Hukum dan Kriminal

Diduga Seret Nama Mantan Sekda Gianyar, Pasangan WNA Asal Swiss Lawan Gugatan Eksekusi Tanah


Gianyar, PancarPOS | Warga Negara Asing (WNA) inisial W (58) asal Swiss dan istrinya Ni Ketut Meiyani (44) asal Sesetan Denpasar Selatan terkejut menerima surat Nomor W.24.U1/6866/HK.02/10/2022 tertanggal 3 Oktober 2022 tentang pemberitahuan pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata Nomor 20/Pdt.Eks.Riil/2022/PN Dps. Jo. Nomor 56/Eks/2022/PN Dps. Dalam surat tersebut menyampaikan bahwa Pengadilan Negeri Denpasar meminta kepada penghuni obyek eksekusi di Jalan Sekar Sari Gang Melasti, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu Denpasar Timur akan melaksanakan eksekusi, pada Rabu 12 Oktober 2022, dan minta kepada penghuni obyek untuk melakukan pengosongan satu bidang tanah dan bangunan yang berdiri melekat sesuai sertifikat hak milik Nomor 3849/Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar seluas 2922 M2 atas nama Dr. I Made S yang dibeli secara lelang berdasarkan kutipan risalah lelang Nomor 85/65/2022 tertanggal 25 Januari 2022 yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar.

1th#ik-6/10/2022

Dalam surat tersebut tercantum Dr. I Made S sebagai pemohon eksekusi riil melawan Tjia KH sebagai termohon eksekusi riil. Menerima surat eksekusi tersebut membuat pasangan suami istri yakni W (58) asal Swiss dan istrinya Ni Ketut Meiyani (44) mendatangi Kantor Hukum Togar Situmorang Law Firm untuk melakukan gugatan perlawanan. Penasehat Hukum Ni Ketut Meiyani, Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA saat menggelar konferensi pers di kantornya Jalan Raya Gumicik, Gang Melati Nomor 8 By Pas Prof. Ida Bagus Mantra Ketewel mengatakan, kliennya mengajukan gugatan perlawanan terhadap Dr. I Made S karena kliennya menerima surat perihal pemberitahuan pelaksanaan eksekusi dalam perkara Nomor 20/Pdt.Eks.Riil/2022/PN Dps. Jo. Nomor 56/Eks/2022/PN Dps. “Bahwa klien saya Ni Ketut Meiyani (44) tidak mengetahui persoalan tentang pelelangan tanah yang dimenangkan oleh Dr. I Made S. Kliennya Ni Ketut Meiyani kaget menerima surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi, karena klien saya dengan Tjia KH memiliki perjanjian sewa menyewa pada 23 Oktober 2018 dengan masa sewa berakhir 31 Oktober 2024,” urai Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA.

Lebih lanjut Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA menjelaskan, karena hal tersebut kliennya Ni Ketut Meiyani mengajukan upaya verset terhadap putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 20/Pdt.Eks.Riil/2022/PN Dps. Jo. Nomor 56/Eks/2022/PN Dps bahwa kliennya tidak ada memiliki hubungan hukum dengan Dr. I Made S melainkan Tjia KH yang memiliki hubungan hukum dengan Dr. I Made S. “Terbitnya surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi klien saya Ni Ketut Meiyani tidak mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti, atau mrlaksanakan isi dari surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi tersebut,” tegas Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA. Lanjut Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA bahwa menjadi suatu hal yang sangat tidak mencerminkan keadilan, apabila terjadi pelaksanaan eksekusi terhadap kliennya Ni Ketut Meiyani di mana tidak ada permasalahan hukum dengan Dr. I Made S dan Tjia KH.

