Hukum dan Kriminal

Ibu dan Bayi dalam Kandungan Meninggal, Dokter Senior di Bali Dilaporkan Dugaan Mal Praktek


Denpasar, PancarPOS | Seorang oknum dokter spesialis kandungan di Bali sedang dilaporkan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (Indonesia Medical Disciplinary Board) alias MKDI. Lembaga yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 6, Gondandia, Menteng, Jakarta Pusat itu diketahui sedang menyelidiki dugaan kelalaian dokter spesialis kandungan bernama DR. Dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG (K). Diduga lalai dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran di RSIA Pucuk Permata Hati, Jalan Teuku Umar Barat No. 71 XX, Denpasar, pasien bernama Yuliana Londong, 31, dan bayi dalam kandungan yang ditangani dokter senior ini meninggal dunia. Atas insiden tersebut, dr. Megadhana disidang MKDI dan nasibnya diputuskan, Kamis, 6 Mei 2021 mendatang.

1th#ik-16/4/2021

Berdasarkan surat keterangan kematian nomor 933/V/RSIAPPH/SKM/2020 yang dikeluarkan RSIA. Pucuk Permata Hati yang ditandatangani Dr. dr. I Wayan Megadhana, Sp. OG (K), 3 Mei 2020, Yuliana Londong, 31, dan bayi dalam kandungannya menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu (3/5/2020) pukul 12.05 di RSIA. Pucuk Permata Hati. Sesuai nomor rekam medis 01.58.22, istri Frans Pasapan itu didiagnosa mengalami Gi Po-o UK 39-40 wg + susp emboli air ketuban (ditulis sesuai surat keterangan kematian, red).

Saat dikonfirmasi, Kuasa Hukum Keluarga Pasien RSIA Pucuk Permata Hati Denpasar, Nicolas Dammen membenarkan istri kliennya meninggal dunia, Minggu (3/5/2020). “Istri klien saya meninggal dengan bayi dalam kandungannya saat sedang dalam penanganan DR. Dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG (K) di RSIA Pucuk Permata Hati Denpasar. Pada Juni 2020, kami telah melaporkan dugaan malapraktik yang diduga dilakukan DR. Dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG (K) ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) pada Konsil Kedokteran Indonesia di Jakarta. Tanggal 30 April 2021 dan 4 Mei 2020, Majelis MKDKI akan mengadakan sidang musyawarah putusan atas pengaduan, selanjutnya tanggal 6 Mei 2021 MKDKI akan membacakan putusan,” ucapnya.

1th-ksm#5/2/2021

Sayangnya saat dikonfirmasi terpisah, DR. Dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG (K) meminta waktu untuk menjawab pertanyaan terkait dugaan malpraktik yang dilakukannya. “Terima kasih. Bisa nggak kami minta waktu 1 minggu untuk menjelaskan secara gamblang karena mulai besok saya sibuk sekali. Ada persiapan akreditasi Prodi (Assessment Lapangan). Terima kasih,” ucapnya. Dimintai konfirmasi lebih lanjut sebelum keputusan MKDI keluar, sang dokter malah balik bertanya darimana awak media mengetahui informasi tersebut. “Tiang belum tahu keputusan MKDI. Dapat info dari mana nggih? Ampura,” tandasnya. ija/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close