Politik dan Sosial Budaya
Trending

Berkah Jadi Pj Bupati Buleleng, Lihadnyana Makin Moncer Tenggelamkan Nama Sutjidra


Buleleng, PancarPOS | Berkah menjadi Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana kariernya makin moncer. Bahkan, namanya terus bersinar, sehingga tak asing lagi didengar oleh warga Buldog (Buleleng dogen). Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Provinsi Bali yang masih aktif itu, tak ayal sudah tenggelamkan dan mengsuramkan nama mantan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra. Sp.OG., yang sebelumnya sebagai putra mahkota yang digadang-gadang kuat menjadi bakal calon bupati besutan PDI Perjuangan mengantikan Putu Agus Suradnyana.

Jajak Pendapat Nama Bakal Calon Bupati Badung Pilihan Pilkada 2024

Namun apa daya, birokrat bernama lengkap Ir. I Ketut Lihadnyana M.M.A., kelahiran 01 Juni 1965 yang ditunjuk oleh Mendagri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian untuk menjadi Pj Bupati Buleleng, pada Sabtu (27/8/2022) itu pun, juga dikabarkan ingin maju menjadi calon Bupati Buleleng pada Pilkada serentak tahun 2024. Sayangnya, saat dikonfirmasi nomor kontak Lihadnyana tidak aktif lagi.

1bl#ik-064.28/7/2023

Tanda kabar tersebut, sempat tersirat dari isu yang berhembus terhadap kedekatan mantan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung pada tahun 2020 itu, dengan para elit politik di partai banten moncong putih dalam lingkaran ini, termasuk dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Selain itu, baru-baru ini juga santer beredar foto kebersamaan dengan Menko Marvest, Luhut Binsar Panjaitan yang juga orang dekat Presiden Joko Widodo. Kegiatan safari tatap muka PJ Bupati Buleleng dengan berbagai komponen masyarakat, juga berimbas positif untuk diam-diam, namun pasti menaikan elektabilitasnya. Hal itu, ternyata juga membuat para politisi di Bumi Panji Sakti ketar ketir, khususnya kader senior PDI Perjuangan, hingga menjadi sorotan.

1bl#ik-062.28/7/2023

“Pak Lihad sepertinya ingin menjadi calon Bupati Buleleng, karena terlihat juga sangat dekat dengan ibu Mega (Megawati Soekarno Putri, red). Bahkan pak Hasto juga (Hasto Kristiyanto). Terbukti nama pak Sutjidra menghilang sekarang. Di mana-mana pak Lihad juga turun,” kata salah satu tokoh dari Sukasada itu, saat ditemui belum lama ini. Kiprah Lihadnyana itu, dalam perjalanannya menyapa warga Buleleng tidak saja dimulai setidaknya pada satu tahun terakhir sebagai Pj Bupati Buleleng, namun sebenarnya selalu aktif bertemu dengan para perbekel atau kepala desa dan berbagai tokoh di Buleleng, sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali pada masa Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Upaya ini membuat nama Lihadnya kian terkenal di masyarakat sampai tingkat grass road (akar rumput), sehingga saat ini popularitas dan elektabilitasnya mentereng.

1bl#ik-057.28/7/2023

Bahkan, sejumlah nama yang sebelumnya optimis maju sebagai kandidat yang muncul sebagai bakal calon Bupati Buleleng kian tenggelam. Salah satunya, I Gusti Ayu Aries Sujati (Anggota DPRD Bali Dapil Buleleng), sebagai istri mantan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnya yang ternyata memilih lebih aman maju sebagai bakal Caleg DPR RI Dapil Bali. Padahal sebelumnya, saat masih menjabat Bupati Agus Suradnyana sesumbar akan mempertaruhkan nama istrinya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Buleleng pada Pilkada 2024. “Jeg asah udeg” begitu kira-kira ambisi Agus Suradnyana saat itu. Selain itu, juga ada nama Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, SH., beserta Dewa Made Mahayadnya (Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali) dan Dr. Ketut Rochineng, SH., MH., (Anggota DPRD Bali Dapil Buleleng) nampaknya juga makin tersingkir.

1bl#ik-056.28/7/2023

“Ya, nama pak Lihadnyana melejit, ini karena aktif sebagai Pj Buleleng bisa bertemu masyarakat,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., disela-sela kegiatan agenda kerjanya di Bali dengan tetap rajin Turba (turun ke bawah) untuk menyerap aspirasi, khususnya kaum marhaen (petani) dan wong cilik. Perlu diketahui, DPD PDI Perjuangan Bali sudah melakukan survei terhadap pasangan bakal calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada serentak tahun 2024. Kendati demikian, keikutsertaan kandidat yang akan diusung dalam kontestasi Pilkada serentak pertama kalinya di seluruh Indonesia tersebut, tetap tergantung pada keputusan DPP PDI Perjuangan. “Partai pasti melakukan survei terhadap pasangan calon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota yang maju pada Pilkada nanti,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., dalam suatu kesempatan belum lama ini. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button