Politik dan Sosial Budaya

Jangan Sampai Seperti “Si Doel Anak Betawi”, Made Urip Tancap Gas Gelar Bimtek Optimalisasi Produk Olahan Pasca Panen Hortikultura


Gianyar, PancarPOS | Anggota Komisi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali tancap gas menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang menyasar petani dan penyuluh serta pelaku usaha hortikultura di Kabupaten Gianyar. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, membuka secara langsung agenda Bimtek Optimalisasi Produk Olahan Pasca Panen Hortikultura Untuk Peningkatan Kualitas dan Inovasi di Green Kubu Cafe, Tegallalang, Gianyar, pada Selasa (4/6/2024). Kegiatan Bimtek yang terus digenjot Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan itu, menggandeng Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian dengan mendatangkan nasumber dari Petani Muda Keren, Agung Weda.

1bl#ik-028.1/6/2024

Kehadiran Made Urip bersama Ni Made Usmantari alias M-U, selaku calon Anggota DPRD Provinsi Bali terpilih, disambut hangat oleh para petani dan penyuluh bersama pelaku usaha hortikultura dari 7 kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Pada kesempatan itu, salah satu peserta Bimtek yang juga Pemilik Werdi Ganrung, DR. A.A. Sri Mayuni, SE., M.Agb., menyampaikan terima kasih kepada Made Urip yang telah menggelar Bimtek, sehingga para petani dan pelaku usaha bisa berperan serta mengangkat potensi pertanian, khususnya hortikultura di Gianyar. Untuk itulah, mereka berharap agar Made Urip bisa terus menggelar agenda Bimtek secara rutin ke depan, agar petani bisa makin maju dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. “Kami juga ucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip yang selalu hadir untuk memajukan sektor pertanian di Gianyar,” tandasnya.

Sambutan Kadis Pertanian Gianyar yang dibacakan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ni Made Yuliani Putri, S.P., M.Agb., menyampaikan Bimtek kali ini berkat kerja sama dan perjuangan penuh Made Urip bersama Ditjen Hortikultura untuk meningkatan pengetahuan petani dan pelaku usaha hortikultura di Gianyar, agar bisa makin bersaing dengan menghasilkan komoditas unggulan yang memiliki potensi ekspor. Oleh karena itu, petani dan pelaku usaha hortikultura diharapkan agar bisa semakin maju dan berkembang ke depan, dengan terus berinovasi di sektor hotikultura. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Bapak Made Urip yang selalu ikut hadir untuk membantu para petani dan pelaku usaha hortikultura di Kabupaten Gianyar,” tandasnya.

1th#ik-029.4/6/2024

Di sisi lain, mewakili Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Diah Angreheni, S.Gz., M.Si., mengakui agenda Bimtek ini sebagai program Kementerian Pertanian yang difasilitasi langsung oleh Made Urip untuk menambah wawasan dan pengetahuan petani dan penyuluh, serta pelaku usaha hortikultura di Gianyar. Salah satu programnya, seperti Kampung Hortikultura, termasuk agenda kegiatan Bimtek untuk meningkatkan kapasitas petani agar bisa meningkatkan daya saing, sehingga bisa membuat produk hortikultura yang memiliki nilai jual yang lebih berkualias dan mampu menembus pasar ekspor. “Kami berharap lewat Bimtek ini nantinya produk yang dihasilkan bisa meningkatkan nilai dan daya saingnya, sehingga kesejahteraan petani juga semakin meningkat ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Made Urip mengungkapkan melalui agenda Bimtek kali ini, para petani, khususnya petani milenial, bersama penyuluh dan pelaku usaha hortikultura dari 7 kecamatan di Gianyar, juga diharapkan bisa mendapat pengetahuan yang sangat luar biasa. Apalagi agenda Bimtek ini, secara khusus untuk menambah kapasitas dan wawasan tentang pasca panen produk olahan hortikultura yang dirancang bersama Komisi IV DPR RI dengan Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian. Selain itu, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, menyebutkan potensi hortikulura di Gianyar juga masih sangat luar biasa untuk bisa maju dan dikembangkan, sehingga harus diperkuat, khususnya untuk penanganan pasca panen, terutama dari sisi kemasan dan pemasarannya.

1th#ik-072.21/8/2023

Di samping itu, disadari selama pandemi Covid-19 sudah menjadi pelajaran yang sangat berharga, karena telah menyebabkan sektor pariwisata lesu darah, sehingga hanya sektor pertanian yang bisa bertahan dan menjadi dewa penyelamat perekonomian di Bali. Namun sayangnya saat ini, tantangan di sektor pertanian juga masih sangat luar biasa, akibat alih fungsi lahan yang tidak bisa terbendung, seperti di daerah Canggu, termasuk Tegallalang, Payangan dan Ubud yang lahan sawahnya sudah hilang, sehingga subak abian dan subak basah hanya akan tinggal kenangan. “Jangan-jangan nanti kita, seperti Si Doel Anak Betawi,” sentilnya. Selain itu, para petani sudah sangat tua dan jarang ada anak muda yang mau menjadi petani, karena merasa lebih baik menjadi tenaga kontrak. “Oleh karena itu, bagaimana ke depan agar banyak yang mau menjadi petani muda, sehingga akan terus digelar Bimtek untuk menyadarkan agar sektor pertanian tetap memegang peranan penting dan menjadi tulang punggung perekonomian ke depan,” tandas M-U.

Tantangan lainnya terkait infrastruktur sektor pertanian, juga banyak yang sudah rusak, padahal akan menghadapi tantangan terhadap ancaman krisis pangan dunia ke depan. Untuk itulah, diharapkan agar semua peserta bisa mengikuti seluruh agenda Bimtek dengan baik dan tertib dari awal hingga berakhir. “Jangan sampai kliang-klieng hilang, sehingga harus tetap serius mengikuti seluruh kegiatan Bimtek dengan baik sampai berakhir,” ujar M-U. ama/ksm


Back to top button