Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaAjak Petani Kopi Go Internasional, Made Urip Buka Bimtek Industri Kopi di...

Ajak Petani Kopi Go Internasional, Made Urip Buka Bimtek Industri Kopi di Selemadeg Timur

Tabanan, PancarPOS | Bimbingan Teknis (Bimtek) tahap keempat yang digelar oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., menyasar kelompok tani dan penyuluh di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, secara maraton membuka agenda Bimtek Mengenal Lebih Dekat Tren Industri Kopi yang digelar di Umadatu Cafe and Meeting, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (11/7/2023). Made Urip yang masih menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, terus menggenjot kegiatan Bimtek selama lima tahap di Tabanan yang diawali dari Kecamatan Penebel dan Marga, Baturiti serta Selemadeg Barat, dengan bekerja sama Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

1bl#ik-052.10/7/2023

Pembukaan Bimtek yang diikuti sekitar 75 peserta dari para kelompok tani dan penyuluh dari Selemadeg Timur ini, dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili oleh Sub Koordinator Pengembangan Kawasan Tanaman Penyegar, Mangantar David, SP., MP., beserta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan, Ir. Dewa Ayu Budiasih dan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti, SE. Menurut salah satunya peserta Bimtek, I Made Tarka mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang dengan tulus bersama petani kopi, sehingga sangat bangga bisa mengikuti kegiatan Bimtek. Ia berharap Bimtek ini bisa terus berlanjut ke depan, karena sudah dirasakan manfaatnya. “Kami harap Pak Made Urip bisa terus memberi bimbingan, terutama bagi petani muda untuk mengolah kopi yang baik dan benar, agar bisa go internasional,” ujarnya.

Membaca sambutan Kadis Pertanian Tabanan, selaku Kabid Perkebunan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti menegaskan dari 133 desa di Tabanan sekitar 22 ribu hektar lahan digunakan untuk sub sektor perkebunan, terutama kopi. Oleh karena itu, melalui Bimtek yang digenjot oleh Made Urip ini bisa menambah ilmu dan wawasan petani kopi untuk meningkatkan produktifitas komoditas kopi ke depan. Ia berharap seluruh kegiatan Bimtek perkebunan yang dilaksanakan di Tabanan bisa dijalankan dengan baik. “Bimtek ini sangat bermanfaat untuk memajukan dan mengembangkan petani kopi di Tabanan di masa mendatang,” ujarnya.

1bl#ik-016.4/4/2023

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih mengakui semangat petani kopi mengikuti kegiatan Bimtek semakin luar biasa. Apalagi sektor pertanian ini semakin menjanjikan untuk meningkatkan perekonimian Bali dengan delapan komoditas unggulan, seperti kopi, cengkeh dan kakau. Bahkan, ketiga komoditas unggulan tersebut sudah ada di Kabupaten Tabanan, sehingga ke depan harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas produksi komoditas pertanian unggulan tersebut. Salah satunya melalui Bimtek terkait industri kopi yang menjadi program unggulan yang terus digenjot oleh Made Urip. Kegiatan Bimtek yang difasilitasi dan diinisiasi langsung oleh Made Urip ini, sangat memberi dampak positif bagi sektor pertanian. Apalagi pemerintah daerah tidak mampu menggelar Bimtek seperti ini. “Jadi kita sangat bersyukur sekali ada Bapak Made Urip yang memberikan Bimtek kepada petani, khususnya yang bergerak di sub sektor perkebunan,” tandasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Pengembangan Kawasan Tanaman Penyegar, Mangantar David berharap Bimtek yang menghadirkan narasumber dari pakar dan praktisi kopi, I Komang Sukarsana ini, agar bisa diikuti dengan baik, karena akan mendapat ilmu yang sangat berguna tentang pengolahan kopi. Ke depan diharapkan makin banyak pelaku usaha di bidang kopi sebagai salah satu komoditas primadona saat ini. Hal ini menjadi tantangan untuk menggarap potensi tren industri kopi dari hulu ke hilir. Seperti halnya di Tabanan yang bisa mengembangkan sumber daya hayati dengan menghasilkan produk khas yang mampu menerbitkan sertifikat geografis untuk bisa menembus pasar dunia. Untuk itulah, melalui Bimtek yang diprogramkan oleh Made Urip ini, bisa membantu pengembangan produktifitas kopi ke depan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip yang selalu memperhatikan sektor pertanian,” bebernya.

1th#ik-039.15/5/2023

Made Urip mengungkapkan bersama dengan Kementerian Pertanian menggelar Bimtek yang mengurus perut rakyat dan kaum marhaen atau wong cilik, khususnya petani yang harus terus dibantu bersama. Apalagi saat krisis moneter dan dampak pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan yang bisa bertahan, termasuk di seluruh negara. Salah satunya komoditas kopi yang terus tumbuh positif hingga menembus pasar ekspor ke negara lain. Apalagi Gubernur Bali, Wayan Koster sudah menetapkan pertanian sebagai sektor unggulan, karena sudah terbukti tetap tumbuh selama pandemi Covid-19. “Nah ke depan bagaimana mengolah tananam kopi ini, agar bisa terus produktif? Karena potensinya sangat luar biasa jika diolah dengan betul,” kata M-U,

Wakil Rakyat yang mengurus perut rakyat selama 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking 7 seluruh Indonesia itu, seraya berharap, agar Bimtek ini dijadikan ajang diskusi dan berembuk untuk mendapatkan ilmu di lapangan. Di sisi lain, Bimtek ini secara khusus dianggarkan melalui APBN untuk memajukan sektor pertanian dalam arti luas, agar semakin maju, mandiri dan modern. Disadari tantangan sektor pertanian juga sangat banyak, seperti tinggginya alih fungsi lahan yang semakin sulit dibendung dan beralih fungsi di luar sektor pertanian.

1bl#ik-21/7/2021

“Di mana kita lagi mencari lahan pertanian kelas 1 ini? Jadi proteksi lahan ini harus dijaga terus menerus, karena hampir 700 hektar per tahun lahan pertanian digunakan untuk sektor lainnya,” sentil suami Ni Made Kusmantari yang ditugaskan dari kuota perempuan untuk maju sebagai bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan tersebut. Di samping itu, petani umurnya sudah mulai tua, karena generasi muda dan milenial tidak tertarik menjadi petani. “Hal itu, juga menjadi tantangan kita ke depan, agar makin banyak jadi petani milenial yang mau menggeluti sektor pertanian ini,” pungkas M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img