Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tahap ketiga di Kabupaten Tabanan. Setelah turba atau turun ke bawah menyambangi petani kopi dan penyuluh di Kecamatan Penebel dan Marga, serta Baturiti secara maraton Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka agenda Bimtek Mengenal Lebih Dekat Tren Industri Kopi yang digelar di Pondok Pitaya, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Senin (10/7/2023). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, terus menggenjot kegiatan Bimtek selama lima tahap di Tabanan yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Seperti sebelumnya, pembukaan Bimtek yang diikuti sekitar 75 peserta dari para kelompok tani dan penyuluh dari Kecamatan Selemadeg Barat ini, dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili oleh Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto, S.Sos., MM., beserta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan, Ir. Dewa Ayu Budiasih dan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti, SE. Salah satunya peserta Bimtek, I Ketut Siarka, sebagai petani kopi di Selemadeg Barat mengakui sosok Made Urip yang luar biasa membantu para petani. Bahkan selalu hadir membantu petani, khususnya di Tabanan agar semakin maju. “Kami terus berharap agar Bapak Made Urip selalu hadir untuk membantu petani selama ini,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, mewakili Kadis Pertanian Tabanan, selaku Kabid Perkebunan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti membaca sambutan Kadis Pertanian Tabanan menyampaikan sangat menyambut baik kegiatan Bimtek yang terus digenjot dan fasilitasi oleh Made Urip yang selalu hadir membantu petani dan krama subak abian di Tabanan. Salah satunya melalui Bimtek yang bisa menambah daya saing dan wawasan para petani kopi, baik dari segi produktifitas dan kualitas dengan teknologi yang tepat guna. Diharapkan ke depan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah dan nasib petani kopi ke arah yang lebih baik. “Kami sangat berharap para petani kopi di Tabanan semakin maju ke depan,” bebernya.

Ditambahkan, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang secara terus menerus membantu kelompok petani kopi, khususnya untuk peremajaan kopi arabika dan robusta hingga tahun 2023, beserta bantuan pupuk organik untuk mendukung Bali menuju Pulau Organik. Dikatakan, tahun ini sudah dialokasi pupuk organik sekitar 3.500 hektar di Tabanan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga didukung oleh Pemerintah Pusat, agar bisa secara bertahap tidak lagi mengalokasikan pupuk kimia atau festisida. Ia berharap melalui Bimtek yang menghadirkan narasumber dari pakar dan praktisi kopi, I Komang Sukarsana bisa diikuti dengan baik, karena akan mendapat ilmu yang sangat mahal tentang pengolahan kopi.
“Bimtek ini agar dapat dilaksanakan dengan baik, untuk mendukung peningkatkan kesejahteraan petani kopi di Tabanan,” pungkasnya. Di sisi lain, Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto mengakui Made Urip selalu turun tangan membantu para petani, termasuk petani kopi dan kakau, karena sangat setia mengawal sub sektor perkebunan di Bali. Selain itu, juga terus menginisiasi beragam kegiatan Bimtek untuk menambah wawasan dan pengetahuan para petani penerima manfaat, termasuk mewujudkan desa organik. Bahkan, Made Urip sudah mengawal bantuan yang diusulkan dan akan diberikan kepada para kelompok tani maupun krama subak untuk tahun 2024 di Provinsi Bali. “Meskipun masih terbatas anggaran, namun tetap akan diakomodir semua usulan dan aspirasi para petani, khususnya untuk pertanian organik di Bali,” tandasnya.

Made Urip menyampaikan Bimtek kali ini, kembali bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mengurus perut rakyat atau kaum marhaen yang harus terus dibantu bersama. Apalagi sektor pertanian telah memberikan pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa dan terbukti saat menghadapi dampak pandemi Covid-19. Ditegaskan, paling tidak ketahanan rumah tangga masih tetap terjaga, karena semua sektor khususnya pariwisata sudah lesu darah. Karena itulah, Gubernur Bali, Wayan Koster sudah menetapkan pertanian sebagai sektor unggulan yang harus dijaga dengan baik, agar bisa bersinergi dengan sektor lainnya, terutama pariwisata. Disadari selama ini, sangat banyak alih fungsi lahan di Bali yang berbuah beton sekitar 700 hektar pertahun yang melahap lahan kelas 1 dan produktif untuk digunakan di luar sektor pertanian.
“Sehingga begitu lahan kelas 1 kita dilirik oleh pengembang pasti sudah habis. Inilah tantangan kita,” beber Wakil Rakyat yang mengurus perut rakyat selama 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking 7 seluruh Indonesia itu, seraya menyebutkan sangat disayangkan para generasi muda dan milenial tidak mau terjun bertani, sehingga para petani sudah banyak yang tua. Untuk itulah, melalui Bimtek tersebut diharapkan bisa kembali menarik minat para petani muda milenial untuk menggarap dan menggeluti sektor pertanian ini. M-U juga berharap agar sektor pertanian bisa digarap bersama untuk menjaga ketahanan pangan, karena adanya ancaman krisis pangan dunia.

“Karena itu Bimtek ini sangat penting dilaksanakan. Saya harap semuanya bisa diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir. Apalagi Bimtek ini dari APBN dan kalau dari pemerintah daerah tidak ada anggarannya,” ujar suami Ni Made Kusmantari yang saat ini, digadang-gadang maju sebagai bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan itu. ama/ksm






