Bli Braya Bersama Unmas Denpasar Ngayah Calonarang di Desa Adat Tangguwisia, Angkat Tema Prembon Ki Balian Batur

Buleleng, PancarPOS | Semangat ngayah dalam menjaga kelestarian seni, adat, dan budaya Bali kembali diwujudkan oleh komunitas Bli Braya bersama Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melalui pementasan sakral Calonarang di Pura Dalem dan Prajapati, Desa Adat Tangguwisia, Kabupaten Buleleng. Pementasan yang berlangsung penuh khidmat ini mengangkat tema “Prembon Ki Balian Batur”, sebuah kisah yang sarat makna spiritual, filosofi kehidupan, dan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Pementasan Calonarang tersebut merupakan bagian dari rangkaian yadnya yang digelar masyarakat adat sebagai bentuk persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain menjadi media pelestarian seni tradisi, pementasan ini juga memiliki makna religius yang memperkuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Dengan balutan tata rias, busana, tabuh, serta gerak tari yang penuh penghayatan, para seniman ngayah berhasil menghadirkan suasana sakral yang menggambarkan konsep Rwa Bhineda, yakni keseimbangan antara dharma dan adharma, sekala dan niskala. Setiap tokoh yang diperankan mampu menghidupkan alur cerita Calonarang sehingga memberikan pengalaman spiritual sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat yang hadir.
Tema “Prembon Ki Balian Batur” mengangkat sosok balian sebagai simbol kebijaksanaan, pengobatan tradisional (usada), serta pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, memahami, dan melestarikan warisan budaya Bali di tengah arus modernisasi.
Antusiasme masyarakat Desa Adat Tangguwisia yang memadati areal pura turut menambah kekhidmatan jalannya pementasan. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ngayah menjadi bukti bahwa tradisi Bali tetap hidup dan diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, Bli Braya bersama Unmas Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian seni budaya Bali melalui berbagai kegiatan ngayah. Diharapkan, pementasan Calonarang tidak hanya menjadi tontonan bernilai seni tinggi, tetapi juga menjadi tuntunan yang memperkuat nilai-nilai spiritual, adat, dan budaya berdasarkan ajaran Tri Hita Karana. ama/ksm









