Bali Chef Community Jadikan Denpasar Kawasan Percontohan UMKM

Denpasar, PancarPOS | Bali Chef Community (BCC) sebagai salah satu Organisasi profesi yang ditunjuk oleh Dinas Koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan UMKM Kota Denpasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), agar para wirausaha mikro yang ada dalam kawasan Denpasar mampu meningkatkan produktifitasnya. Bahkan, kawasan tersebut menjadi kawasan percontohan, dimana para wirausaha dapat menyajikan produksinya dengan penataan dan pengemasan yang Hygienis. “Kegiatan ini merupakan langkah positif yang dapat memotivasi para wirausaha untuk dapat bersaing di tatanan kehidupan era baru saat ini. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada para wirausaha mikro agar mempunyai keahlian dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan berwirausaha,” ungkap Ketua BCC (Bali Chef Community) Chef Putu Ambara Putra, S.S.

Selaku penasehat dalam pelatihan ini, pihaknya menyampaikan peningkatan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas. Selain itu, tujuan diadakannya kegiatan pelatihan kewirausahaan ini, untuk meningkatkan kemampuan penataan dan pengemasan produksi yang hygienis bagi para wirausaha. Di samping itu, untuk memahami cara penataan dan pengemasan yang hygienis produksi yang dihasilkan. Tujuan lain untuk mengetahui tips-trik penataan dan pengemasan yang Hygienis dari hasil produksi dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualiatas, kreatif sebagai bekal dalam berwirausaha. “Tujuannya juga untuk mempunyai variasi makanan atau produk yang bisa dijual dengan harga yang bersaing, serta mengembangkan home industri,” tegasnya.

Selaku Ketua Bali Chef Community selalu bersinergi dengan dinas terkait untuk bisa membantu para wirausaha mikro ini, untuk bisa bersaing diketatnya persaingan bisnis kuliner saat ini. Untuk para instruktur pada pelatihan saat ini, Wakil Ketua Bali Chef Community Chef Ketut Swastika mengatakan instruktur yang disiapkan untuk melatih pada pelatihan UMKM saat ini adalah para profesional chef yang sudah memiliki sertifikat kompetensi sebagai Instruktur dan dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh para senior chef dan bersertifikat kompeten. Ditambahkan oleh Chef Nyoman Ariyantha sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan Pelatihan UMKM mengakui dewasa ini masyarakat pada umumnya melihat sebelah mata terhadap wirausaha kecil ini, padahal berwirausaha sangat banyak manfaatnya.

“Menjadi usahawan bagi sebagian orang dan ini tidak sedikit jumlahnya, adalah hal yang sangat menakutkan. Banyak yang berfikir bahwa menjadi pedagang atau wirausahawan sangat beresiko tinggi (kerugian, bangkrut dan sebagainya). Sedangkan menjadi seorang pekerja sangat kecil resiko yang akan dihadapi. Sesungguhnya menjadi pegawai juga beresiko tinggi, seperti PHK, pemotongan gaji, pensiun, minimnya gaji yang diperoleh, dan sebagainya. Artinya dalam hal ini apapun pekerjaan yang kita pilih semuanya mengandung resiko yang tidak kecil,” ucapnya, seraya menyebutkan menjadi wirausahawan jelas beresiko tinggi tetapi hal itu seimbang dengan yang akan diperoleh dari hasil berwirausaha yang mungkin jika berhasil dan sukses akan memperoleh pendapatan dan penghasilan yang sangat menggiurkan.

“Untuk itu maka seorang wirausahawan harus mau dan mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dengan memiliki ketrampilan untuk menata dan mengemas suatu hasil produksi sehingga mempunyai daya tarik bagi pemmbeli, disamping itu yang sangat menentukan dalam keberhasilan tersebut adalah rasa dan hygienis,” tutupnya. tim/ama/ksm









