Bupati Adi Arnawa Target Pengendali Banjir di Kuta Rampung November 2026

Badung, PancarPOS | Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau pelaksanaan proyek strategis pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Kuta, Sabtu (18/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sebagai upaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya di kawasan Badung Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati meninjau pekerjaan pembangunan drainase pengendali banjir pada ruas Jalan Basangkasa hingga Jalan Sunset Road, Kecamatan Kuta. Proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan sistem pembuangan irigasi dengan total ruas yang akan ditangani sepanjang 6.330 meter persegi.
Turut mendampingi Sekretaris Daerah Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, lurah dan perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan banjir di kawasan Jalan Dewi Sri telah menjadi persoalan yang berulang setiap musim hujan. Menurutnya, proyek tersebut akhirnya dapat direalisasikan pada tahun ini setelah anggarannya tersedia dalam APBD Induk Tahun 2026.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujar Adi Arnawa.
Selain pembangunan drainase, Pemkab Badung juga akan memperkuat sistem pengendalian banjir dengan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk mengalirkan air dari Tukad Mati menuju Teluk Benoa saat debit air meningkat.
Bupati juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan karena keberhasilan sistem drainase sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apa pun dan sebaik apa pun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” tegasnya.
Adi Arnawa menargetkan seluruh pekerjaan pengendalian banjir tersebut dapat diselesaikan paling lambat November 2026 sehingga siap menghadapi puncak musim hujan pada Desember mendatang.
Ia juga mengungkapkan penanganan banjir akan dilanjutkan di kawasan Seminyak, khususnya di depan Kantor Kelurahan Seminyak dan eks Kantor BPBD Badung, setelah studi kelayakan selesai.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap. Konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air dari wilayah utara. Embung ini nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebagai sumber air bersih,” ungkapnya.
Pemkab Badung berharap pembangunan drainase, normalisasi Tukad Mati, penambahan pompa, serta pembangunan embung dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat. mas/ama/*









