Gubernur Koster dan Ny. Putri Koster Saksikan “Di Bawah Pohon Sukun”, Teater yang Hidupkan Spirit Perjuangan Bung Karno
Pementasan FSBJ VIII Angkat Kisah Pengasingan Sukarno di Ende yang Melahirkan Gagasan Besar Bangsa

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ny. Putri Suastini Koster menyaksikan pementasan teater “Di Bawah Pohon Sukun” dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (19/7/2026) malam.
Pementasan yang ditulis dan disutradarai Putu Satria Kusuma tersebut mengangkat kisah perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, saat menjalani masa pengasingan di Ende, Flores, pada 1934.
Melalui alur dramatik, pertunjukan menghadirkan potret Sukarno yang tetap menyalakan semangat perjuangan meski menjalani pengasingan sebagai tahanan politik Pemerintah Hindia Belanda.
Meski dipisahkan dari rakyat, Sukarno tidak pernah berhenti berkarya. Ia membentuk kelompok sandiwara Tonel Kelimutu dan aktif mementaskan berbagai drama yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sela aktivitasnya, Bung Karno kerap merenung di bawah pohon sukun, tempat yang kemudian dikenang sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan besar tentang kemerdekaan Indonesia.
Dari tempat perenungan itu, Sukarno merumuskan nilai-nilai luhur yang kemudian menjadi fondasi perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Kisah tersebut disajikan secara dramatik sekaligus mengajak penonton memahami bahwa perjuangan tidak selalu diwujudkan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui kekuatan pemikiran, kebudayaan, dan keteguhan menjaga cita-cita.
Pementasan “Di Bawah Pohon Sukun” mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa. Pertunjukan ini semakin memperkaya rangkaian Festival Seni Bali Jani VIII sebagai ruang ekspresi seni modern yang mampu menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, kebangsaan, dan semangat perjuangan melalui karya teater.
Festival Seni Bali Jani sendiri terus menghadirkan berbagai karya kreatif yang memadukan nilai budaya, sejarah, dan seni kontemporer sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman. mas/ama/*









