Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun langsung memotoring program dan bantuan aspirasi dari Pemerintah Pusat. Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan dan Kehutanan itu, juga menyerahkan bantuan aspirasi, berupa bibit sapi betina produktif secara simbolis di kandang sapi milik Kelompok Tani Ternak (KTT) Tunas Mekar, Banjar Megati Kaja, Desa Megati, Selemadeg Timur, Tabanan, pada Sabtu (11/2/2023). Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, menggelontorkan total bantuan 30 ekor Sapi Betina Produktif untuk KTT Tunas Mekar, Desa Megati, dan KTT Tegal Amertha, Desa Tegal Mengkeb.

Kunjungan kerja M-U tersebut, juga didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Muskadana, dan I Wayan Eddy Nugraha Giri, SH., MH., Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta Kadis Pertanian Tabanan, beserta jajaran UPTD Peternakan dan Keswan Desa Megati Perbekel Desa Megati serta Tegal Mengkeb. Ketua KTT Tugas Mekar, I Made Subiakta mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diperjuangan oleh Made Urip yang telah mewujudkan impian para kelompok tani ternak. Pihaknya telah menerima bantuan 15 ekor sapi betina produktif, beserta alat pertanian pendukungan termasuk biaya perehaban kandang senilai Rp10 juta.
Sebagai Kandang Bantengnya PDI Perjuangan sangat bersyukur punya Wakil Rakyat yang sangat merakyat dan selalu hadir membantu para petani hingga di pelosok desa. “Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak Made Urip,” ujar Bendesa Adat Megati Kaja itu. Hal senada disampaikan, Ketua KTT Tegal Amerta, I Made Rusnawa yang juga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang sudah membantu ternak sapi sebanyak 15 ekor. “Kami akan selalu menjaga dan mengembangkan sapi ini dengan baik. Karena itu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami, sehingga bisa ikut mengembangkan Sapi Bali,” bebernya.

Saat itu, Perbekel Desa Megati, I Wayan Suweca merasa sangat bersyukur, karena Made Urip telah menyalurkan bantuan di Desa Megati dan Tegal Mengkep. Ia berharap agar bantuan lainnya juga bisa diserap oleh kelompok tani ke depan. Salah satunya bantuan bibit sapi bentina produktif yang bisa dipelihara dengan baik, agar terus berkembang biak. “Saya berharap agar petani bisa juga berternak dengan berteknologi. Bisa membuat Silase dan Eco Enzyme, sekaligus mengolah sampah berbasis sumber. Mari dicoba, saya siap mendampingi kelompok,” terangnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM., mengakui bantuan aspirasi yang dikucurkan Made Urip ini, sangat bermanfaat bagi sektor pertanian, khususnya populasi Sapi Bali di Tabanan.
“Terdata di Selemadeg Timur 4.725 ekor Sapi Bali yang hampir seluruhnya sudah divaksin,” bebernya. Mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Anak Agung Istri Inten Wiradewi SPt., M.Si., menyampaikan bantuan Sapi Bali melalui wujud nyata perjuangan Made Urip ini, sangat istimewa, karena sapi asli dari Bali yang sangat diminati daerah lain. Sayangnya jumlah populasi Sapi Bali terus menurun, akibat pemotongan Sapi Bali betina produktif. Padahal reproduksi Sapi Bali betina produktif sangat baik, namun karena ekonomi biasa malah dijual dan dipotong, sehingga sangat memprihatinkan. Selain itu, pemotongan sapi betina ini sangat tinggi, karena dagingnya sangat banyak dibandingkan sapi lain.

“Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Pak Made Urip, karena melalui bantuan tersebut telah berupaya meningkatkan populasi Sapi Bali,” terangnya. Pada kesempatan itu, Made Urip merasa bangga dan memberi apresiasi kelompok tani ternak yang telah menerima dan memelihara sapi betina produktif ini dengan baik. Apalagi ada 6 ekor sapi sudah bunting, sehingga bisa ikut menjaga kelestarian Sapi Bali yang populasinya terus mengalami penurunan akibat pemotongan sapi betina produktif. Jika tidak ditangani dengan baik dipastikan jumlah Sapi Bali akan terus menurun. Berbeda dengan di negara lain, seperti Australia jumlah sapinya malah lebih banyak dari jumlah penduduknya.
“Bagaimana idealnya, Sapi Bali juga lebih banyak dari jumlah penduduk, sehingga ke depan akan selalu berjuang mencari akses program aspirasi melalui ABPN dari Pemerintah Pusat untuk menjaga plasma nutfah Sapi Bali,” tegas Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, seraya berharap agar bantuan ini dipelihara dengan baik dan jangan hangat-hangat tahi ayam. “Saya akan berupaya menjadi penyambung lidah aspirasi, agar bantuan sapi betina produktif ini bisa diterima para kelompok tani di Bali,” tegasnya. Dikatakan, selain program bantuan ini, juga ada bantuan UPPO untuk penguatan pupuk organik di Bali sesuai dengan program Gubenur Bali yang mencanangkan Bali Organik dengan memperbanyak jumlah Sapi Bali, agar bisa segera terwujud.

Dijelaskan, melalui penggunakan pupuk organik ini akan segera mengembalikan unsur hara tanah pertanian, sehingga bisa mewujudkan Bali Hijau atau Bali Organik ke depan. “Saya harap segera dikembangkan Sapi Bali ini untuk meningkatkan produksi pupuk organik guna mewujudkan Bali Organik,” pungkas M-U. ama/ksm






