Daerah

Sang Inovator Samsat Badung Kerahkan Pasukan, Door-to-Door Ingatkan Wajib Pajak Jatuh Tempo Jelang Nyepi dan Lebaran


Denpasar, PancarPOS | Pelayanan publik yang efektif sering kali lahir bukan dari kebijakan yang megah di atas kertas, tetapi dari langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di Kabupaten Badung, semangat itu kini terlihat nyata melalui gerakan masif yang digagas oleh UPTD Samsat Badung untuk memastikan masyarakat tidak melewatkan kewajiban pembayaran pajak kendaraan menjelang jatuh tempo.

Gerakan tersebut tidak biasa. Bukan sekadar sosialisasi melalui baliho atau media sosial. Melainkan sebuah aksi lapangan yang melibatkan puluhan pegawai turun langsung menyusuri desa, banjar, dan rumah-rumah warga. Mereka datang mengetuk pintu, menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa masa jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan sudah semakin dekat.

Langkah itu digagas oleh Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., sosok yang di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama Jro Gede Pacung. Dalam keterangannya kepada PancarPOS saat dihubungi pada Minggu (8/3/2026), ia menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari semangat pelayanan yang tidak ingin hanya menunggu masyarakat datang, tetapi justru mendatangi masyarakat lebih dahulu.

Menurutnya, pelayanan publik harus terus bergerak dan berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Ia menyebutkan bahwa capaian pelayanan Samsat Badung hingga saat ini masih menjadi yang tertinggi dibandingkan pelayanan Samsat lainnya di Bali, sebuah capaian yang menurutnya merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran.

“Capaian pelayanan Samsat Badung saat ini masih menjadi yang tertinggi dibandingkan pelayanan Samsat lainnya di Bali. Kinerja ini menunjukkan semangat dan dedikasi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar I Ketut Sadar.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Di baliknya terdapat kerja keras yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh pegawai dan stakeholder yang terlibat dalam pelayanan Samsat Badung. Komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Momentum menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini menjadi periode yang sangat penting bagi pelayanan pajak kendaraan di Badung. Banyak masyarakat berupaya menuntaskan kewajibannya sebelum memasuki hari suci yang identik dengan keheningan total di Pulau Bali tersebut.

1th#ik-005.1/1/2026

Situasi di Kantor Samsat Badung pada pagi hari kemarin menggambarkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Bahkan sebelum pelayanan resmi dimulai, antrean wajib pajak sudah membludak di area kantor.

Ketika para pegawai dan stakeholder masih melaksanakan senam pagi rutin, masyarakat sudah berdatangan untuk menunggu layanan dibuka. Tiga baris panjang antrean terlihat mengular hingga ke belakang halaman kantor, sebuah pemandangan yang menunjukkan betapa besar kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya.

Pelayanan baru resmi dibuka pada pukul 08.05 WITA, ketika sistem operasional mulai berjalan. Namun sejak sebelum jam tersebut, ratusan wajib pajak sudah menunggu dengan sabar untuk mendapatkan pelayanan. Lonjakan jumlah wajib pajak ini diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Menurut I Ketut Sadar, periode Senin hingga Sabtu mendatang diprediksi menjadi masa dengan tingkat kunjungan tertinggi.

Hal ini tidak terlepas dari adanya program insentif pajak kendaraan bermotor sebesar 10 persen yang diberikan pemerintah sesuai dengan Pergub Bali Nomor 53 Tahun 2025. Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membayar pajak kendaraan dengan nilai yang lebih ringan. Bagi banyak wajib pajak, kebijakan ini menjadi momentum yang tepat untuk menuntaskan kewajiban pajak sekaligus memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah.

“Diperkirakan mulai Senin hingga Sabtu mendatang akan terjadi lonjakan wajib pajak yang datang untuk memanfaatkan program insentif pajak 10 persen sebagaimana diatur dalam Pergub Bali Nomor 53 Tahun 2025,” jelasnya. Antusiasme masyarakat memanfaatkan insentif pajak tersebut juga terlihat jelas pada layanan drive thru Samsat Badung. Pada Sabtu siang, antrean kendaraan masih terlihat memadati area drive thru.

1th#ik-006.1/1/2026

Para wajib pajak memilih menggunakan layanan tersebut karena prosesnya lebih cepat dan praktis. Mereka tidak perlu turun dari kendaraan untuk menyelesaikan pembayaran pajak. Fasilitas ini menjadi salah satu inovasi pelayanan yang banyak membantu masyarakat dengan mobilitas tinggi. Kehadiran drive thru mempercepat proses pelayanan sekaligus mengurangi kepadatan di dalam ruang layanan utama.

Namun menurut I Ketut Sadar, keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas. Sosialisasi yang efektif juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu. Karena itu, Samsat Badung tidak hanya mengandalkan sosialisasi melalui media massa atau media digital. Pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi strategi yang terus diperkuat.

