Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaKembalikan Kejayaaan Vanili Bali, Made Urip Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Vanili Bali

Kembalikan Kejayaaan Vanili Bali, Made Urip Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Vanili Bali

Jembrana, PancarPOS | Tidak hanya konsisten menyalurkan berbagai bantuan aspirasi, namun Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., juga terus aktif memperkuat kemampuan dan daya saing sumber daya di sektor pertanian. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Vanili Bali Tahun 2023 yang bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar di Hotel Jimbarwana, Jembrana, pada Selasa (21/2/2023). Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, membuka secara resmi Bimtek Akselerasi Ekspor Vanili Bali yang digelar perdana tahun 2023 yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Vanili asal Bali.

1bl#ik-004/31/1/2023

Seperti diungkapkan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh. I Putu Terunanegara, MM., menegaskan Bimtek yang diikuti oleh petani vanili di Jembrana dan Tabanan ini, juga untuk sosialisasi proses perkarantinaan. Apalagi selama ini, para petani menjadi pahlawan devisa negara yang telah mengekspor komoditasnya ke berbagai manca negara. Khususnya Bimtek kali ini ingin mengangkat kejayaan Vanili Bali meskipun produksinya sempat menurun, namun tetap sebagai penyumbang ekspor peringkat pertama di Bali. Tercatat ekspor Vanili Bali tahun 2021 sebesar 1.018 ton atau senilai Rp88 miliar dalam bentuk ekstrak atau liquid, terutama dikirim ke Prancis baik dalam bentuk kering dan basah, karena ke depan akan terus didorong ekspor vanili dalam bentuk olahan.

Sayangnya akibat dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2022 ekspor Vanili Bali sempat menurun drastis sekitar 90 ton atau senilai Rp38 miliar. “Memang sangat tinggi penurunannya, karena itu kita akan terus genjot,” katanya. Untuk itulah, bersama Made Urip berinisiatif memberikan Bimtek ini, agar bisa menambah wawasan petani dan para pelaku usaha Vanili Bali, baik untuk penanganan panen maupun pasca panen, sehingga bisa bersaing di pasar ekspor. “Bimtek ini juga mendukung pasar ekspor vanili ke dunia global yang didukung penuh oleh Bapak Made Urip yang selalu berkomitmen membantu petani, agar bisa bersaing di dunia global dengan meningkatkan produk yang bernilai tinggi di pasar ekspor,” imbuhnya.

1bl#ik-003/31/1/2023

Salah satu peserta yang juga penggekspor vanili dari Direktur PT Flores Komoditi Trading, Suci Endrawati mengakui Bimtek ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya para pengekspor vanili di Bali. Karena itulah, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah datang jauh-jauh untuk meningkatkan wawasan para petani, terutama di Jembrana dan Tabanan. “Kami semua mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak Made Urip yang menggelar Bimtek kali ini,” tandasnya di sela-sela pembukaan Bimtek yang dihadiri Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali, Dr. Drh. I Made Rai Yasa, MP., bersama Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Drh. Agus Ngurah Krisna Kepakisan, M.Si., beserta Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suastika alias Cuhok, dan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih, serta Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ariada, SP.

Di sisi lain, Made Urip menyampaikan Bimtek ini sebenarnya untuk menambah kapasitas SDM dan wawasan petani vanili baik di sumber daya maupun pasca panennya, agar bisa kembali mewujudkan masa keemasan produksi Vanili Bali, terutama pemenuhi kebutuhan ekspor. Apalagi sebelumnya hasil komoditas perkebunan sangat luar biasa yang mengalami puncak kejayaan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun sayangnya kini produktifitasnya semakin menurun, sehingga butuh dorongan agar bisa kembali meraih puncak kejayaannya, karena terbukti memiliki prosfek yang sangat luar biasa ke depan. Karena itu, petani vanili diminta bisa menekuni dengan baik, karena akan terus didorong bersama Pemerintah. “Saya selama 5 periode duduk di Komisi IV DPR RI, juga akan terus berupaya menyalurkan program aspirasi untuk para kelompok tani dan krama subak di Bali,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan itu.

1th#ik-4/12/2022

Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, juga menyadari selama ini konversi lahan yang sangat tinggi telah memakan lahan produktif yang harus dicegah dan dilindungi bersama, agar tidak beralihfungsi di luar kepentingan pertanian. Inilah yang menjadi tantangan bersama, termasuk kekurangan PPL yang telah pensiun, sehingga tidak ada lagi yang memberikan informasi yang aktual kepada petani, selain persoalan penanganan pasca panen serta permodalan. Karena itu M-U mengaku siap membantu kebutuhan para petani melalui akses bantuan APBN yang masih surplus, karena pencapaian target pajak semuanya tercapai. “Saya akan terus berjuang membantu petani dari hulu ke hilir terutama di budidaya pertanian yang bisa menjadi kawasan baru mewujudkan one village one product agar bisa tercapai. Termasuk akselerasi ekspor vanili ini ke depan harus juga dijaga dengan baik untuk meningkatkan jumlah nilai ekspor ke depan,” pungkasnya. ama/ksm/yar

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img