Olahraga dan Pendidikan

SMA Negeri 1 Denpasar Raih Skor Prestasi Nasional Tertinggi, Kantongi Dana Pembinaan Maksimal

Prestasi Siswa Diakui Nasional, Sistem SPMB Baru Lebih Transparan dan Objektif


Denpasar, PancarPOS | SMA Negeri 1 Denpasar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 182 Tahun 2026 tentang Penerima dan Besaran Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOS Kinerja) Tahun Anggaran 2026, SMA Negeri 1 Denpasar menjadi salah satu sekolah dengan capaian prestasi tertinggi di Indonesia.

Prestasi tersebut dibuktikan dengan perolehan poin prestasi nasional mencapai 93 poin, sekaligus mengantarkan sekolah yang berlokasi di Jalan Kamboja, Denpasar itu memperoleh dana pembinaan prestasi sebesar Rp160 juta. Nominal tersebut merupakan bantuan maksimal yang diberikan pemerintah kepada sekolah berprestasi.

Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di Denpasar, Kamis (9/7/2026), mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru pembina, tenaga kependidikan hingga dukungan orang tua siswa.

“Tahun 2026 ini prestasi SMA Negeri 1 Denpasar cukup menonjol sekali. Hal ini dibuktikan dengan adanya Lampiran XI dari Kementerian yang sudah mengeluarkan nama-nama sekolah berikut dengan bantuan dana pembinaannya. SMA Negeri 1 Denpasar memiliki poin yang sangat tinggi secara nasional, yaitu 93 poin,” ujarnya.

Menurut M. Rida, angka 93 poin bukan sekadar nilai administratif, melainkan akumulasi dari berbagai prestasi yang diraih siswa dalam beragam kompetisi tingkat nasional sepanjang tahun penilaian. “Artinya, 93 poin ini berasal dari berbagai lomba nasional yang diikuti anak-anak SMA Negeri 1 Denpasar. Mereka memperoleh nilai paling tinggi dibandingkan sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar tidak hanya diakui di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing secara nasional. Ia menjelaskan, prestasi siswa selama ini lahir dari budaya sekolah yang terus mendorong peserta didik mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik. Berbagai pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui program-program unggulan, pendampingan guru pembina, serta kerja sama yang baik dengan orang tua.

“Ini membuktikan bahwa prestasi anak-anak SMA Negeri 1 Denpasar telah diakui secara nasional. Mereka aktif mengikuti berbagai lomba dan mampu memperoleh hasil yang terbaik,” jelasnya. Berdasarkan lampiran keputusan kementerian yang ditunjukkan kepada media, SMA Negeri 1 Denpasar memperoleh total anggaran sebesar Rp160 juta dengan poin prestasi 93. Nilai tersebut menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional dalam kategori sekolah menengah atas.

Dana BOS Kinerja tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan prestasi siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran, mendukung pengembangan kompetensi peserta didik, serta memperkuat sarana penunjang kegiatan akademik dan nonakademik. “Kita mendapatkan dana sebesar Rp160 juta. Ini merupakan dana maksimal atau yang tertinggi. Tentu dana ini akan dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan pembinaan prestasi siswa,” ujar M. Rida.

Menurutnya, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah agar tidak cepat berpuas diri. Justru penghargaan itu menjadi tantangan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat belajar para siswa yang memiliki daya saing tinggi. Selain itu, guru-guru juga terus melakukan pembinaan secara intensif agar setiap potensi siswa dapat berkembang secara optimal.

M. Rida menambahkan, SMA Negeri 1 Denpasar selama ini tidak hanya fokus pada capaian akademik semata, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk berkembang melalui berbagai kompetisi bidang sains, teknologi, seni, olahraga, bahasa, riset, hingga kepemimpinan. Dengan pendekatan tersebut, sekolah mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain mengulas prestasi sekolah, M. Rida juga menjelaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 yang menurutnya berlangsung lebih transparan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut penerimaan siswa baru dilakukan melalui dua tahapan sesuai ketentuan pemerintah. “Tahun ini input murid kita sesuai dengan dua tahapan yang ada. Tahap pertama melalui jalur prestasi, kemudian anak dari keluarga kurang mampu, prestasi kepemimpinan, perpindahan tugas orang tua, dan yang paling penting adalah prestasi berdasarkan nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA,” jelasnya.

Menurut M. Rida, Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan sistem baru yang menggantikan nilai Ujian Nasional atau NEM pada masa lalu. “Kalau dulu namanya NEM, sekarang namanya TKA, yaitu nilai dua mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Hasilnya sangat objektif dan tidak bisa diintervensi,” katanya. Ia menilai penggunaan TKA memberikan kesempatan yang lebih adil kepada seluruh calon peserta didik karena penilaian dilakukan berdasarkan hasil tes yang terukur secara nasional.

Dari jalur tersebut, SMA Negeri 1 Denpasar menerima sebanyak 89 siswa. “Dari jalur TKA ini kita menerima hampir setengah dari siswa yang diterima melalui jalur prestasi, yaitu sebanyak 89 anak,” ujarnya. Sementara pada tahap kedua, sekolah menerima peserta didik melalui jalur domisili yang didasarkan pada administrasi kependudukan. Secara keseluruhan, jumlah siswa baru yang diterima SMA Negeri 1 Denpasar pada tahun ajaran 2026 mencapai 432 orang.

“Kalau digabungkan dengan tahap kedua, yaitu jalur domisili atau administrasi kependudukan, total siswa yang diterima sebanyak 432 orang yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Setiap rombongan belajar terdiri dari 36 siswa,” paparnya. Menurutnya, komposisi tersebut telah sesuai dengan ketentuan pemerintah sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Ia berharap para siswa baru yang diterima melalui berbagai jalur tersebut mampu mempertahankan tradisi prestasi SMA Negeri 1 Denpasar.

“Kami berharap dengan input siswa yang memiliki prestasi ini, tahun depan prestasi SMA Negeri 1 Denpasar akan semakin meningkat,” kata M. Rid, seraya juga memberikan apresiasi terhadap sistem penerimaan murid baru yang diterapkan pemerintah tahun ini. Menurutnya, mekanisme baru tersebut jauh lebih terbuka dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. “Sistem yang baru ini cukup bagus, sangat transparan, dan cukup membuka mata masyarakat. Semua proses bisa dipantau melalui media online,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat memantau secara langsung seluruh proses seleksi, mulai dari posisi peringkat, jalur yang diikuti, hingga sekolah tempat calon peserta didik diterima. “Secara langsung dapat dilihat secara online anaknya berada pada peringkat prestasi yang mana, diterima di mana, dan seterusnya akan memilih sekolah yang dituju. Jadi semuanya sangat terbuka,” jelasnya.

Transparansi tersebut, lanjut M. Rida, diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan peserta didik baru sekaligus meminimalkan berbagai persepsi negatif yang selama ini sering muncul. ama/ksm


Back to top button