Salah satu bentuk pendekatan tersebut adalah kegiatan door-to-door yang dilakukan oleh tim Samsat Badung. Pada kegiatan yang dilaksanakan kemarin sore hingga malam, sebanyak 90 orang petugas diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka dibagi ke dalam beberapa tim yang menyebar di tiga kecamatan sekaligus. Tiga wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut adalah Kecamatan Petang, Kecamatan Abiansemal, dan Kecamatan Mengwi.

Para petugas menyusuri desa-desa dan banjar untuk mendatangi rumah-rumah wajib pajak yang masa jatuh tempo pembayaran pajaknya mendekati tanggal 14 Maret. Di setiap rumah yang mereka datangi, para petugas memberikan penjelasan mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Mereka juga menyampaikan informasi mengenai adanya insentif pajak sebesar 10 persen sesuai dengan Pergub Bali Nomor 53 Tahun 2025.

Kehadiran tim Samsat Badung di tengah masyarakat disambut dengan baik oleh warga. Banyak warga merasa terbantu karena diingatkan secara langsung mengenai kewajiban pajak mereka. Salah satu contoh kegiatan door-to-door tersebut berlangsung di Banjar Lambing, Desa Sibang Kaje, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Di wilayah tersebut, para petugas tidak hanya mengingatkan masa jatuh tempo pajak kendaraan, tetapi juga memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme pembayaran serta manfaat dari program insentif pajak yang sedang berlangsung.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

Respons masyarakat sangat positif. Banyak warga yang menyampaikan terima kasih karena mendapatkan informasi yang jelas mengenai program pemerintah tersebut. Menurut Sadar, pendekatan langsung seperti ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia menyebutkan bahwa hampir semua wajib pajak yang dikunjungi oleh tim Samsat Badung menyatakan komitmennya untuk datang ke kantor Samsat dalam beberapa hari ke depan.

“Semua wajib pajak yang kami datangi menyampaikan komitmennya untuk membayar pajak mulai besok pagi,” ungkapnya. Kegiatan serupa juga dilakukan di Kecamatan Mengwi pada petang hari sebelumnya. Tim Samsat Badung mendatangi sejumlah banjar untuk mengingatkan wajib pajak mengenai masa jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan. Di banyak tempat, kedatangan para petugas disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat. Warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berdialog langsung mengenai berbagai hal terkait pelayanan Samsat.

Bagi sebagian masyarakat, pendekatan ini memberikan kesan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka. Bukan sekadar institusi yang menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi lembaga pelayanan yang aktif menjangkau warga hingga ke lingkungan banjar. Menurut Sadar, kegiatan door-to-door ini akan terus dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan.

Untuk hari ini, tim Samsat Badung kembali turun ke lapangan dengan sasaran wilayah yang berbeda. Tiga kecamatan lainnya menjadi target kegiatan selanjutnya, yakni Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Selatan. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi. Dengan demikian, sosialisasi mengenai kewajiban pajak kendaraan menjadi sangat penting dilakukan secara langsung.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang masa jatuh tempo pajaknya sebelum tanggal 14 Maret dapat segera melakukan pembayaran. Dengan demikian, ketika Hari Raya Nyepi tiba, mereka dapat menjalankannya dengan khidmat tanpa terbebani kewajiban pajak yang belum diselesaikan. Hari Raya Nyepi bagi masyarakat Bali bukan hanya sekadar hari libur keagamaan. Ia merupakan momen spiritual yang sarat makna dan refleksi diri.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., memimpin langsung peresmian bersama sejumlah pemangku kepentingan, seperti pihak kepolisian, Jasa Raharja, Bank BPD Bali, dan BRI. (foto: ama)

Selama Nyepi, seluruh aktivitas di Pulau Bali berhenti total. Tidak ada perjalanan, tidak ada kegiatan kerja, dan tidak ada aktivitas publik. Karena itu, banyak masyarakat berusaha menyelesaikan berbagai kewajiban administratif sebelum Nyepi tiba. Membayar pajak kendaraan menjadi salah satu kewajiban yang ingin mereka tuntaskan sebelum memasuki hari suci tersebut. Sadar mengatakan bahwa pelayanan Samsat Badung akan terus dimaksimalkan untuk mengakomodasi lonjakan jumlah wajib pajak yang datang dalam beberapa hari ke depan.

Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Badung yang memiliki kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban pajak. Menurutnya, pajak kendaraan yang dibayarkan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu dapat terus meningkat.

Di tengah berbagai tantangan birokrasi, Samsat Badung menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat bergerak secara dinamis dan inovatif. Gerakan door-to-door yang dilakukan oleh puluhan petugas menjadi bukti bahwa pelayanan tidak harus selalu menunggu di balik meja kantor. Pelayanan dapat hadir di tengah masyarakat, menyapa warga secara langsung, dan memberikan solusi yang nyata. Semangat inilah yang menurut I Ketut Sadar harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Samsat Badung.

Melalui semangat kebersamaan dan dedikasi yang kuat, ia optimistis pelayanan publik di Badung akan terus berkembang menjadi lebih baik. “Sukses untuk Samsat Badung. Raup Badung. Hebat. Jaya. Jaya. Jaya,” ujarnya menutup perbincangan. ama/ksm


Back to top button