Pariwisata dan Hiburan

Merendah, Niluh Ngaku Dagang Sandal Main Film Layar Lebar di Bali

Peter Taslim Garap Film Perdana "Lagu Cinta Untuk Mama"


Badung, PancarPOS | Dalam waktu dekat film layar lebar nasional bergenre drama keluarga berjudul Lagu Cinta Untuk Mama sedang menjalani syuting di Bali. Uniknya, film ini seratus persen mengangkat budaya dan ketangguhan wanita Bali, khususnya perannya sebagai sosok ibu dalam rumah film ini diproduseri oleh Peter Taslim yang juga kakak dari aktor internasional ternama asal Indonesia, Joe Taslim. Menariknya, selain bisa mengangkat budaya dan ketangguhan wanita Bali, film ini juga melibatkan dua wanita Bali yang memiliki pengaruh besar. Seperti penggiat sosial dan politik di Bali, Ni Nuh Djelantik yang merupakan anggota DPD terpilih asal Bali. Selain itu, ada juga Ayu Laksmi, seniman dan pemain film kawakan asal Bali.

1bl#ik-028.16/6/2024

Awalnya ia mau menulis cerita film drama percintaan, namun akhirnya film cinta keluarga, karena semuanya film di Indonesia kebanyakan film horor. Selain itu, memilih lokasi syuting di Bali, karena Bali itu ibarat sosok Ibu dengan tradisi Bali yang unik. Apalagi belum ada film keluarga yang mengangkat Ibu dengan tradisi unik di Bali, sehingga ingin mengangkat cerita ini. Untuk itu, film perdana yang diproduksinya ini, sampai lirik lagu juga diciptakan sendiri dengan mengambil lokasi syuting di beberapa wilayah di Bali. Seperti di Desa Tenganan, Karangasem, di Canggu, Kuta Utara, di daerah Sanur, Denpasar Selatan, Jimbaran, Kuta Selatan dan kota di Denpasar.

Ditemui di Kerobokan, Kuta Utara, pada Rabu (19/6/2024), Peter Taslim selaku Produser mengatakan mengajak Ni Luh Djelantik karena terkesan dengan peran aktif Ni Luh Djelantik untuk pulau Bali. Dimana dia banyak membela dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali sebagai seorang pelayan masyarakat. “Karena menurut saya, Bali ini seperti sosok ibu. Pulau Bali memiliki tradisi dan budaya yang unik. Selain itu, wanita Bali juga sangat kuat dan hebat,” katanya. Sosok wanita Bali yang tangguh itu kata dia juga ada pada diri N Lluh Djelantik, sehingga dia mengajaknya untuk terlibat peran dalam film ini. Ajakan itu lalu disambut Ni Luh Djelantik yang mendapat peran sebagai Ni Luh dalam film ini.

1th#ik-029.4/6/2024

Ayu Laksmi juga diajak terlibat. Sosok Ayu Laksmi adalah seniman dan aktris senior asal Bali yang banyak memainkan peran sentral di beberapa film terkenal. Dengan total 75 pemain dan crew akan menggarap film ini, untuk menyampaikan Indonesia bukan negara horor, namun Indonesia sebagai negara yang berbudaya dan hebat, sehingga jangan melupakan sosok ibu. “Saya ini buat film ini tayang untuk bangsa. Lirik Lagu Cinta Untuk Mama juga ciptaan saya sendiri. Intinya melalui film ini kita ingin semuanya sayang kepada orang tua. Kita ingin film ini diterima oleh semua umur dan terutama buat anak-anak yang punya ibu,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ni Luh Djelantik mengaku sangat bersemangat saat dirinya diajak main di film tersebut. Apalagi film ini mengangkat budaya dan sosok wanita Bali yang tangguh. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri baginya. Pasalnya film ini merupakan film pertama Ni Luh Djelantik “Saya juga memiliki tantangan antagonis. Ini adalah peran pertama saya di sebuah film. Tyang menyampaikan bahwa dari Bali kita bisa menghasilkan film yang nantinya bisa mendunia,” katanya. Menurutnya, film ini sangat menarik untuk ditonton. Apalagi gtema yang diusung tentang peran ibu atau wanita Bali.

1th#ik-072.21/8/2023

Ni Luh Djelantik juga mengakui pertemuan pertama sebelumnya, saat mau bermain film juga sangat unik sampai 3 jam di Goa Gajah, Gianyar. Bagaimana pun ia sama sekali gak pernah acting film dan bener-bener melibatkan banyak orang, sehingga harus hati-hati karena banyak tokoh-tokoh keren yang main film. Untuk itu, ia berharap bisa memerankan tokoh bibi sebagai Ni Luh yang menjadi bagian kecil film ini hingga kisah di akhir cerita pesannya harus capai. “Jadi cinta ke ibu itu tidak sama dengan cinta yang lain. Karena cerita ini sangat relevan dengan saya dari masa kecil bergemilang yang darah. Jadi saat membaca naskah film ini, sepertinya inilah my life,” tandasnya.

Karena inilah, ia berharap Dewa Film Production.bersama semua crew bisa syuting film layar lebar ini berjalan dengan baik dan lancar di Bali. “Saya tidak memiliki bekal acting sama sekali. Saya hanya dagang sepatu dan dagang sandal tidak pernah main film. Ini dunia pertama buatnya dengan adanya film ini menyampaikan pesan dari Bali bisa menghasilkan film sinema yang mendunia Lagu Cinta untuk Mama yang digarap oleh Dewa Film Production,” bebernya.

1bl#bn-026.12/5/2024

Sementara itu, Ayu Laksmi yang mendapat peran sebagai Gayatri, juga mengaku tertarik terlibat karena temanya adalah keluarga dan peran wanita. Dimana selama ini, dia juga kerap mengusung karya seni bertema wanita. Ayu Laksmi juga mengakui setiap karyanya bercerita tentang perempuan dan semuanya didedikasinya untuk ibu yang melahirkan dan membesarkan dengan kelembutan. Ia sangat bersyukur lahir dari ibu yang sangat bijaksana. Jadi kasih ibu selalu bersemi tanpa pupuk dan tidak ada doa yang lebih mujarab dari doa ibu, seperti halnya film Lagu Cinta untuk Ibu yang sedang digarap. “Saya terimakasih kepada pak Piter, karena sudah memberi kesempatan kepada aktor Bali untuk bermain. Karena selama ini banyak film syuting di Bali,” katanya.

Sebagai seorang seniman yang sedang menjaga ibu di usia 90 tahun yang sangat membutuhkan kehadiran seorang anak. Film ini juga banyak mengajak aktor di Bali meskipun bukan seniman namun sebenarnya orang Bali sudah melakukan actinya setiap hari. “Saya tertarik film ini karena karya saya selalu berakar tentang perempuan. Dan ada peran perempuan sebagai ibu, sehingga saya sangat bangga mengingatkan saya lagi bukan perempuan anak-anak lagi tapi seorang ibu dan ingin menjadi ibu bagi semua anak-anak yang memanggil ibu,” tutupnya. ama/tim/kel

Baca Juga :


Back to top button