Bekasi, PancarPOS | Pada Minggu (26/6/2023) menjadi hari terakhir bagi mahasiswa dan mahasiswi LSPR yang berada di bawah ReDu menjalankan aksi sosial mereka di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Selama empat minggu terakhir, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi LSPR program studi komunikasi konsentrasi International Relations tersebut telah mengajak anak-anak di sekitar kawasan Bantar Gebang untuk lebih peka dan peduli terhadap pengolahan sampah dan perubahan lingkungan.

Mengusung tagar Recycling waste for better future, ReDu (Recycle, Reuse, Reduce, and Do) merupakan gerakan sosial yang diusung oleh mahasiswa dan mahasiswi IRC24-5SP sebagai bentuk kepedulian mahasiswa LSPR terhadap masyarakat sebagai wujud nyata dari Community Development. Selain itu, gerakan yang diketuai oleh Rina Nurjanah ini sendiri juga merupakan aksi nyata dalam menjelaskan pentingnya dan bahaya Climate Change serta permasalahan lingkungan lainnya, khususnya dampak sampah terhadap lingkungan.
Dalam menjalankan kegiatannya, ReDu melakukan kolaborasi dengan Rumah Baca Umi (Rumi) dalam memberikan edukasi tehadap anak-anak di kawasan Bantar Gebang yang sulit mendapatkan akses pendidikan formal dalam memenuhi poin ketiga Sustainable Development Goals (SDG), Quality Education. Melalui kolaborasi tersebut, ReDu juga mengajak anak-anak Bantar Gebang untuk menjaga lingkungan sebagai implementasi poin ketiga belas SDG, Climate Action melalui berbagai kegiatan seperti mewarnai, membuat kerajinan tangan, dan berbagai permainan edukatif lainnya.

Salah satunya dapat terlihat dari kegiatan storytelling yang dibawakan oleh Ramdan yang menekankan pentingnya tidak membuanng sampah sembarangan sebagai salah satu cara mudah dalam menjaga dan menyelematkan lingkungan. Kegiatan interaktif yang dilakukan tersebut sukses membuat anak-anak tertawa riang sembari mendapatkan pengetahuan baru terhadap permasalahan lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan visi ReDu itu sendiri untuk memberikan edukasi non formal terhadap permasalahan lingkungan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Pada akhir acara, Jasea Property yang berada dibawah naungan Muhammad Imamuddin sebagai bagian dari ReDu turut memberikan bantuan pendidikan terhadap anak-anak Bantar Gebang untuk terus melanjutkan penddidkan secara formal. Pasalnya, Imammudin menjelaskan pentingnya pendidikan formal sebagai salah satu hal yang perlu diperjuangkan. Lebih lanjut, ia berharap agar bantuan tersebut dapat menjadi cambuk semangat bagi anak-anak Bantar Gebang untuk terus mengenyam pendidikan. tim/ama/ksm/yar






