Ajus Linggih Gerak Cepat Temui Gubernur Koster, Sampaikan Aspirasi Swakelola Sampah Minta Pansus Percepatan

Denpasar, PancarPOS | Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih, menyampaikan langsung aspirasi pelaku swakelola sampah kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan sampah di Bali yang dinilai semakin kompleks dan membutuhkan langkah nyata, kolaborasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan, terutama menjelang rencana penutupan kembali sistem open dumping di TPA Suwung pada 1 Agustus mendatang.
“Kemarin diskusi bareng dinas terkait dan pihak swakelola sampah ngebahas persoalan sampah di Bali. Sampah adalah salah satu persoalan paling kompleks yang dihadapi Bali saat ini dan membutuhkan langkah nyata, kolaborasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan,” ujar Ajus Linggih. Politisi muda Partai Golkar itu mengatakan, aspirasi dari pelaku swakelola sampah telah langsung disampaikan kepada Gubernur Bali agar pemerintah segera menghadirkan solusi percepatan penanganan sampah di Bali.
“Aspirasi dari swakelola sampah sudah saya sampaikan langsung ke Pak Gubernur Wayan Koster. Saya mendorong hadirnya solusi yang bisa mempercepat penanganan sampah di Bali, terlebih dengan adanya isu penutupan kembali TPA Suwung pada 1 Agustus nanti. Persoalan ini tidak bisa terus ditunda karena menyangkut lingkungan, kesehatan masyarakat, pariwisata, hingga masa depan Bali,” katanya.
Dalam pertemuan itu, diketahui Forum Swakelola Sampah Bali juga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) percepatan pengelolaan sampah karena waktu menuju penutupan kembali open dumping di TPA Suwung dinilai sangat singkat. “Swakelola mendorong terbentuknya pansus percepatan pengelolaan sampah mengingat waktu yang singkat sampai tanggal 1 Agustus penutupan kembali open dumping di TPA Suwung,” ujarnya.
Ajus Linggih menyebut Gubernur Bali menyambut baik aspirasi tersebut. Bahkan usai rapat, dirinya langsung diterima untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku swakelola sampah di Bali. “Pak Gubernur menyambut baik. Selesai rapat saya langsung diterima,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa mayoritas pemungutan sampah di Bali saat ini dilakukan oleh pihak swasta atau swakelola.
Karena itu, ia berharap Forum Swakelola Sampah Bali dapat menjadi mitra resmi pemerintah demi perlindungan konsumen dan penguatan tata kelola sampah di Bali. “Pada dasarnya mayoritas pemungutan sampah ini dilakukan oleh swasta. Saya berharap forum swakelola sampah ini menjadi mitra resmi pemerintah demi perlindungan konsumen,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi agenda prioritas Pemerintah Provinsi Bali dan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelaku swakelola sampah. Koster menyebut persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama dan harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir.
Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu, menekankan pentingnya percepatan transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber, penguatan peran desa dan kabupaten/kota, serta mendorong kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dan komunitas pengelola sampah agar Bali tidak terus dibayangi persoalan darurat sampah. ama/ksm/*









