan kami di lapangan,” katanya, sekaligus menegaskaan jika usaha peternakan ini bisa maju dan berkembang, apapun keinginan kelompok ternak pasti akan dibantu dan difasilitasi oleh Made Urip. “Makanya kita harus sunguh sungguh mendukung program Pak Made Urip untuk memajukan sektor peternakan,” imbuhnya.

1bl#ik-5/3/2021

Salah satunya melalui BImtek ini, untuk mengupgrade SDM yang kali ini diiikuti oleh anggota kelompok tani ternak UPPO di Kabupaten Karangasem, agar bisa mengelola manajemen peternakan unggul, seperti memilih dan menghasilkan bibit yang baik, termasuk menyiapkan pakan yang baik untuk jumlah dan kualitas pakannya. Membacakan sambutan Kadis Pertanian dan Ketahanan Provinsi Bali, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, AA Inten Wiradani, SPT., M.Si., menyampaikan kehadiran Made Urip sangat konsen membantu petani dan peternak di Bali. Apalagi potensi peternakan juga sangat besar dikembangkan di Bali yang selama ini selalu didukung penuh oleh Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara tertinggi Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu. Salah satunya melalui Bimtek untuk meningkatkan pengetahuan dan manajemen peternakan, khususnya ternak Sapi Bali, karena memiliki keistimewaan, seperti reproduksi yang sangat cepat, adaptasi dan pakannya sangat mudah dengan komposisi daging yang baik. Keistimewaan inilah yang perlu disadari, sehingga Sapi Bali banyak dilirik daerah lain, termasuk dari luar negeri. “Jangan sampai Sapi Bali namanya saja, tapi Sapi Bali yang bagus-bagus ada di luar Bali. Karena potensinya sangat bagus sekali. Karena itu, kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Made Urip untuk memberikan Bimtek tentang manajemen peternakan unggul dan kesehatan hewan ini,” tutupnya.

1bl#ik-21/7/2021

Di sela-sela membuka Bimtek tersebut, Made Urip menegaskan Bimtek ini merupakan kerjasama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian melalui BPTU-HPT Denpasar untuk meningkatkan produktifitas ternak. Apalagi Karangasem sebagai sentra Sapi Bali yang sangat baik untuk dikembangkan dan harus dikejar produktifitas dan kualitasnya dengan menambah wawasan dan menajemen peternakan melalui Bimtek ini. “Sapi Bali ini sudah sangat terkenal, sehingga tugas kita bersama untuk menjaga kelestarian dan kemurnian flasma nutfah Sapi Bali yang sudah terbesar ke seluruh daerah. Saya juga kaget, ketika kunjungan ke Papua Barat ada Sapi Bali, di Lombok NTB juga ada Sapi Bali. Untuk itu, sekarang di Bali perlu ditingkatkan produktifitas dan popupasinya. Terutama, bagaimana caranya, agar populasi Sapi Bali menyamai jumlah penduduk Karangasem? Karena seperti di New Zealand, sapinya sudah melebihi jumlah penduduknya dan sapi yang baru lahir, juga diperlakukan seperti manusia dan ada KTP-nya,” beber M-U, seraya mengatakan untuk menjaga kemurnian Sapi Bali, salah satunya jangan pernah membawa sapi lain ke Bali, sekaligus untuk mewaspadai penyakitnya, dan supaya betul-betul murni dan tangguh, sehingga kualitas Sapi Bali tidak akan kalah dengan sapi lainnya. Apalagi secara nasional belum bisa memenuhi kebutuhan daging dalam negeri, sehingga masih mendatangkan impor daging dari Australia dan New Zealand. “Supaya tidak terjadi hal ini di masa depan, sehingga kita akan terus membantu produktifitas peternak di Bali, supaya populasi Sapi Bali bisa meningkat. Dan inilah tugas DPR, bagaimana mencari anggaran dari APBN. Untuk itu, saya akan mencarikan anggaran untuk sektor pertanian dan peternakan sebagai leading sektor yang makin tangguh di Karangasem. Jadi, inilah untungnya punya DPR di pusat yang khusus mengurus petani,” pungkas Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close