Politik dan Sosial Budaya

Terbukti Bertahan di Masa Pandemi, Made Urip Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Bali


Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mengangkat terkait Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Bali yang digelar di Ruang Pertemuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Denpasar, Senin (22/11/2021). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup itu, ingin menambah wawasan dan pengetahuan petani serta para pelaku usaha dan eksportir, karena salah satu peluang yang tetap bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, kali ini menggelar Bimtek bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar yang juga disupport penuh oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Bali. Pada kesempatan itu, hadir Kasubag TU Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar I Nyoman Sujantara bersama Kepala BPTP Bali Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., selaku salah satu narasumber beserta narasumber lainnya dari Balai Karantina Kelas I Denpasar.

1bl#ik-8/11/2021

Sebagai peserta Bimtek, Owner PT Bali Organik Subak, I Gusti Ayu Agung Istri Sari Dewi selaku ekportir buah-buahan dan komoditas pertanian lainnya mengakui selama ini, Made Urip sangat banyak memberi bantuan, termasuk kegiatan Bimtek yang dirasakan sangat bermanfaat. Terbukti sebelumnya, juga sempat mengukuti Bimtek yang dibuka Made Urip, sehingga sangat berharap kegitan serupa bisa terus berlanjut secara berkesinambungan untuk memperluas cakrawala dan wawasan pasar global. “Kami juga berharap Pak Made Urip bisa membantu akses penerbangan cargo agar lebih mudah. Karena selama pandemi Covid-19 ada pembatasan penerbangan, sehingga kami berebut space untuk negara ekspor yang dituju,” beber pengusaha perempuan muda itu, seraya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan akses bantuan di sektor pertanian yang telah diperjuangkan Made Urip selama lima periode terpilih sebagai Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu.

1bl#ik-8/11/2021

Mewakili Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Nyoman Sujantara menegaskan lesunya perekonomian akibat Covid-19 memicu gerak cepat Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI untuk tetap mempertahankan ekspor komoditas pertanian ke luar negeri. Salah satunya, melalui Bimtek yang selalu digenjot oleh Made Urip dengan memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis, agar kompeten untuk menambah wawasan dan keterampilan para petani untuk peningkatan ekspor pertanian. Karena itulah, Balai Karantina Pertanian juga ikut berkontribusi memberikan pemahaman untuk pemenuhan persyaratan negara tujuan ekspor, sekaligus meningkatkan mutu komoditi pertanian, agar jumlah ekspor dan eksporti di Bali bisa meningkat. Kegiatan Bimtek ini sebagai sinergi Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian dengan Anggota Komisi IV DPR RI Made Urip yang khusus membidangi Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, Lingkungan Hidup serta bermitra dengan Bulog. “Bimtek ini sangat luar biasa dan mendapat suppot langsung Pak Made Urip untuk meningkatkan peran petani dan pengusaha ekportir komoditas pertanian di Bali. Untuk itu, program ini perlu ditindaklanjuti dan terus ditingkatkan, sehingga petani dan stake holder serta pengusaha ekportir bisa menambah jumlah ekspor ke depan,” paparnya.

1bl#ik-4/11/2021

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTP Bali Made Rai Yasa menegaskan hanya Made Urip yang sangat serius mengurus pertanian di Bali, sehingga berkat perjuangannya bisa kembali menggelar kegiatan Bimtek ini. Karena disadari saat ini, pasar global akan semakin sulit memenuhi kebutuhan pangan, sehingga kebutuhan hasil pertanian dari negara lain juga dipastikan meningkat. “Pak Made Urip sudah memberikan Bimtek ini untuk menambah wawasan petani dan pengusaha eksportir pertanian. Makanya Bimtek ini harus benar-benar diikuti dengan baik, agar bisa dipahami dan pengetahuannya bisa lebih bermanfaat nantinya,” tegas birokrat kelahiran Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung ini. Di sisi lain, Made Urip mengakui kegiatan Bimtek kali ini, sesuai tema Aselerasi Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Bali merupakan hasil kerjasama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian pertanian untuk berkontribusi meningkatkan jumlah ekspor komoditas pertanian di tengah pandemi Covid-19 yang telah memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian Bali. Apalagi sektor pariwisata sudah sangat terpukul, sehingga pertumbuhan ekonomi Bali nyaris minus sampai 14 persen. Karena itulah, Komisi IV DPR RI telah mengeluarkan kebijakan, baik dari sisi peraturan maupun buget untuk menjaga sektor pertanian agar tetap tumbuh dan berkembang serta memberikan kesejataran bagi petani.

1bl#ik-7/11/2021

“Memang petani belum bisa sejahtera betul, sehingga berbagai kebijakan terus diperjuangkan, seperti memberikan bantuan bibit, termasuk pupuk dan penguatan kelompok pertanian,” kata Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, seraya menegaskan sebelum menjabat Anggota DPR RI, anggaran di sektor pertanian hanya Rp2,2 triliun, namun sekarang sudah mencapai lebih dari Rp70 triliun. Hal ini membuktikan kecintaannya kepada petani, apalagi hanya sektor pertanian yang satu-satunya bisa tumbuh, dan bahkan nilai ekspornya tetap bertahan, sehingga memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pereknonomian negara. Untuk itu disadari setor pertanian ini harus terus dijaga dan dipertahankan, baik dari hulu hingga hilir, termasuk dari sisi ekspor harus diperhatikan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, diantaranya kakao dan manggis yang bernilai ekspor. “Saya akan terus berupaya dan bekerjasama dengan BPTP Bali dan Balai Karantina untuk menggarap sektor pertanian ini dari hulu hingga ke hilir. Terutama bagaimana menindak produk pertanian yang tidak sesuai prosedur agar diawasi betul untuk menjaga kesinambungan ekspor kita. Selain itu, produk pertanian harus diperluas, agar ke depan tidak lagi tergantung impor untuk menjaga kedaulatan pangan kita,” tegas M-U.

1bl#ik-7/11/2021

Dikatakan lebih lanjut, Bimtek ini sangat penting untuk diperhatikan dan diikuti dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan ke depan. “Karena mau tidak mau, akan berhadapan untuk menempuh mekanisme di Balai Karantina. Jadi ke depan Bimtek semacam ini akan kita perbanyak, agar semuanya betul-betul paham prosedur dan mekanisme karantina yang sangat ketat,” tutup politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close