Teknologi dan Otomotif

Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya


Jakarta, PancarPOS | Hujan abu vulkanik dan asap dapat membuat aktivitas berkendara menjadi lebih berisiko. Partikel abu yang menyebar di udara maupun menempel di permukaan jalan berpotensi mengganggu jarak pandang, mengiritasi mata dan saluran pernapasan, hingga memengaruhi daya cengkeram ban terhadap jalan.

Karena itu, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat. Namun, bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan di tengah kondisi hujan abu dan asap, sejumlah hal perlu diperhatikan agar keselamatan tetap menjadi prioritas.

Sebelum berangkat, pengendara disarankan mempersiapkan perlengkapan berkendara secara lengkap. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi bagian wajah dan mata dari paparan abu vulkanik. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga penting untuk membantu mengurangi paparan abu, sementara kacamata tambahan dapat memberikan perlindungan terhadap iritasi mata apabila terpapar langsung.

Kondisi visor helm juga tidak boleh diabaikan. Partikel abu yang menempel pada visor dapat mengganggu pandangan pengendara. Namun, membersihkan visor secara sembarangan justru dapat menimbulkan masalah baru karena partikel abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan berpotensi menggores permukaan visor.

1th#ik-017.7/9/2026

Selain perlengkapan pengendara, kondisi sepeda motor juga perlu diperiksa sebelum digunakan. Pastikan tekanan dan kondisi ban dalam keadaan baik. Sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, hingga kondisi mesin harus dipastikan berfungsi dengan baik.

Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu mendapat perhatian. Abu vulkanik yang masuk ke dalam sistem penyaringan udara dapat menumpuk dan memengaruhi kinerja kendaraan apabila tidak segera diperiksa dan dibersihkan.

Pengendara juga disarankan memantau informasi resmi sebelum berangkat. Informasi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan perlu diketahui agar pengendara dapat menentukan apakah perjalanan aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.

Saat harus berkendara di tengah hujan abu, kecepatan perlu dikurangi. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban. Kondisi tersebut membuat kendaraan lebih mudah kehilangan traksi sehingga manuver mendadak perlu dihindari.

Pengendara sebaiknya mengendalikan kendaraan secara halus, baik ketika melakukan pengereman, berbelok maupun berakselerasi. Perhatian juga perlu lebih difokuskan pada kondisi lalu lintas di depan dengan memberikan jarak aman yang lebih panjang dari biasanya.

Jarak aman menjadi semakin penting ketika jarak pandang terganggu akibat abu dan asap. Dengan jarak yang lebih cukup, pengendara memiliki waktu untuk melakukan antisipasi apabila kendaraan di depan melakukan pengereman atau terjadi perubahan kondisi jalan secara tiba-tiba.

1th#ik-001.10/7/2026

Kondisi dapat menjadi semakin berbahaya ketika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas. Dalam situasi seperti ini, pengendara tidak dianjurkan memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, dan tetap jaga jarak dengan kendaraan lain. Setelah itu, segera cari tempat yang aman untuk menepi. Pastikan lokasi berhenti tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika kondisi abu masih pekat. Membuka visor justru dapat membuat mata dan wajah lebih mudah terpapar partikel abu.

Perhatian terhadap kendaraan juga tidak berhenti setelah pengendara tiba di tujuan. Sepeda motor yang terpapar abu vulkanik perlu diperiksa, terutama pada bagian-bagian yang berpotensi terkena atau dimasuki partikel abu.

Beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda. Apabila setelah terpapar abu terdapat penurunan performa kendaraan, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Pada bagian bodi kendaraan, pengendara juga perlu berhati-hati saat membersihkan abu. Hindari menggosok permukaan kendaraan ketika kondisinya masih kering. Partikel abu vulkanik yang menempel dapat menyebabkan goresan pada permukaan bodi apabila langsung digosok.

Sebaiknya, abu dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati. Cara tersebut membantu mengurangi risiko goresan akibat sifat abrasif dari partikel abu vulkanik yang menempel di permukaan kendaraan.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika terjadi hujan abu vulkanik.

Menurutnya, potensi bahaya perlu diprediksi sedini mungkin agar pengendara dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi semakin membahayakan.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.

1th#ik-001.1/1/2026

Dengan melakukan persiapan sebelum perjalanan, menggunakan perlengkapan pelindung, menjaga kecepatan dan jarak aman, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi memburuk, risiko berkendara di tengah hujan abu dan asap dapat diminimalkan. Keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya tetap menjadi hal utama yang harus diprioritaskan. uni/ama


Back to top button