Politik dan Sosial Budaya

Turba Buka Bimtek, Made Urip Panen Raya Padi dan Bawang Merah di Subak Bengkel


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turba atau turun ke bawah menemui petani dan krama Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (8/10/2021). Pada kesempatan itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, melakukan panen raya padi dan bawang merah di Poktan Noho 1 Subak Bengkel. Selain itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, juga telah terbukti merealisasikan seluruh bantuan aspirasi di sektor pertanian yang telah diperjuangkan selama ini, di antaranya juga sempat panen bersama Demplot Kedelai unggul di Kawasan Maju Mandiri Modern Subak Bengkel seluas 3 hektar dari bantuan aspirasi senilai Rp100 juta. Tidak hanya itu saja, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut, secara simbolis meresmikan pembangunan fasilitas prasarana pengolahan hortikultura sebagai bantuan aspirasi yang diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Jatayu, Desa Bengkel senilai Rp135,25 juta, bersama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) Bali Dr. drh I Made Rai Yasa, MP., Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., beserta Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM., Perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara, S.Kom., dan Perbekel Desa Pangkungtibah I Ketut Subawa, serta Pengelola Unit Usaha Subak Bengkel Pande Putu Widya Paramarta. Sebelumnya, kegiatan penanaman Demplot bibit bawang merah ini, dilaksanakan oleh Kelompok Tani Noho 1 Subak Bengkel melalui bantuan aspirasi Made Urip senilai Rp700 juta untuk lahan seluas 20 hektar yang dibagi di Desa Bengkel dan Pangkungtibah sebagai kawasan sentra bawang mewah.

1bl#ik-21/8/2021.

Setelah merealisasikan seluruh bantuan tersebut, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ketujuh nasional itu, juga sempat menyerahkan bantuan bibit bawang merah, sekaligus membuka secara resmi Bimtek Inovasi Teknologi Budidaya Bawang Merah Berkelanjutan kerjasama antara Komisi IV DPR RI dengan BPTP Bali melalui dana pemulihan nasional penanggulangan Covid-19. Karena situasi PPKM, Bimtek hanya diikuti sekitar 100 peserta, antara lain dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, BPP Kecamatan Baturiti, perwakilan petani yang mulai bergerak pada komoditas bawang merah, serta rombongan petani dari Desa Munggu Kabupaten Badung dengan tetap memperhatikan Prokes Covid-19. I Nengah Giri Anta, selaku Kelian Tempek Subak Bengkel mengucapkan terimakasih kepada Made Urip dan Made Dirga yang telah banyak membantu para petani di Subak Bengkel. Pihaknya berharap agar terus dibantu dan diberi pendampingan untuk pengembangan budidaya bawang merah. “Kami telah menerima bantuan untuk pengolahan bawang merah yang diberikan oleh Pak Urip dan akan sangat bermanfaat buat subak kami,” katanya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Tabanan Nyoman Budana mengakui Pemkab Tabanan telah banyak dibantu oleh Made Urip, karena selain Bawang Merah juga dibantu Bawang Putih. Bahkan kegiatan Demplotnya juga dialokasikan di Tabanan, karena satu-satunya bidang pertanian yang bisa bertumbuh di masa pandemi. “Untuk itu, kami kembali menyampaikan terimakasih kepada Pak Made Urip yang telah memperhatikan kita, termasuk Pak Rai Yasa juga yang sangat luar biasa membantu sektor pertanian. Karena potensinya di Tabanan sangat luar biasa untuk dikembangkan,” jelasnya.

