Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Tantang Petani Tingkatkan Capacity Building, Maraton Gelar Bimtek Hilirisasi Kopi di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Setelah Kabupaten Bangli, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., secara maraton melanjutkan kembali agenda Bimbingan Teknis atau Bimtek Peningkatan Capacity Building Nilai Tambah dan Daya Saing Hirilirasi Kopi di Tabanan. Bimtek yang bekerja sama dengan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Direktorat PPHP, Ditjen Perkebunan, Kementan) itu, digelar di Kampung Kopi Camp, Pupuan, Tabanan, pada Kamis (16/5/2024). Kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan  ini, datang dengan penuh perjuangan melewati medan yang menantang bersama calon Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari, SE., alias M-U yang disambut oleh tokoh asal Desa Padangan, Kecamatan Pupuan yang juga mantan Anggota DPRD Bali, I Gede Suamba, bersama ratusan peserta Bimtek.

1bl#ik-025.9/5/2024

Salah satu peserta Bimtek, sekaligus Ketua Kelompok Petani Wana Lestari, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, I Wayan Sukiarta mengucapkan terima kepada Made Urip yang sangat rajin menggelar Bimtek. Berkat kegiatan Bimtek ini, juga sudah sangat dirasakan manfaatnya, karena diberi berbagai ilmu dan wawasan yang diajarkan dari awal hingga pemasarannya. “Jadi kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip yang selalu membantu para petani kopi, khususnya di Pupuan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Kabid Perkebunan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti, SE, mewakili Kadis Pertanian Tabanan, menyampaikan penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan di Tabanan untuk ketersediaan pangan sebagai prioritas utama, salah satunya dengan memacu sentra komoditas perkebunan sebagai daya saing pasar lokal yang menembus pasar ekspor.

Dikatakan, melalui Bimtek yang terus digenjot oleh Made Urip bersama Direktorat PPHP, Ditjen Perkebunan, Kementan ini, bisa meningkatkan produksi dan kualitas produk unggulan, seperti kopi dan kakao. Oleh karena itu, pihaknya memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Made Urip yang telah membantu dan memfasilitasi agenda Bimtek untuk meningkatkan produkltifitas kopi di Tabanan. “Kami juga berharap agar Bimtek ini diikuti dengan baik untuk memajukan produktifitas kopi di Tabanan,” ucapnya. Di sisi lain, mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Nyoman Gede Surendra Atmaja selaku Penyuluh Pertanian Ahli Muda, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Made Urip yang selalu konsisten dan terus konsen di sektor pertanian. Dikatakan kegiatan Bimtek ini sebagai bentuk kepedulian Made Urip untuk mengembangkan usaha perkebuhan sebagai penopang ekonomi Bali  dan penyumbang devisi negara.

1th#ik-072.21/8/2023

Apalagi Bali juga memiliki komoditi unggulan, seperti Kopi Kintamani dan Kopi Pupuan yang merambah pasar ke negara Eropa yang menjadi potensi yang masih sangat luar biasa. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingi untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Bali. Untuk mengembangkan produktifitas kopi ke depan sangat tepat diberikan Bimtek, agar bisa semakin terkenal di pasar nasional maupun ekspor sebagai sumber devisi negara. “Kami sangat mengucapkan terima kasih atas dukungan Pak Made Urip, khususnya di sub sektor perkebunan untuk meningkatkan nilai dan daya saing produk kopi di Bali,” tandasnya. Dedy Setyo Dewantoro, SE., MM., Kasubag Tata Usaha, mewakili Direktorat PPHP, Ditjen Perkebunan, Kementan secara singkat menegaskan Bimtek kali ini, secara khusus untuk memajukan perkembangan produktifitas kopi. Kegiatan Bimtek ini, juga untuk meningkatkan capacity building petani kopi di Pupuan, sebagai salah satu emas hitam bagi devisi negara.

Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip menyebutkan agenda Bimtek sebagai wujud kerja sama Kementan dengan Komisi IV DPR RI yang khusus mengurus pangan atau perut rakyat. Ditegaskan kembali sebelumnya, juga menggelar Bimtek di Kabupaten Bangli sebagai basis kopi untuk menambah wawasan dan keterampilan para petani dan krama subak dengan menghadirkan narasumber dan praktisi kopi. Made Urip yang sudah 5 periode mengawal sektor pertanian akan terus bergerak untuk mengadakan Bimtek ke seluruh Bali. Oleh karena itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, sangat berharap kepada petani kopi, khususnya di Pupuan agar bisa terus berinovasi untuk meningkatkan produktifitas kopi yang harganya sedang melonjak luar biasa. Namun sayangnya hal itu, belum bisa terjawab dengan baik, karena produktifitas kopi di Bali malah sedang menurun, padahal dari sisi kebutuhan pasarnya saat ini sangat luar biasa. Hal ini menandakan kopi semakin menjadi tren dunia, sehingga produksi kopi harus terus ditingkatkan dan menjadi prioritas ke depan termasuk produksi coklat atau kakao yang mengalami kenaikan harga yang signifikan.

1th#ik-014.25/2/2024

Apalagi selama pandemi Covid-19 hanya sektor petanian, terutama di sub sektor perkebunan yang satu-satunya bertahan dan menjadi penyelamat ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Anggota DPR RI yang  terpilih dengan 225.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional tersebut, akan terus memberikan dukungan dan bantuan untuk meningkatan pertumbuhan produktifitas sektor pertanian, termasuk di sub sektor perkebunan, terutama subak abian dan subak basah melalui program aspirasi. Salah satunya melalui agenda Bimtek yang akan dianggarkan dari Pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik untuk para petani dan krama subak ke depan. “Jadi sub sektor perkebunan ini, agar memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat di pedesaan. Harap Bimtek ini, juga diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir. Mudah-mudah ada manfaatnya untuk memajukan petani kopi di Pupuan ini,” pungkas M-U. ama/ksm

Baca Juga :


Back to top button