Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Bersama Bupati Dana Buka Bimtek Peternakan di Karangasem

Ajak Kaum mileneal Bangga Jadi Petani Kawal Ketahanan Pangan


Karangasem, PancarPOS | Untuk membantu mengembangkan populasi Sapi Bali, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., secara khusus menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi para petani dan peternak di Kabupaten Karangasem. Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, bersama Bupati Karangasem, I Gede Dana, juga menggalakan kegiatan Bimtek tentang Manajemen Pengembangan Peternakan di Taman Surgawi Resort and SPA, Taman Oejung, Karangasem, pada Senin (19/6/2023). Sebelumnya, kegiatan Bimtek yang bekerja sama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar ini, juga digelar untuk petani dan peternak di Kabupaten Tabanan, Gianyar, termasuk Bangli, serta Badung.

1bl#ik-047.9/6/2023

Kegiatan Bimtek yang terus digenjot oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, disambut sangat antusias oleh kelompok tani dan ternak di Bumi Lahar. Seperti diungkap oleh salah satu peserta Bimtek yang juga Ketua Kelompok Tani Ternak Gopala, I Made Kantun merasa bangga, karena Made Urip terus memberikan pencerahan kepada petani untuk ikut menjaga pengembangan dan keaslian Sapi Bali. Karena itu, mereka sangat berharap agar Made Urip setiap tahunnya bisa mengadakan Bimtek di wilayah Karangasem. “Kami berharap agar terus diberikan Bimtek yang bisa memberikan solusi, khususnya cara-cara mengembangkan peternakan yang baik dan benar,” ucapnya. Serangkaian kegiatan Bimtek yang keempat kalinya di Bali ini, seperti di kabupaten lainnya, juga sebagai wujud kerja sama Komisi IV DPR RI bersama BPTU-HPT Denpasar, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kepala BPTU-HPT Denpasar, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc., mengungkapkan Bimtek kali ini, diinisiasi dan difasilitasi langsung oleh Made Urip dengan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, melalui UPT BPTU-HPT Denpasar, khususnya untuk mengembangkan bibit Sapi Bali yang kini sudah bisa tersebar dari ujung Aceh sampai Papua. Apalagi keunggulan Sapi Bali sangat luar biasa dengan perkembangbiakan dan daging yang sangat baik sebagai flasma nutfah sapi asli di Indonesia. Ke depan diharapkan Sapi Bali ini bisa terus dijaga kelestariannya dengan peningkatan kualitas dan kuantitas melalui Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan. Selain itu, pola pemeliharaan Sapi Bali harus bisa diperhatikan dengan baik, sehingga pihaknya sangat berterima kasih kepada Made Urip yang terus mensupport pengembangan Sapi Bali. “Kami harap mohon dijaga amanah dari Pak Made Urip ini. Tolong dijaga dan dilaksanakan dengan baik lewat Bimtek kali ini,” tandasnya.

1bl#ik-016.4/4/2023

Di sisi lain, Bupati Dana menyampaikan Made Urip sangat serius dan selalu getol membantu perjuangan petani termasuk peternak di Karangasem. Bupati DK 1 T tersebut menegaskan sektor peternakan ini sebagai salah satu sumber pangan hewani yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kebutuhan ternak terus meningkat. Bahkan pasokan daging sapi di Bali masih sangat kurang, sehingga banyak didatangkan dari luar Bali terutama daging impor untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran. Namun sayangnya potensi tersebut, belum bisa digarap dengan baik, sehingga populasi Sapi Bali di Karangasem hanya sekitar 83 ribu ekor. Padahal sebelum erupsi Gunung Agung sempat terdata sampai 153 ribu, meskipun belum bisa dihitung dengan baik, akibat yang terjual mungkin belum tercatat. Karena itu, setelah munculnya PMK (penyakit mulut dan kuku) populasi Sapi Bali mulai didata dan tercatat dengan baik, agar bisa memberikan kebijakan yang benar ke depan, temasuk populasi ternak babi dan kambing.

“Sayang anak-anak sekarang tidak mau jadi petani atau peternak. Semuanya merantau. Makanya sekarang harus dididik, agar mau bekerja sebagai petani di Karangasem. Kita harus edukasi dan sekarang agar mau bertani. Karena pertanian ini sangat penting. Kalau tidak, apa yang bisa dimakan? Jadi petani jangan dipandang sebelah mata,” tegas Bupati Dana. Sementara itu, Made Urip menegaskan ingin selalu berjuang dan membantu petani dan peternak di Karangasem, karena potensinya masih sangat luar biasa. Salah satunya, melalui Bimtek kali ini untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan pengetahuan serta keterampilan teknis di lapangan, agar sektor peternakan berkembang dan dijaga dengan baik, terutama Sapi Bali karena popolasinya terus menurun. Padahal kebutuhan daging sapi masih harus dipenuhi dari daging impor, sehingga jumlah Sapi Bali ke depan harus terus bertambah.

1th#ik-039.15/5/2023

Bila perlu populasi Sapi Bali harus bisa melebihi jumlah penduduk di Bali, seperti di negara lain, karena kebutuhan daging dalam negeri belum bisa dipenuhi dengan baik. Untuk itu, melalui Bimtek ini diharapkan bisa menjaga keaslian dan flasma nutfah Sapi Bali, termasuk untuk mendukung program dan kebijakan Bali menuju Pulau Organik. “Jika mau menuju Pulau Organik kan harus ada sapinya untuk meningkatkan produksi pupuk organik. Inilah yang harus kita dorong secara terus menerus,” sentil Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan tertinggi ke-7 di seluruh Indonesia itu, seraya mengajak masyarakat, khususnya generasi mileneal, agar bangga menjadi petani untuk mengawal dan menjaga ketahanan pangan. Apalagi sudah ada peringatan krisis pangan dunia, seperti di Korea Utara yang sedang menghadapi krisis pangan.

“Kita pun bisa saja menghadapi krisis pangan, karena banyak alih fungsi lahan, sehingga tanah kelas 1 pertanian ini mulai habis akibat terdesak untuk kepentingan lain. Nah kalau terjadi krisis pangan kan bahaya,” beber M-U. Untuk itulah, Made Urip mengajak petani dan peternak, agar melindungi lahan produktif agar tidak dialihfungsikan untuk kepentingan di luar sektor pertanian. Apalagi perlu disadari untuk membuka lahan baru di sektor pertanian di Bali sudah tidak mungkin lagi. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button