Pariwisata

Kasus Covid-19 Nol Persen, 5 Hotel di Legian Mulai Buka Booking


Badung, PancarPOS | Kasus terkonfirmasi positif di Bali terus mengalami penurunan di angka dua digit. Per Jumat, 28 Mei 2021 terkonfirmasi sebanyak 61 orang (56 orang melalui Transmisi Lokal dan 5 PPDN), pasien sembuh sebanyak 71 orang, dan 8 orang meninggal Dunia. Sedangkan dari jumlah kasus secara kumulatif, terkonfirmasi 47.124 orang, sembuh 44.912 orang (95,31%), dan meninggal dunia 1.495 orang (3,17%), sehingga kasus aktif hanya 717 orang (1,52%). Makin turunnya angka kasus terkonfirmasi positif menunjukan upaya pencegahan pandemi Covid-19 mulai berjalan efektif. Bahkan, di kawasan Legian sudah dinyatakan bebas Covid-19 alias nol persen warga yang terjangkit positif Covid-19.

1bl-bn#7/1/2020

Hal itu disampaikan langsung oleh Tokoh Desa Adat Legian, I Made Sada Dego yang mengakui di wilayah Legian telah melakukan berbagai terobosan agar menjadi zona hijau. “Kita membuat terobosan agar menjadi green zone di Legian, Kuta,” bebernya, seraya menyebutkan upaya ini berhasil seiring dengan program vaksinasi secara masif dan massal. Alhasil, vaksinasi seluruh masyarakat tercapai sudah berjalan 85 persen. Untuk itu, dalam waktu dekat akan kembali mendatangkan 2 ribu dosis vaksin, khususnya untuk para pelaku pariwisata di Legian. “Saya sudah diperintahkan Kadis Kesehatan dan juga ada arahan Pak Wakil Bupati (I Ketut Suiasa, red) dan Lurah Legian. Hanya tinggal divaksin masyarakat yang tercecer akibat takut divaksin atau yang tidak lolos screening. Jadi dari Dinas Kesehatan sudah menyampaikan selama 3 bulan di Legian sudah nol persen Covid-19. Tidak ada yang positif lagi,” tegas Sada Dego saat ditemui, Jumat (28/5/2021).

1bl#ik-5/3/2021

Wajar saja, saat ini Desa Adat Legian sedang berupaya memulihkan kehidupan masyarakat yang sudah setahun lebih terpuruk. Salah satunya dengan membuka pasar seperti Legian Market. Bahkan, rencananya bulan Juni mendatang kembali membuka usaha di Pantai Legian bersama warga yang berkecimpung di sektor pariwisata. Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara terbatas sebagai berupaya mengurangi dan menghindari kerumunan (5M). “Kita kan ingin menarik orang asing atau wisatawan yang ada di Bali untuk datang ke Legian. Artinya biar ada perputaran ekonomi di Legian. Karena kan pariwisata Legian, termasuk Kuta yang paling terdampak,” jelas Kelian Adat Banjar Legian Kaja tersebut.

1th-ksm#5/2/2021

Karena itu dikatakan, sebetulnya masyarakat sangat optimis, jika border pariwisata Bali sudah bisa dibuka. Terbukti hotel-hotel di Legian sudah mulai membuka booking, seperti Bali Padma, Legian Beach, Bali Mandira, Jayakarya, dan Furama Hotel dengan menerapkan protokol kesehatan tersertifikasi CHSE. “Jika gak dibuka, kan kita tidak mau lagi di-PHP (harapan palsu, red) terus. Tapi sekarang kondisi seperti ini terus, sehingga harapan kita tidak di-PHP lagi,” beber Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Bali itu, seraya menambahkan jika boder pariwisata Bali tidak dibuka, maka pemerintah harus segera turun tangan, terutama ke Legian dan Kuta yang sangat terdampak, karena yang datang hanya wisatawan asing, bukan warga asing yang menetap, seperti di wilayah Kuta Utara. “Kan Legian dan Kuta yang pertama ada pariwisata, sehingga kita sekarang harus gebrak, agar dapat vaksin semua,” pungkasnya. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close