Politik dan Sosial Budaya

Ekonomi Bali Terburuk Minus 9,85%, Pusat Hanya Plesiran dan Ceremonial di Bali


Jakarta, PancarPOS | Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, Putu Supadma Rudana, MBA., kembali menyoroti kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap perekonomian Bali yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, sebelumnya PSR sapaan akrab Wasekjen DPP Partai Demokrat ini, saat Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Sidang V tahun 2020-2021, pada Kamis 6 Mei 2021 sudah menyentil langkah pemerintah yang menurutnya belum maksimal dalam memulihkan pariwisata yang menjadi sokoguru ekonomi Bali. Karena di Bali sendiri hampir 1,5 tahun terpuruk kondisi perekonomiannya akibat pandemi Covid-19. Padahal Bali, sendiri menurut PSR merupakan salah satu wilayah yang menjadi penyumbang terbesar devisa dari sektor tersebut kepada negara.

1bl#ik-11/5/2021

“Kalau di Jawa pariwisata domestik dan jalur darat malah naik dan ekonomi masi bisa bertahan dan masih meningkat, tapi di Bali terburuk terpuruknya. Saya ingat lebih dari setahun yang lalu, telah berbicara soal dampaknya terhadap kepariwisataan Indonesia khususnya Bali sebagai destinasi utama kepariwisataan Indonesia. Di sana kami, saya sendiri selalu turun dan melihat kondisi begitu parah dan terpukul,” ungkap PSR saat menghubungi PancarPOS, Rabu (12/5/2021) malam, seraya mengaku terpaksa berbicara keras dan lantang saat Rapat Paripurna tersebut, karena hanya PSR yang paling berani menyuarakan di pusat, sementara itu wakil rakyat Dapil Bali lainnya nampaknya malah diam semua.

1bl#ik-11/5/2021

Pernyataan keras tersebut, juga sesuai dengan data kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2021 saat diekspos Lokadata yang sempat disodorkan oleh PSR, dimana pertumbuhan ekonomi Bali terburuk, karena berada paling bawah dengan minum 9,85% disusul Kalimatan Tengah (-3,12%), Lampung (-2,96%) dan Gorontalo (-2,10). Sedangkan pertumbuhan ekonomi terbaik yakni Papua (14,28%) disusul Maluku Utara (13,45%), Sulawesi Tengah (6,26%) dan Yogyakarta (6,26%) “Coba dihubungkan saja dengan terpuruknya Bali pada triwulan pertama. Jadi di paripurna dan semua jadi tahu kondisi Bali parah. Karena saat paripurna dipantau semua baik legislatif, eksekutif, yudikatif, rakyat, media dan berbagai pihak lainnya. Jadi tiang (saya, red) bicara pas sidang paripurna pembukaan masa sidang tanggal 6 Mei 2021,” beber politisi milenial kelahiran Ubud, Gianyar ini.

1bl#bn-10/5/2021

PSR sendiri menyebut bahwa dari berbagai turun ke bawah (Turba) di lapangan, pihaknya menangkap aspirasi bahwa masyarakat Bali sudah bosan mendengar berbagai janji dan harapan palsu terkait pembukaan pariwisata ataupun bantuan bagi masyarakat, utamanya pelaku pariwisata. “Pas setelah reses melihat, mendengar dan merasakan langsung penurunan tajam ekonomi Bali. Pusat selalu plesiran dan ceremonial di Bali minimal aksi nyata buat masyarakat. Masyarakat dibiarkan sendiri pusat hanya menjanji-janjikan,” katanya. Padahal menurutnya Bali sudah berkontribusi memberikan sumbangsih pendapatan negara yang sangat besar dari tahun ke tahun dan juga Bali telah menjadi ujung tombak kepariwisataan nasional. “Banyak yang sudah Bali berikan kepada pusat, sekarang apa yang pusat dapat kontribusikan segera konkrit untuk Bali,” sentilnya, seraya menyebutkan Bali, Yogyakarta dan Jakarta yang sebelumnya kondisi ekonomi yang paling terpuruk.

1bl#ik-13/5/2021

“Sekarang Yogyakarta sudah bagus dan sudah tumbuh, Jakarta sudah lebih baik dari Bali. Tapi Bali ini yang terparah dari kuartal II tahun 2020 sampai kuartai I tahun 2021 kontrakasi rata-rata hampir double digit alias hampir di bawah 10 persen,” papar PSR yang juga putra Nyoman Rudana pendiri Museum Rudana yang sempat menjabat Anggota DPD RI Perwakilan Bali itu, sekaligus meminta agar pemerintah pusat secara konkrit melalui berbagai kementerian atau stakeholder terkait benar-benar serius dalam membantu pemulihan ekonomi Bali. “Saya tidak mau masyarakat kami di Bali hanya di PHP, diberikan harapan palsu, janji-janji palsu itu untuk diberikan bantuan. Tapi kami ingin secara konkrit berbagai mitra atau berbagai Kementerian yang hadir ke Bali justru hadir secara komprehensif untuk membantu,” tegasnya.

1th#ik-10/5/2021

Pihaknya juga mendorong DPR RI sebagai lembaga eksekutif mengambil sikap dengan memberikan masukan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil langkah konkrit dalam membangun pariwisata dan perekonomian Bali. “Karena pukulan, telaknya pukulan ekonomi di Bali begitu besar dan begitu berdampak kepada masyarakat bukan saja pelaku pariwisata, UMKM, dan lainnya, usaha restoran, hotel, dan lainnya sangat berdampak. Oleh karena itu kami ingin mendengar atau pimpinan DPR langsung memberikan masukan kepada Presiden agar memberikan bantuan konkrit nyata segera,” tutupnya. ama/tim/ksm

Berita Terkait

One Comment

  1. Bapak sebagai anggota DPR RI..beri masukan pada pimpinan..utk dibawa ke Presiden…kalau saya baca..Bapak tidak memberi masukan…bagaimana supaya tidak terpuruk…
    cara cara yang bisa merubah ekonomi bali…utk lebih baik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close