Daerah

Rumor Listrik Padam Saat Nyepi, Ini Penjelasan PLN UID Bali

Denpasar, PancarPOS | PT PLN (Persero) UID Bali membatah rumor listrik padam menjelang setiap perayaan Hari Raya Nyepi. Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya turun langsung menjelaskan PLN tidak pernah mematikan listrik saat Nyepi, namun masyarakat diminta tetap mematuhi aturan sesuai Catur Brata Penyepian. Selain itu, terkecuali Daerah Nusa Penida berhubung masih memakai tenaga pembangkit, serta atas permintaan pemerintah setempat, karena dari tahun ke tahun pada saat Hari Raya Nyepi, listrik di Daerah Nusa Penida memang dipadamkan.

4bl#ik-14/2/2022

“Belakangan ini banyak masyarakat yang berasumsi bahwa pada saat Nyepi PLN mematikan listrik, namun sebenarnya PLN tidak mematikan listrik, meskipun ada pemadaman penerangan jalan , tindakan itu dari Pemda bukan dari PLN. Kecuali di daerah Nusa Penida berhubung masih memakai tenaga pembangkit dan sehubungan dengan permintaan pemerintah setempat,” ujar Arya saat temu media di Renon, Denpasar, Rabu (23/2/2022).

Lebih lanjut Made Arya menginformasikan terkait kesiapan kondisi kelistrikan sub sistem Bali saat Hari Raya Nyepi. Untuk estimasi beban di Hari Raya Nyepi ini diprediksi sekitar 615 megawatt. Jadi pada saat Nyepi beban puncak di Provinsi Bali turun antara 30% sampai 40% dari beban puncak normal. “Nyepi tahun ini kita prediksi 615 megawatt, bahkan tahun kemarin menyentuh 400 megawatt. jadi sangat kecil. Adapun untuk kesiapan daya sangat cukup, untuk saat ini daya mampu Bali sekitar 1.284 megawatt dengan beban sekarang kita prediksi 615 megawatt, hampir 50 % cadangan jadi masih aman,” tegasnya.

1th#ik-18/1/2022

Disinggung mengenai personel yang disiagakan Made Arya menerangkan, personel PLN tetap standby di kantor, untuk pelayanan jumlah personel tidak ada yang berubah, yang mengalami perubahan hanyalah mekanisme pelayanan. Kalau misalnya ada gangguan pelanggan tetap bisa menginformasikan ke sarana yang ada seperti PLN New Mobile ataupun di PLN 123.

1bl#ik-22/2/2022

“Namun dalam penanganannya ketika ada pelanggan yang mengalami gangguan yang sifatnya urgent dan harus ditangani dimohon untuk melapor ke aparatur adat setempat karena tim PLN harus dikawal. Jika gangguan tidak bersifat urgent, tim kami tidak akan turun ke lapangan. Tim kami juga sudah dilengkapi surat penugasan dari Pemda setempat, jadi jika ada gangguan bersifat urgent bisa kapanpun turun ke lapangan dengan surat tugas tersebut,” tutupnya. tim/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button