Denpasar, PancarPOS | Astra Motor Bali kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman. Kali ini, edukasi menyasar kalangan pekerja dengan menggandeng karyawan PT Taurus Gemilang Group dalam kegiatan safety riding yang digelar di Denpasar pada 29 Maret 2026.
Sebanyak 35 karyawan terlibat langsung dalam kegiatan ini, yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga pemahaman mendalam terkait risiko nyata di jalan raya. Edukasi dibawakan oleh Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, yang secara tegas menyoroti bahaya microsleep sebagai ancaman laten yang kerap diabaikan pengendara.
Dalam pemaparannya, Yosepth menekankan bahwa berkendara tidak cukup hanya menguasai teknik dasar. Lebih dari itu, pengendara dituntut memiliki kemampuan membaca situasi dan memprediksi potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja di jalan.

Ia mengingatkan bahwa microsleep atau kondisi tertidur sesaat tanpa disadari menjadi salah satu faktor risiko paling berbahaya. Dalam hitungan detik, kehilangan fokus dapat berujung pada kecelakaan fatal, terlebih saat berkendara dalam kondisi lelah atau kurang istirahat.
Peserta edukasi dibekali berbagai materi penting, mulai dari teknik hazard prediction, mengenali tanda-tanda kelelahan, hingga langkah konkret untuk mencegah microsleep. Penekanan diberikan pada pentingnya memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara, termasuk cukup tidur dan tidak memaksakan diri saat lelah.
Pendekatan edukatif ini menjadi bagian dari strategi Astra Motor Bali untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan utama yang harus tertanam dalam setiap pengendara.
Perwakilan PT Taurus Gemilang Group, Agung Anton, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan dan membuka wawasan para karyawan tentang pentingnya keselamatan berkendara.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan perspektif baru bahwa berkendara yang baik bukan hanya soal kemampuan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga soal tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain di jalan.
Lebih jauh, ia menyatakan komitmen untuk menyebarkan semangat safety riding dan kampanye #Cari_Aman ke lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan masyarakat.

Langkah ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan tidak berhenti pada peserta, tetapi berpotensi menjadi gerakan berantai dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman.
Astra Motor Bali melalui program ini berharap setiap peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keselamatan ke lingkungannya masing-masing. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, terutama menjelang dan saat momentum hari besar seperti Lebaran, edukasi semacam ini menjadi semakin krusial. Astra Motor Bali menegaskan akan terus konsisten menghadirkan program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Komitmen ini sekaligus menjadi bukti bahwa keselamatan berkendara adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan jalan raya yang lebih aman, nyaman, dan beradab. uni/ama


