Sabtu, April 18, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaKucurkan Bantuan Rp996 Juta, Made Urip Buka Bimtek Pengolahan Kopi Berkualitas Unggul...

Kucurkan Bantuan Rp996 Juta, Made Urip Buka Bimtek Pengolahan Kopi Berkualitas Unggul di Pupuan

Tabanan, PancarPOS | Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., terus bergerak melanjutkan Turba atau turun ke bawah untuk menggelar agenda kegiatan Bimbingan Teknis atau Bimtek. Setelah di Kintamani, Kabupaten Bangli, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka Bimtek Pengolahan kopi yang Berkualitas Unggul di Hotel Cempaka, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, pada Selasa (26/7/2022). Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga sempat mengucurkan secara simbolis bantuan, berupa program Intensifikasi Tanaman Kopi Robusta seluar 300 Ha senilai total Rp996 juta. Bantuan diserahkan langsung bersama Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili oleh Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto, S.Sos., MM., beserta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan, Dewa Ayu Budiasih, dan Sekdis Pertanian Tabanan, Ir. Made Suweta, MM.

1th#ik-19/7/2022

Pada kesempatan itu, juga hadir Anggota DPRD Bali, I Ketut Suryadi, Sos., MM., Anggota DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Ormardani, A.Ma., Ni Nyoman Ayu Wahyuni, Ni Made Suryani, I Gede Purnawan, dan Anak Agung Nyoman Darma Putra, S.Sos. Bimtek kembali diikuti sekitar 75 orang peserta dari para kelompok tani penerimaan bantuan. Kelian Subak Batur Pendem, I Made Parwata mengaku sangat bersyukur diberikan bantuan, sehingga sangat mengapreasi kebjjakan Made Urip yang sangat antusias membantu petani. Dikatakan Made Urip dengan berbagai terobosan dari pusat untuk membantu petani telah mampu terealisasi. Made urip sangat mendukung kegiatan petani, khususnya petani kopi di Pupuan yang selama ini belum mendapat pasar yang jelas dan sering menjadi korban para tengkulak. “Padahal dari sisi pengolahan produksinya bagus, namun para tengkulak malah dioplos sehingga merugikan petani,” terangnya.

Seperti disampaikan sebelumnya, Ketua Panitia Bimtek, Mangatar David, SP., MP., menyampaikan tujuan Bimtek selama satu hari ini sebenarnya untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan produktifitas pasca panen, khususnya tananam penyegar seperti kopi yang akan disampaikan langsung oleh Made Urip sebagai salah satu nasumber, selain Praktisi Kopi, I Komang Sukarsana. Selain itu, juga untuk memperbaiki hasil panen dan pasca panen guna meningkatkan pendapatan petani, terutama bagi peserta Bimtek.”Bintek ini kembali juga mendapat arahan langsung dari Bapak Made Urip yang juga menjadi narasumber,” jelasnya. Mewakili Bupati Tabanan, Sekdis Pertanian Tabanan, I Made Suweta menegaskan Bimtek ini juga sebagai upaya penguatan sektor pertanian yang menjadi unggulan di Tabanan, agar mandiri secara sosial dan ekonomi di berbagai bidang. Karena itu terus mengembangan pertanian, terutama sentra perkebunan untuk menjaga ketahanan pangan. Apalagi Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali, sehingga melalui Bimtek ini bisa meningkatkan produktifitas Kopi Robusta yang menjadi unggulan di Pupuan.

1bl#ik-1/6/2022

Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Made Urip yang sangat perhatian kepada masyarakat Tabanan, baik fisik maupun anggaran aspirasi yang telah dirasakan petani, termasuk petani kopi di Pupuan. “Karena itu semua peserta Bimtek harus mengikuti apa yang disampaikan Pak Made Urip dan narasumber dari awal sampai akhir,” tutupnya. Ditambahkan, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih juga mengucapkan terima kasih kepada Made Urip beserta Direktur Jenderal Perkebunan yang membantu pengembangan komodiitas perkebunan di Bali, khususnya kopi di Pupuan dengan unggulan Kopi Robusta sesuai dengan yang dikembangkan petani. Selama ini bantuan dari Made Urip telah dirasakan untuk peremajaan Kopi Robusta dan kegiatan Desa Mandari di Pupuan. Diharapkan Bimtek bisa menambah wawasan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperbaiki teknik budidaya sampai pemasaran.

