Politik dan Sosial Budaya

Lanjutkan Bimtek Peternakan di Gianyar, Made Urip: Bali Organik Tidak Bisa Hanya Diomongkan Saja


Gianyar, PancarPOS | Setelah di Kabupaten Tabanan, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka bimbingan teknis (Bimtek) bagi para petani dan peternak di Green Kubu Cafe, Tegallalang, Gianyar, pada Kamis (15/6/2023). Seperti sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, menggalakan kegiatan Bimtek tentang Manajemen Pengembangan Peternakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar.

1bl#ik-047.9/6/2023

Di sela-sela membuka Bimtek tersebut, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga sempat menggelontor bantuan sapi betina produktif secara simbolis kepada Kelompok Tani Ternak Puncak Mentik Desa Kerta Payangan, Gianyar dan Kembar Jaya Desa Pengotan Bangli. Selain itu, juga diserahkan bantuan program KBR (Kebun Bibit Rakyat), yakni Kelompok Tani Jati Asri, Kelompok Tani Muda Keren dan Kelompok Tani Mewangun Amerta. Salah satu penerima bantuan, I Wayan Sukarta selaku Ketua Kelompok Tani Mewangun Amerta, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Made Urip. “Kami berharap ke depan Pak Made Urip bisa terus melanjutkan perjuangan petani, agar bisa terus maju ke depan,” paparnya.

Dibeberkan panitia kegiatan Bimtek ini, sebagai wujud kerja sama Komisi IV DPR RI bersama BPTU-HPT Denpasar, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pengembangan ternak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bimtek ini, juga diikuti sebanyak 90 peserta yang berasal dari kelompok tani dan gabungan peternak di Kabupaten Gianyar dan Bangli. Saat itu, Kepala BPTU-HPT Denpasar, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc., menyampaikan Bimtek kali ini akan menjadi sharing informasi dan pengetahuan tentang sektor peternakan, khususnya untuk pengembangan populasi Sapi Bali ke depan.

1th#ik-039.15/5/2023

Keunggulan Sapi Bali ini, dikatakan sudah tersebar ke seluruh Indonesia dan satu-satunya dikembangkan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali. Bahkan, khusus di Bali sudah ada Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak atau BPTU-HPT Denpasar, sehingga melalui Bimtek ini sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan Sapi Bali di lapangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, agar lebih maju dan sejahtera. Untuk itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada Made Urip yang terus konsisten menggelar Bimtek untuk pengembangan Sapi Bali. “Karena berkat beliau Bimtek ini bisa terlaksana dengan baik, dan kita akan terus mengawal progress Bimtek ini melalui kelompok tani ternak yang berkembang di Bali,” pungkasnya.

Kadis Pertanian Gianyar, Ir. Anak Agung Putri Ari merasa bersyukur bisa ikut bertatap muka dengan Made Urip melalui Bimtek untuk pengembangan peternakan di Gianyar. Apalagi sangat banyak bantuan diberikan Made Urip selama ini, seperti program bantuan bibit sapi betina produktif, termasuk bibit kambing dan itik. “Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Pak Urip selama ini,” ucapnya singkat. Di sisi lain, Made Urip kembali menjelaskan Bimtek yang mengangkat tema Manajemen Pengembangan Peternakan ini, untuk menambah wawasan, khususnya yang terkait hal teknis untuk petani ternak di Gianyar dan Bangli. Apalagi populasi Sapi Bali jumlahnya hanya sekitar 500 ribu ekor, karena jumlahnya terus menurun, sehingga harus digenjot melalui program lain yang lebih maksimal.

1bl#ik-016.4/4/2023

Karena itu, ajang Bimtek ini sangat strategis untuk meningkatkan populasi Sapi Bali. Perlu disadari Bali Organik tidak bisa hanya bisa diomongkan saja tanpa adanya ternak untuk memproduksi pupuk organik. Karena itu, harus dipikirkan bagaimana meningkatkan jumlah Sapi Bali ini, agar bisa menghasilkan pupuk organik. “Untuk menuju Bali Organik, maka jumlah Sapi Bali harus diperbanyak, sehingga melalui Bimtek ini harus dirembukkan untuk mendorong populasi Sapi Bali,” tegas Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan tertinggi ke-7 di seluruh Indonesia itu, seraya menegaskan Sapi Bali sangat unggul dan tidak kalah dengan daging sapi impor. Potensi inilah yang menjadi ketangguhan Sapi Bali yang harus dijaga kelestariannya ke depan.

Untuk itu, M-U mendesak seluruh petani dan peternak harus ikut berupaya mempertahankan flasma nutfah Sapi Bali ke depan yang perlu juga dibahas melalui Bimtek kali ini. Apalagi sampai sekarang negara belum mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri. “Saya berharap agar ikuti dari awal hingga berakhir Bimtek ini,” tutup M-U. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button