Daerah

Tak Kenal Lelah, MU Turba Buka Serentak Dua Lomba Mancing Mania

"Berpolitik Lapangan Pengabdian, Bukan Hanya Cari Suara Saat Pemilu"



Tabanan, PancarPOS – Ketua DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., nampaknya tak bisa hanya duduk di belakang meja, namun malah terus turun ke tengah masyarakat. Daripada duduk dan diam di kursi empuk wakil rakyat di Senayan, Anggota Komisi IV DPR RI yang sudah terpilih lima periode itu, lebih memilih turun ke bawah (Turba) menemui masyarakat, khususnya para petani dan krama subak. Seperti sehari sebelumnya, sudah menyerahkan bantuan paket Alsintan (alat dan mesin pertanian) di Desa Songan, Kintamani Bangli, Sabtu (18/1/2020), senilai total Rp.1,394 miliar. Kali ini, tak pernah merasa lelah, anggota dewan yang dijuluki kaum marhaen sebagai wakil rakyat “sejuta traktor” itu, kembali Turba maraton untuk membuka lomba mancing dua tempat secara serentak di Kabupaten Tabanan, sekaligus sebagai rangkaian untuk menyemarakan HUT ke-47 PDI Perjuangan, Minggu (19/1/2020).

Insert foto : Ketua DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si saat merayakan HUT ke-47 PDI Perjuangan usai turba maraton membuka lomba mancing mania secara serentak di Tabanan, Minggu (19/1/2020).

“Rangkaian HUT ke-47 PDI Perjuangan kita laksanakan lomba mancing serentak di dua titik,” ungkap Made Urip yang kini akrab disapa MU, usai membuka lomba mancing mania yang juga dihadiri Ketua DPC PDIP Tabanan, sekaligus Wakil Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.MM., bersama Anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa alias Sadham saat lomba mancing mania yang digelar ST. Tri Wikrama di Saluran Telabah Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan. Sementara itu, Lomba mancing mania yang digelar STT. Eka Semaya Murti di Banjar Denbantas, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, juga dihadiri Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali dan Tabanan, I Made Suparta dan I Gusti Komang Wastana. “Kegiatan lomba mancing ini untuk mendekatkan partai dengan rakyatnya, ajang untuk bertemu masyarakat, dan lomba mancing ini bisa dihadiri oleh segala usia,” tandas politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu.

Baca juga : MU Gempur Kintamani, Gelontorkan Bantuan Senilai Total Rp1,394 Miliar

Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup ini, juga tak pernah mengeluh memperjuangan aspirasi dan usulan masyarakat bawah, terutama para petani dan krama subak. Bahkan, selama dipercaya dan dipilih kali kelima sebagai Anggota DPR RI dengan dukungan suara terbanyak di Bali dan ketujuh nasional (255.130 suara), tetap tak kenal lelah turun ke bawah. Karena jalan politik Made Urip selalu ada atau pun tidak hajatan politik, akan terus Turba. Apalagi, ratusan peserta dan masyarakat juga nampak sangat antusias mengikuti lomba mancing di dua titik itu. “Karena berpolitik bukan hanya untuk mencari suara saat Pemilu, tetapi politik adalah lapangan pengabdian,” tegas Made Urip. Sejak kembali dilantik 1 Oktober 2019 lalu, kegiatan politik Made Urip sebagai Anggota DPR RI selalu dilalui dengan beragam aktivitas turun langsung ke tengah masyarakat, diantaranya dengan menghadiri undangan kegiatan adat dan upacara keagamaan maupun kegiatan lomba mancing hingga ke pelosok desa.

6bl-bn#17/1/2020

Uniknya undangan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut sebagian besar bersifat non formal, karena hanya lewat telepon dan SMS atau WA (pesan singkat, red). Meskipun begitu wakil rakyat yang berpenampilan sangat sederhana ini, sudah dipastikan akan hadir. “Undangan yang disampaikan masyarakat, biasanya hanya lewat SMS, namun saya pastikan setiap undangan harus bisa hadir. Jika berhalangan hadir pun, pasti ada yang sudah mewakili undangan itu,” bebernya. Terutama selama agenda Reses (kegiatan di luar gedung DPR RI) maupun saat Kundapil (kunjungan daerah pemilihan), satu persatu undangan masyarakat dihadiri secara maraton. “Selaku wakil rakyat yang dipilih masyarakat, wajib hukumnya untuk mendatangi kembali masyarakat yang menjadi pemilihnya. Inilah saatnya rakyat menguji wakil rakyat pilihannya, apakah benar-benar konsisten memperhatikan aspirasi dan keinginannya yang mesti diperjuangkan sesuai dengan bidangnya masing-masing?,” ujar Made Urip.

Baca juga : Tim Hukum Temui Dewan Pers, PDIP Tak Ancam Kebebasan Pers

Seperti undangan lomba mancing yang digelar oleh masyarakat dan para generasi muda yang tergabung dalam wadah STT. Tujuannya pasti untuk penggalian dana masyarakat, selain juga dimamfaatkan sebagai sarana hiburan sekaligus mendukung program menciptakan kali bersih Pemkab Tabanan. Untuk itulah, Made Urip juga selalu memberikan dorongan semangat para Mancing Mania dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Apalagi Kabupaten Tabanan memiliki potensi di sektor perikanan, sekaligus sebagai masyarakat pesisir banyak berprofesi sebagai nelayan dengan membentuk kelompok nelayan yang telah lama dibantu oleh Made Urip melalui program penguatan modal, seperti Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Tangkap, Sarana dan Prasarana serta alat tangkap. Demikian juga kelompok-kelompok Budidaya air tawar dengan penguatan modal, berupa PUMP Budidaya. aka/jmg

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close