1bl#il-10/9/2021

Kepala BPTP Bali Made Rai Yasa mengakui kegiatan ini berkat bantuan aspirasi dan pendampingi Made Urip. Bahkan, selama ini telah terbukti sangat banyak membantu pengembangan usaha pertanian di Bali termasuk di Subak Bengkel. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM petani dan mempercepat akselerasi diseminasi inovasi teknologi pertanian hasil kajian Badan Litbang Pertanian di Bali, khususnya tentang inovasi teknologi budidaya bawang merah di daerah sawah irigasi. Apalagi potensi pasar bawang merah di Bali sangat baik dengan asumsi 4 kg/kapita/tahun sudah mampu diproduksi sebanyak 19.687 ton. Sedangkan konsumsi sebanyak 17.348 ton, maka Bali surplus bawang merah sebanyak 2.339 ton. Namun, apabila memperhitungkan adanya kunjungan wisatawan domestik sekitar 9.757.991 orang serta wisatawan asing sebanyak 6.275.210 orang (BPS 2019), maka Bali belum tentu surplus bawang merah, sehingga perlu terus menggenjot produksi bawang merah. “Kita tidak ingin kasus bawang putih terjadi pada bawang merah. Tahun 1980-an Surplus, namun tahun 2020 minus 7.600 ton per tahun,” sentilnya, seraya mengatakan pengembangan bawang merah di Subak Bengkel diawali atas kegiatan pengembangan bawang merah yang diperjuangkan oleh Made Urip sebagai aspirasi dari petani. Disadari sampai dengan saat ini, minat petani sangat tinggi untuk pengembangan bawang merah, namun masih terkendala teknologi budidaya. “Terkait dengan potensi dan permasalahan tersebut, BPTP Bali atas permintaan dan perjuangan anggaran oleh Bapak Made Urip, maka kita dapat melaksanakan Bimtek pada hari ini. Harapan kita, Subak Bengkel model percontohan pengembangan tidak saja padi, namun juga kedelai, dan bawang merah. Sekali lagi, mari kita ucapkan terimakasih kepada Pak Made Urip,” imbuhnya.

1bl#ik-21/7/2021

Sementara itu, Made Dirga selalu Ketua DPRD Tabanan mengakui Made Urip sangat luar biasa membantu petani di Tabanan, seperti di Subak Bengkel. “Kita tidak mubasir mendukung Bapak Made Urip di pusat, karena sudah terbukti sangat banyak bantuannya selama ini,” katanya. Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip menegaskan komoditas bawang merah potensinya masih luar biasa, sehingga melalui terobosan BPTP Bali ini, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas pertanian seperti bawang merah, khususnya di Tabanan. “Kerja BPTP Bali sudah bekerja keras dengan tulus iklas. Kerja jajaran BPTP Bali ini sudah terbukti. Karena itu BPTP harus kembali diberikan anggaran lebih untuk melakukan inovasi teknologi pertanian yang baru,” ungkap M-U, sembari menegaskan sektor pertanian di sub sektor hortikultura ini sangat berpotensi dikembangkan di Bali, karena masih bisa tumbuh positif, bahkan komoditasnya tetap bisa ekspor sehingga ke depan akan terus diperjuangkan oleh Made Urip. Selain itu sektor pertanian ini harus terus diperbaiki bersama dengan berbagai terobosan dan inovasi baru, karena masih banyak menghadapi tantangan, misalnya tentang alih fungsi lahan pertanian kelas satu, seperti 300 hektar sawah di Subak Bengkel ini harus bisa dipertahankan. “Lahan kita produktifitasnya sangat luar biasa. Karena di Bali dimana lagi kita bisa mencetak sawah? Karena tidak bisa lagi untuk membuka lahan baru,” beber politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu, sekaligus menyebutkan sektor pertanian lewat pelestarian Subak Abian dan Subak Basah sudah menjadi budaya di Bali dan menjadi tulang punggung perekonomi selama masa pandemi yang sebelumnya hanya bergantung di sektor pariwisata yang sudah lesu dan mati suri. Untuk itu, pihaknya akan selalu mendukung dan mendorong kebijakan maupun anggaran pertanian, agar bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Bali melalui kekuatan Subak Abian maupun Subak Basah yang telah lama diwarisi. “Mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu, sehingga ekonomi Bali bisa kembali pulih. Mari kita jaga kelestarian subak di Bali, apalagi usia petani sudah lanjut, sehingga perlu regenerasi dengan memberikan stimulus yang bisa menarik generasi milenial menggeluti dan melanjuti sektor pertanian agar lebih maju ke depan,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close