Daerah

Ny. Putri Koster Ingatkan Bahaya Gawai dan Rendahnya Konsumsi Ikan


Tabanan, PancarPOS | Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Tabanan, Rabu (18/2/2026), tak hanya bicara soal bantuan sosial. Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyoroti dua isu krusial keluarga Bali: dampak penggunaan gawai pada anak dan rendahnya konsumsi ikan.

Kegiatan yang berlangsung di tiga lokasi, yakni Desa Kukuh, Kecamatan Marga; Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri; dan Desa Kebontingguh, Kecamatan Tabanan, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Di Desa Banjar Anyar, Putri Koster secara khusus mengingatkan para ibu agar lebih bijak dalam memberikan akses gawai kepada anak-anak. Menurutnya, penggunaan gawai berlebihan berpotensi merusak kesehatan mata akibat paparan radiasi dan berdampak pada kesehatan mental anak.

“Ibu-ibu harus tegas membatasi penggunaan gawai. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa interaksi sosial yang sehat karena terlalu lama di depan layar,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak. Pola asuh yang bijak, pengawasan penggunaan teknologi, dan komunikasi yang intens menjadi kunci.

Sementara itu, di Desa Kebontingguh, Putri Koster menyoroti rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Bali yang masih di bawah rata-rata nasional. Padahal, ikan kaya protein dan omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan anak.

“Ikan itu sumber gizi yang sangat baik. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai program untuk memudahkan masyarakat mendapatkan ikan berkualitas. Saya harap ibu-ibu rajin mengolahnya untuk keluarga,” katanya.

Dalam kegiatan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali juga menyerahkan 50 paket Gemarikan sebagai bentuk dukungan peningkatan konsumsi ikan.

Tak hanya itu, aksi sosial juga dirangkaikan dengan pembagian bantuan kepada 50 penerima yang terdiri atas balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kader PKK. Bantuan tersebut meliputi beras, telur, dan susu.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyalurkan multivitamin, sementara Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali memberikan susu tambahan bagi ibu hamil dan balita. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menyerahkan paket sembako untuk lansia.

Putri Koster kembali menegaskan bahwa TP PKK adalah motor penggerak partisipasi masyarakat.

“Kader PKK harus hadir dan bergerak. Kita bukan hanya membagikan bantuan, tetapi membangun kesadaran dan perubahan perilaku,” tegasnya.

Melalui rangkaian kegiatan di tiga kecamatan ini, ia berharap keluarga-keluarga di Tabanan semakin sadar pentingnya pola hidup sehat, pengasuhan yang tepat, dan ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya lokal. mas/ama/*


Back to top button