Gubernur Koster Minta PT Kanti Barak Sejahtera Bekerja Progresif Kuatkan Industri Arak Bali

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Kanti Barak Sejahtera bekerja secara profesional dan progresif dalam memperkuat produksi serta tata kelola industriGubernur Koster Minta PT Kanti Barak Sejahtera Bekerja Progresif Kuatkan Industri Arak Bali arak Bali dari hulu hingga hilir.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan pelaku usaha dan koperasi arak Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu (11/3/2026).
Menurut Koster, keberadaan PT Kanti Barak Sejahtera sangat strategis karena perusahaan ini merupakan anak usaha Perumda Kerta Bali Saguna yang telah memiliki izin resmi produksi dari Kementerian Perindustrian.
“Perusahaan ini merupakan anak Perumda Kerta Bali Saguna yang sudah legal untuk bisa beroperasi, karena mempunyai hak izin produksi dari Kementerian Perindustrian,” jelasnya.
Ia mendorong agar seluruh pelaku usaha dan koperasi arak Bali dapat berada dalam satu sistem koordinasi melalui PT Kanti Barak Sejahtera sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan terorganisir.
Koster juga meminta perusahaan tersebut menggandeng koperasi sebagai wadah produksi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya produksi sehingga harga produk tetap kompetitif namun tetap menghasilkan kualitas yang baik.
Dengan sistem yang terintegrasi, arak Bali diharapkan mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing kuat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Bali.
Selain penguatan kelembagaan produksi, Koster juga mengungkapkan bahwa pemerintah masih terus berjuang menuntaskan persoalan lain dalam tata kelola industri arak Bali, khususnya terkait tingginya pita cukai.
Menurutnya, persoalan tersebut tengah diupayakan melalui komunikasi dengan Kementerian Keuangan agar ada ruang kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM arak Bali.
“Yang masih saya perjuangkan adalah menurunkan pita cukai yang masih tinggi. Ini sedang saya upayakan melalui Kementerian Keuangan, mengingat hal ini sangat ketat untuk minuman alkohol. Tapi karena Arak Bali bagian dari UMKM, semoga ada celah untuk negosiasi,” ujarnya.
Menutup pertemuan tersebut, Koster mengingatkan seluruh pelaku usaha arak Bali agar memiliki semangat yang sama dalam membangun industri lokal yang berakar pada budaya Bali. “Jangan setengah-setengah. Tumbuhkan integritas, jati diri, dan kebersamaan untuk membangun ekonomi rakyat Bali,” tegasnya. mas/ama/*









