Tabanan, PancarPOS | Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang atau Velentine Day, sekaligus rangkaian perayaan HUT ke-49 PDI Perjuangan, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menyebar bantuan 20 ribu bibit tanaman produktif ke seluruh Bali. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, bersinergi dengan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Unda Anyar, Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabililtasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan seluruh bantuan tersebut kepada kelompok tani se-Bali secara simbolis di Posko Penyediaan Bibit Produktif, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (14/2/2022) pagi.

Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, terus berkomitmen menggencarkan gerakan menanam ke seluruh Bali dengan tema “Menjaga Lingkungan dan Merawat Pertiwi dengan Gerakan Menanam” yang didampingi Kepala BPDAS-HL Unda Anyar Bali, Dr.Ir. Titik Wurdiningsih, bersama jajaran PDI Perjuangan, diantaranya, Anggota DPRD Bali, I Made Supartha, SH., beserta Anggota DPRD Badung, I Wayan Regep; Anggota DPRD Jembrana Ni Komang Sri Kendel, serta Anggota DPRD Tabanan, Ni Made Dewi Trisnayanti; Gede Oka Winaya dan Putu Nuning, Camat dan Kapolsek Marga, Perbekel dan Bendesa Desa Tua dan Petiga termasuk para kelompok tani penerima bantuan.
Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Taman Sari, Ketut Nyadra mengucapkan terima kasih kepada Made Urip sebagai sosok Bapak Pertanian di Bali, karena selalu turun membantu petani dan krama subak. Terbukti tahun 2022 kembali menurunkan bantuan bibit tanaman produktif di masa musim hujan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya bibit pohon produktif ini. Untuk itu, akan kami tanam dan pelihara dengan baik untuk lahan sekitar 20 hektar,” bebernya. Sementara itu, Made Supartha mewakili Pengurus DPD PDI Perjuangan Bali merasa kagum dengan kerja politik Made Urip melalui gerakan menanam yang dirasakan sangat luar biasa. Selain itu, juga rajin membombardir berbagai bantuan aspirasi secara masif di sektor pertanian baik dari hulu hingga hilir dipastikan terus turun meskipun di masa pandemi Covid-19.

“Beliau (Made Urip, red) jalankan kerja politik secara iklas dengan kerja terukur dalam pengabdian untuk masyarakat. Pak Made Urip sebagai Ketua DPP partai, juga mengajarkan kita terus bergerak untuk kesejahteraan masyarakat. Dan petani sudah merasakan bantuan dan kerja politik Pak Made Urip dengan pengabdian yang luar biasa,” tandasnya. Di sisi lain, Kepala BPDAS-HL Unda Anyar Bali, Titik Wurdiningsih, sangat mengapresiasi kerja keras Made Urip bersama jajaran PDI Perjuangan yang sudah mengawali penanaman pohon ke seluruh Kabupaten/ Kota di Bali. Untuk tahun 2022 kembali dibantu 20 ribu bibit tanaman produktif, yakni Alpukat Mentega, Manggis, Durian Kane, Klengkeng Diamont, Jambu Cristal, dan Mangga Grahipta yang distribusikan dan dikawal oleh jajaran PDI Perjuangan, agar bisa bermanfaat untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harap aliran sungai makin bagus dengan penanaman pohon yang dipelihara sampai berbuah, agar bisa memperbaiki ekosistem, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Semoga ke depan bisa terus mendistribusikan bibit pohon yang ada, termasuk perhelatan G20 telah menyiapkan bibit Manggrove. Jadi jika ada yang ingin menanam Manggrove masih banyak tersedia,” ujarnya. Di sela-sela penyerahan bantuan, Made Urip mengakui bibit tanaman produktif ini, lewat ABPN tahun 2022 melalui KLHK sebagai mitra Komisi IV DPR RI. Apalagi Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, juga diberi mandat dan tugas khusus oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri untuk gerakan menanam sebagai komitmen PDi Perjuangan memperbaiki lingkungan dan ekosistem dengan merawat Ibu Pertiwi.

Apalagi kondisi lahan dan hutan mengalami deforestasi dan degradasi yang sangat luar biasa, padahal kawasan hutan di provinsi minimal 30 persen. Namun di Bali saja masih di bawah dari 30 persen, sehingga sekarang dituntut melakukan rehabilitasi lingkungan agar tidak terjadi bencana. “Sebelumnya Bu Mega sudah mencanangkan program Gerhan atau Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Gunung Kidul yang dulunya gersang, namun sekarang sudah hijau dan ekosistem terjaga dengan baik,” beber Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, seraya menegaskan karena itu, krama Bali dengan ajaran Tri Hita Karana harus juga melakukan gerakan menanam secara terus menerus, sekaligus dijaga dan dipelihara dengan baik. Apalagi tanaman produktif ini, selain menjaga ekosistem juga bisa menambah ekonomi masyarakat sebagai upaya green politik atau politik hijau PDI Perjuangan.
Untuk itulah, melalui HUT ke-49 PDI Perjuangan akan merawat bumi, sembari memberi kontribusi kepada bangsa dan negara lewat gerakan menanam ini, agar bisa terus ditularkan dan menjadi kultur dan budaya untuk menjaga ekosistem. “Kepada kelompok tani, agar betul-betul ditanam dan dipelihara dengan baik. Jangan bibit saja diambil, tapi tidak ditanam. Karena akan ada kutukan, jika tidak ditanam dengan baik untuk menjaga alam dan lingkungan. Seperti pandemi Covid-19 ini, juga akibat rusaknya alam, sehingga harus diperbaiki bersama dan jangan hanya bisa menebang, tapi juga harus bisa menanam ke seluruh tanah air. Apalagi kita berpolitik tidak hanya mencari suara saja, tapi juga harus berbuat untuk kepentingan alam dan lingkungan,” pungkas M-U. ama/ksm






