Buleleng, PancarPOS | Bendungan Tamblang dibangun dengan tujuan untuk mengairi sawah di sekitar Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, serta untuk memenuhi rekomendasi yang harus diadakan sebagai sarana pendukung ketersedian air bersih untuk bandar udara (bandara) baru di Kubutambahan. Rekomendasi lain yang diminta Pemerintah pada saat PEMBARI (PT. Pembangunan Bali Mandiri) melakukan Paparan Hasil Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS) di Kementerian Perhubungan, pada Kamis, 12 Januari 2017 adalah ketersediaan akses telekomunikasi dan ketersediaan tenaga listrik yang memadai serta sarana jalan raya yang baik.
Pemerintah dibawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dengan serius mewujudkan sarana pendukung bandara tersebut, seperti adanya jaringan telekomunikasi kabel laut fiber optik PALAPA RING yang telah melintas di Kubutambahan yang menghabiskan dana triliunan Rupiah, dan telah beroperasinya pembangkit tenaga listrik Celukan Bawang serta proyek shortcut/ jalan pintas yang mempermudah akses ke bandara baru yang ada di Kubutambahan, Bali utara. Jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan masyarakatnya sejahtera secara merata berkeadilan, maka keberadaan bandara Bali utara sangat diperlukan untuk memajukan daerah yang saat ini masih tertinggal.

Kenapa demikian? Karena bandara ini sangat cocok sebagai HUB tempat transit bagi wisatawan asing atau investor asing yang ingin berkunjung ke IKN, maupun penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah Timur dan Tengah Indonesia yang ingin terbang ke IKN (Ibu Kota Negara) baru Nusantara. Pada Senin sore, 2 April 2018 di Istana Negara, Jokowi seorang Presiden yang visioner telah dengan tegas menyatakan pentingnya pembangunan bandara di Bali utara untuk membantu orang miskin yang ada di wilayah itu. Wacana tersebut telah bergulir menjadi program resmi Pemerintah, dan bahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sudah sempat meninjau lokasi tersebut, pada 30 Desember 2018
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada saat itu menyatakan bahwa wilayah daratan Kubutambahan sangat layak dibangun bandara, karena tidak ada penggusuran rumah penduduk dan tidak ada pemindahan pura dan atau tempat ibadah. Pada kesempatan lain, Siswaryudi Heru, Komisaris Utama Pembari yang saat ini sebagai anggota Pengurus KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Pusat, menyambut baik rencana Pemerintah itu, karena akan berdampak baik terhadap laju pertumbuhan ekonomi Bali, maupun pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak kalah penting adalah akan munculnya ribuan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menegah) yang menyerap tenaga kerja yang saat ini masih banyak menganggur.

Jika program Pemerintah di atas sudah terealisasi di tempat kelahirannya Ir.Soekarno, Bapak Proklamator Indonesia Merdeka, maka barulah Indonesia bisa menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa -bangsa besar yang ada di dunia ini. tim/ama/ksm/yar






