Usulan Lokasi Baru Tanpa Kajian, Ketua Komisi IV DPR RI Tolak Taman Nasional Dijadikan Bandara

Buleleng, PancarPOS | DPR RI mengirim Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perikanan serta Perum Bulog ke Bali untuk meninjau langsung calon lokasi bandara Bali Utara di Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng beberapa waktu yang lalu, karena ada usulan lokasi bandara baru disana . Sayangnya, sebelum tiba di lokasi tersebut, rombongan mendadak membatalkan kunjungan ke lokasi dengan alasan belum ada kajian apa-apa terkait rencana bandara di lokasi tersebut.

“Taman Nasional Bali Barat tidak bisa diubah,” kata Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, SE., sebagai pimpinan rombongan kepada wartawan, seraya melanjutkan Taman Nasional Bali Barat jika ditetapkan sebagai calon lokasi bandara itu, selain harus menghadapi masalah kepunahan, tingkat kebisingannya pun juga sangat tinggi sekali. “Yang namanya burung langka, binatang langka sangat sensitif sekali. Jangankan dengar suara pesawat yang kencang, denger suara mobil saja pasti lari, pasti stress dan bisa mati,” sentilnya saat itu.
Pihaknya sangat mendukung pembangunan di Bali, seperti rencana bandara Bali utara ini. Namun ia mengingatkan jangan sampai pembangunan ini merusak alam, apalagi merambah kawasaan hutan di Taman Nasional Bali Barat. Terlebih Gubernur Bali, Wayan Koster mengusung Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang katanya berpihak kepada pelestarian alam Bali. “Saya dukung pembangunan, tapi tolong jangan merusak alam. Saya yakin saudara-saudara saya di Bali, untuk perlindungan alam nomor satu,” tegasnya.

Sudin pun mengingatkan alam bisa murka dan tidak akan menjaga manusia lagi jika manusia tidak bisa menjaga alam. “Kalau kita tidak menjaga alam, yakin alam tidak akan menjaga kita,” pesan legislator asal Lampung ini. Rombongan Komisi IV DPR RI yang terdiri dari Fraksi PDI Perjuangan, Gerindra, dan Golkar ternyata harus batal meninjau lokasi bandara di Desa Sumber klampok. “Agenda kunjungan malah diganti dengan menggelar pertemuan bersama masyarakat setempat di Wantilan TNBB, sekaligus mendengarkan laporan Luguh, Kepala Desa Sumberklampok tentang kawasan konservasi, Curik Bali dan Hutan Lindung Taman Nasional Bali Barat yang terancam punah,” kata Ketua LSM Gema Nusantara Antonius Senjaya Kiabeni kepada PancarPOS, pada Jumat, 15 Juli 2022.
Selanjutnya Antonius mengingatkan kembali pihaknya bersama Komponen Masyarakat Buleleng pasang badan penuh menolak rencana revisi RTRWP Bali yang mencantumkan Pasal yang menyebut Desa Sumberklampok/ Gerokgak sebagai lokasi bandara yang akan mengancam habitat kawasan Taman Nasional Bali Barat. “Kasihan apa kata anak cucu kita nanti,” ujarnya, seraya menyebutkan sampai detik ini, sebagai masyarakat Buleleng yang terdampak langsung atas proyek di daerahnya belum pernah mendapat pemberitahuan pembahasan terkait hal diatas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang nota bene pemilik lahan hutan dan pengelola lahan hutan lindung TNBB.

“Membahas saja belum? bagaimana bisa mendapatkan perijinan?,” tutupnya. tim/ksm