“Sekali lagi kami mewakili Bapak Kadis Pertanian menghaturkan terima kasih kepada Bapak Made Urip dan semua pihak lainnya, sehingga tidak henti-hentinya akan bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Pupuan,” paparnya. Di sisi lain, Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Made Urip, karena terus memperhatikan komoditas tanaman tahunan dan penyegar, terutama kopi. Dikatakan produktifitas kopi di Indonesia hanya sekitar 811 Kg per Ha dengan hasil produksi 1,3 ton per Ha, sehingga masih banyak gap yang bisa dikembangkan melalui kegiatan Bimtek ini. Di Bali telah diserahkan 900 Ha bantuan peremajaan kopi dan khusus di Tabanan diberi program Intensifikasi Kopi Robusta seluas 300 Ha, juga berkat perjuangan serius Made Urip, karena tidak semua provinsi mendapat bantuan seperti ini. “Kami bersyukur Pak Made Urip bisa terus mengawal kegiatan ini, termasuk kegiatan Bimtek kali ini,” katanya. Ke depan harus terus dilakukan pengembangan tananam penyegar dengan lebih baik dan meninggalkan pola lama pengolahan tananam, khususnya tanamam kopi. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip, sekaligus datang langsung membuka kegiatan Bimtek kali ini,” tandasnya.

1bl#ik-21/7/2021

Selaku wakil rakyat Dapil Tabanan, Ketut Suryadi alias Boping menyebutkan petani di Tabanan tidak mungkin ingkar dengan Made Urip yang diharapkan menjadi Anggota DPR RI seumur hidup. Petani pastinya sangat bersyukur bisa kembali bertatap muka dengan Made Urip, apalagi datang membawa bantuan untuk petani kopi. “Petani harus menyampaikan apa yang dibutuhkan kepada Pak Made Urip agar disampaikan ke pusat. Terutama saat Bimtek ini, bisa menyampaikan apa yang diinginkan petani,” paparnya. Dari arahan Made Urip mengakui Bimtek ini sebagai ajang untuk meningkatkan produktifitas dan pangsa pasar kopi dari hulu sampai hilir supaya dapat pengayaan para pakar. Apalagi Pupuan sebagai daerah pengembangan potensi Kopi Robusta di Tabanan, selain Kintamani dengan Sertifikat Geografisnya.. Karena itu perlu terobosan baru untuk menembus pasar global kopi di Tabanan. “Jangan sampai kopi dari Pupuan, tapi brandingnya Kopi Banyuatis yang punya. Selain itu anak muda mulai jadikan trend kopi, sehingga bermunculan cafe sebagai pertanda kopi dibutuhkan dan pangsa pasarnya makin meluas,” sebutnya.

Selama 5 periode tidak pernah pindah dari Komisi IV DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking 7 nasional itu, mengaku akan selalu hadir untuk mengurus perut rakyat dan murni hanya berjuang untuk petani sebagai kaum marhaen atau wong cilik yang lugu dan jujur. Salah satunya melalui Bimtek ini, untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Namun sayangnya masih banyak tantangan terutama akibat alih fungsi lahan yang semakin tidak bisa dibendung. Ia berharap jangan sampai lahan kelas satu ini terus tergerus untuk kepentingan di luar pertanian. “Saya juga berhadap agar diikuti Bimtek ini dari awal sampai berakhir dengan tekun, sehingga mendapat pengetahuan baru untuk mengolah kopi agar lebih maju,” pungkas M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img