Politik dan Sosial Budaya

Gus Adhi Tak Ingin Bicara Soal Siapa yang Pantas Jadi Bupati



Badung, PancarPOS | Politisi senior yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra berharap kualitas politik di Kabupaten Badung tidak meredup jelang Pilkada Serentak 2020. Sebagai Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dua periode ini, tidak ingin bicara siapa yang pantas memimpin Badung lima tahun ke depan. Sebagai wakil rakyat di pusat yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan, pria yang akrab disapa Gus Adhi ini tahu betul potensi daerah kelahirannya, sehingga Bupati Badung ke depan yang akan dipilih harus benar-bener mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

1bl-ik#15/1/20

“Saya tidak bicara siapa yang akan menang dalam hajatan Pilkada Badung, yang terpenting sejauh mana suksesnya melakukan pembinaan demokrasi terhadap masyarakat. Kedua bagaimana kita meningkatkan partisipasi masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada. Ketiga siapapun yang akan menjadi pemenang nantinya merupakan kepala daerah bukan kepala partai. Yang artinya kebijakan dalam pembangaunan masyarakat di Kabupaten Badung itu berorientasi kepada seberapa jauh dia mampu dan mau maningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Gus Adhi saat ditemui di Puri Amatra, Kerobokan, Badung, Sabtu (25/1/2020).

Baca |

https://pancarpos.com/24/01/2020/koalisi-ggn-jaring-muntra-suyasa-dan-cok-arka-kandidat-kuat-penantang-giri-asa/

Gus Adhi membeberkan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan di Badung sangat banyak. Di antaranya bisa dilakukan dengan menggerakkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata, sehingga mampu merangsang tumbuhnya pergerakan ekonomi produktif di masyarakat. Tentunya sebagai destinasi pariwisata dunia pelestarian budaya harus dikedepankan serta didukung sarana transportasi yang memadai untuk menjangkau kawasan Badung utara dan selatan. Mendukung sektor pariwisata dan akomodasi penunjangnya Badung juga harus mampu memetakan kawasan pertanian yang berorientasi wisata dan industri.

1bn-ik#24/1/2020

“Termasuk penyedia kebutuhan terkait dengan pariwisata itu salah satunya sektor pertanian yang harus dikembangkan di Badung. Dulu ada Asparagus yang baik, di mana sekarang Asparagusnya? Mana pariwisata pertanian dan mana industri pertanian? Artinya mana pertanian yang dikelola sebagai objek pariwisata yang kita tonjolkan, mana pertanian yang kita jadikan industri pertanian. Disitu akan mengarah 3-K, kontinuitas, kwalitas dan kwantitas ini harus dibangun pertaniannya. Jangan hanya sekedar pameran pertanian setiap tahun tapi bagaimana peningkatan pendapatan daerah itu bisa berasal dari pertanian itu sendiri,” bebernya mempertanyakan capaian target pembangunan sektor pertanian di Bumi Keris.

Baca |

https://pancarpos.com/20/01/2020/giri-prasta-bisa-sambil-tidur-tamba-calon-bupati-jembrana-jangan-harap/

Bertumpu pada kondisi yang ada saat ini, Gus Adhi sangat berharap siapapun yang akan menjadi Bupati Badung lima tahun ke depan diharapkan harus betul-betul memiliki langkah konkrit serta program kerja dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Diingatkan pula oleh wakil rakyat Bali dua periode ini, sebagai daerah dengan PAD yang tinggi Badung semestinya bisa melakukan terobosan modern seperti halnya mendirikan Perusda. Menggarap potensi usaha vital yang dibutuhkan bagi pengembangan kawasan. Dicontohkan melalui usaha penyediaan gorong-gorong untuk kabel baik telekomunikasi, listrik atau kabel jaringan lainnya. “Bupati yang akan dipilih nantinya harus memiliki kepedulian lingkungan dan kepedulian terhadap semuanya, jangan berorientasi politik saja. Seperti bangun gorong-gorong disewa untuk PAD, dengan begitu Bali bisa jadi indah,” jelasnya. eja/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close