Pariwisata

Kebijakan Ganjil-Genap Solusi Kemacetan Sektor Pariwisata di Bali


Denpasar, PancarPOS | Kebijakan lalu lintas ganjil-Genap di Bali mengundang respon beragam dari berbagai kalangan masyarakat. Namun dari kaca mata, Putra Jaya Wardana jebolan Magister Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), langkah kebijakan yang direncanakan diujicoba akhir September 2021 sangat tepat mengurangi kemacetan di sektor pariwisata, sebagai solusi bilamana mana optimal pelaksanaannya. “Kebijakan transportasi terlahir, salah satunya dikarenakan besarnya arus lalu lintas yang dapat menimbulkan kepadatan volume baik itu manusia dan kendaraan,” paparnya saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).

1bl#ik-21/8/2021

Dikatakan lebih lanjut, Bali merupakan sektor pariwisata yang impact secara tidak langsung di dalam sektor transportasi. Sekarang dianggap menjadi momen yang paling pas untuk menata dari sisi kebijakan, sehingga ketika pariwisata mulai dibuka di Bali, khususnya Kuta dan Sanur tingkat kepadatannya jenuh dari sisi transportasi. “Bali secara tidak langsung harus mengubah behavior go green menggunakan publik transportasi. Meskipun tidak mudah, tapi harus dicoba. Semua harus sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya,” imbuhnya.

1bl#il-10/9/2021

Sarannya kepada pemerintah, agar tetap konsisten pada sistem angkutan umum yang ada. “Bahkan harus terjadi pengembangan sistem agar menarik masyarakat dan wisatawan untuk menggunakannya,” tutur Putra Jaya. Diketahui sebelumnya, Pemprov Bali berencana memberlakukan pengaturan lalu lintas ganjil genap sekitar akhir September 2021 yang menjadi tanda tanya besar dibalik kebijakan aneh tersebut. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close