1th#ik-14/8/2022

“Kliennya Ni Ketut Meiyani memiliki niat baik untuk menjalankan eksekusi, apabila proses pelaksanaan eksekusi dilaksanakan berdasarkan perjanjian sewa menyewa yang dibuat kliennya Ni Ketut Meiyani dengan Tjia KH, dan klien saya Ni Ketut Meiyani minta kepada Ketua Pengadilan Negeri Denpasar untuk menangguhkan pelaksanaan eksekusi Nomor 20/Pdt.Eks.Riil/2022/PN Dps. Jo. Nomor 56/Eks/2022/PN Dps,” tegas Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA menjelaskan, kliennya Ni Ketut Meiyani telah memiliki cukup bukti mengikat, salah satunya memenangkan perkara di Pengadilan Negeri Denpasar, lewat putusan Perdata Nomor 973/Pdt.G/2021/PN.Dps tertanggal 24 Mei 2022 dengan penggugat Walter K dan tergugat Tjia KH.

Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA memaparkan, bahwa bukti – bukti telah dikumpulkan termasuk ada temuan perjanjian sewa menyewa yang konon tidak diketahui kliennya Ni Ketut Meiyani serta temuan surat perjanjian diduga menyeret nama Cokorda Istri RM (64) dengan Ni Ketut Meiyani. “Tjia KH menjanjikan membangunkan rumah kayu di sekitar Lembeng, selama kontrak berjalan sebelum habis tahun 2024, karena Ni Ketut Meiyani tertarik setelah survei, klien saya percaya dan mau, lalu dibuatkan perjanjian sewa antara Ni Ketut Meiyani dengan pemilik lahan, bukan dengan Tjia KH tetapi dengan pemilik tanah asal Cok GPN. Cuma dipikirnya sudah diserahkan uangnya antara Tjia KH dan Cok GPN diduga mantan Sekda Gianyar, dalam surat jelas ada perjanjian, tanah sampai tahun 2036, dimana di awal dibayar Rp.100 Juta per tahun, karena dianggap sudah selesai, akhirnya Ni Ketut Meiyani berani memberi uang DP sebesar Rp.1,6 Milliar dan dibuat pernyataan tanggal 13 Januari 2018, dengan nilai nominal kewajibannya Rp.2,4 Milliar,” papar Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA.

1bl#ik-21/7/2021

“Setelah DP Rp.1,6 Miliar diserahkan ke Tjia KH, faktanya bangunan tidak jadi, bahkan Cok GPN setelah didatangi Ni Ketut Meiyani juga mengaku tidak pernah menerima uang,” kata Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA. “Kami duga apa yang ada dalam perjanjian ini adalah palsu, ini juga akan kami laporkan. Ini kami anggap palsu, sehingga kliennya Ni Ketut Meiyani tertarik untuk menyerahkan uang ke Tjia KH,” tegas Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA. Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA menjelaskan, dalam kasus kliennya Ni Ketut Meiyani turut menerima surat pernyataan dari Tjia KH. Tjia KH menyatakan menjual rumah kayu yang terpasang di tanah Lembeng, Gianyar, sesuai nota Nomor 00356 pada 22 Agustus 2017 sejumlah uang total Rp.2,4 Miliar. Nilai yang sudah dibayarkan down payment (DP) alias uang muka sebanyak 4X sejumlah Rp.1,6 Milliar dijanjikan dibangun rumah kayu.

“Surat pernyataan yang ditandatangani Tjia KH ini berisi seandainya karena ‘Force Majeur’ saya Tjia KH tidak bisa menyelesaikan proyek tersebut, maka sebagai pengembalian DP seluruhnya Rp.2,4 Milliar tanah seluas kira – kira 400m2 yang merupakan tanah bagian dari Villa S dengan bangunan yang ada diatasnya akan saya alihkan ke CV. SB dengan cuma – cuma,” ungkap Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA. Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA menyatakan, akhirnya eksekusi ditunda Pengadilan Negeri Denpasar, serta mengirim surat mohon perlindungan hukum ke Pengadilan Negeri Denpasar dan Polda Bali, supaya dihormati hak asasinya sebagai penyewa yang beritikad baik. “Kliennya Ni Ketut Meiyani sebagai penyewa bukan penentang atau menghambat,” tegas Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA., seraya menolak menyebutkan siapa nama lengkap sebenarnya nama diduga mantan Sekda Gianyar tersebut. tim/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan


Back to top button