Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaKetua Komisi II DPRD Badung Turun Gunung Dampingi Bupati Sikat Sampah di...

Ketua Komisi II DPRD Badung Turun Gunung Dampingi Bupati Sikat Sampah di Legian

Badung, PancarPOS | Komitmen DPRD Kabupaten Badung dalam mengawal isu lingkungan kembali ditunjukkan secara nyata di lapangan. Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, turun langsung mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dalam kegiatan korvey aksi bersih sampah yang digelar di kawasan Jalan Legian, Kecamatan Kuta, Jumat (3/4/2026).

Aksi ini bukan sekadar simbolik. Di tengah sorotan tajam terhadap persoalan sampah yang kian kompleks, kehadiran pimpinan daerah bersama DPRD menjadi pesan kuat bahwa persoalan lingkungan tidak bisa lagi ditunda—harus ditangani secara konkret, sistematis, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Badung memimpin langsung aksi bersih sampah bersama peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Tidak berhenti di situ, ia juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat usaha dan rumah warga untuk memastikan implementasi pemilahan sampah dari sumber benar-benar berjalan.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang belum menerapkan sistem tersebut, Bupati memberikan edukasi langsung di tempat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran kolektif, bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah.

Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar tidak berhenti pada tataran program, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya di lapangan.

“Ini bukan hanya soal bersih-bersih, tetapi bagaimana membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. DPRD Badung siap mengawal penuh agar program ini berjalan konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di lapangan, rombongan menemukan masih maraknya sampah liar yang dibuang di pinggir jalan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan secara masif.

Fakta tersebut memperkuat urgensi pelaksanaan kegiatan serupa secara rutin, sekaligus memperketat pengawasan dan penegakan aturan terhadap pelanggaran pengelolaan sampah.

Usai kegiatan korvey, agenda dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi Laporan Pendataan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Badung yang digelar di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Legian. Forum ini menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat sinergi menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah kolaboratif antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan mampu menjadi titik balik dalam penanganan sampah di Badung—dari persoalan klasik menjadi gerakan bersama yang terukur, disiplin, dan berorientasi pada masa depan lingkungan yang bersih. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img