Denpasar, PancarPOS | Astra Motor Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026 dengan mengajak masyarakat Bali menerapkan perilaku berkendara yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab. Upaya ini dilakukan melalui edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi dunia usaha dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Bali.
Operasi Keselamatan Agung 2026 merupakan agenda kepolisian yang berfokus pada penindakan sekaligus pencegahan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi. Sejumlah pelanggaran menjadi sasaran utama operasi ini, di antaranya pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, menggunakan telepon seluler saat berkendara, hingga perilaku berisiko lainnya di jalan raya.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menekankan bahwa keselamatan berkendara tidak boleh bersifat situasional atau hanya dilakukan saat adanya operasi kepolisian.
Menurut Yosepth, keselamatan berkendara harus dimulai dari kesadaran individu dan dijadikan kebiasaan sehari-hari. Dengan perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Ia menegaskan prinsip Cari_aman perlu menjadi bagian dari gaya hidup berkendara masyarakat Bali.

Berdasarkan hasil evaluasi dan kegiatan edukasi keselamatan berkendara yang rutin dilakukan, Astra Motor Bali mengidentifikasi enam perilaku pengendara yang paling sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Enam perilaku tersebut meliputi kurangnya kewaspadaan terhadap kondisi lalu lintas di depan, tidak menjaga jarak aman, berkendara melebihi batas kecepatan, ceroboh saat berbelok, ceroboh saat mendahului, serta berkendara dalam kondisi kelelahan.
Sebagai langkah preventif, Astra Motor Bali terus mengedukasi masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima sebelum berkendara. Selain itu, pengendara diimbau melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar keselamatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Pengendara juga didorong untuk menerapkan prinsip Cari_aman dengan melakukan prediksi bahaya, menganalisa kondisi jalan, serta menjaga fokus penuh selama berkendara. Teknik pengereman yang tepat dengan memadukan rem depan dan belakang turut menjadi perhatian, termasuk kebiasaan melakukan pemeriksaan keselamatan secara rutin seperti mengecek area belakang dan blind spot sebelum bermanuver.

Melalui dukungan aktif terhadap Operasi Keselamatan Agung 2026 dan program edukasi keselamatan berkendara yang konsisten, Astra Motor Bali berharap dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Bali. uni/ama






