[democracy id=”3″]
Menurut Dr. Dadang apabila peserta calon ASN PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperkirakan mencapai 9.000 sampai 12.000 orang dari seluruh Kabupaten Kota di Bali dengan menggelar proses seleksi mulai tanggal 17 sampai 23 November 2023. “Kami ditunjang perangkat komputer mencapai kurang lebih 318 komputer. Kemudian, dalam sehari bisa dilakukan tiga sesi. Kami siapkan aula dengan kapasitas 260 orang, ruang B sekitar 400 orang, dan ruang C sebagai back up ruangan. Maka kami sangat siap untuk menyelenggarakan test calon ASN ini,” tegasnya.

Ia menerangkan dalam proses calon ASN ini tingkat kerahasiaannya sangat tinggi. Dr. Dadang menegaskan peserta calom ASN pun tidak boleh melakukan kegiatan memfoto di sekitar areal tes. “Materi tes disediakan oleh pusat. Setelah test dilakukan, ruangan tersebut disegel langsung. Untuk skor atau nilainya bisa dilihat. Maka dijamin tidak bisa ada titipan-titipan dari luar. Jumlah yang akan diterima kami tidak tahu, tapi diperkirakan persentase penerimaannya sekitar 30%,” katanya.
Sementara itu, lokasi ITB STIKOM Bali dipilih sebagai titik tes calon ASN diduga karena lokasi kampus yang strategis berada di tengah perkotaan, di mana berkaitan dengan PNS BKKBN dan instansi PNS lainnya yang dekat aksesnya di wilayah Renon, Kota Denpasar. “Hal penting lainnya adalah ketersediaan listrik, di sini termasuk ring 1. Listrik ini sangat dibutuhkan karena berkaitan hubungan langsung dengan pusat. Tidak pakai wifi, tapi langsung internet lewat satelit pusat. Kami pun tidak bisa akses internet mereka,” ujarnya. uma/ama/kel






