Daerah

Krama Badung Hebat Rela Antri Pajak Sejak Subuh, Capaian PKB Tertinggi Se-Bali Tembus Angka Fantastis


Badung, PancarPOS | Pemandangan tak biasa terjadi di sejumlah titik layanan Samsat di Kabupaten Badung sejak awal pekan ini. Bahkan sebelum loket dibuka, ratusan warga sudah berdiri tertib mengantre. Mereka datang bukan karena takut razia, melainkan karena sadar dan patuh. Program insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 53 Tahun 2025 benar-benar disambut antusias oleh krama Badung.

Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., menyebut fenomena ini sebagai bukti nyata kesadaran kolektif masyarakat Badung dalam mendukung pembangunan daerah.

“Krama Badung hebat. Mereka rela antre sejak pagi untuk membayar pajak dan memanfaatkan insentif PKB. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal kesadaran dan komitmen,” ujarnya.

Dari Subuh Sudah Mengular di SP Kuta

Di Samsat Pembantu (SP) Kuta, suasana pagi berubah menjadi lautan manusia. Bahkan ketika layanan belum dimulai, wajib pajak sudah membludak memenuhi halaman kantor.

Antrean terlihat tertib, namun panjangnya luar biasa. Sejumlah warga mengaku datang sejak sebelum pukul 07.00 Wita agar bisa lebih awal mendapatkan pelayanan dan memanfaatkan program penurunan nilai pembayaran pajak.

Kondisi serupa juga terjadi di Kantor Samsat Badung induk. Sejak Senin lalu, wajib pajak datang beruntun. Setiap hari jumlahnya terus meningkat.

“Kami bersyukur sekaligus kewalahan. Tapi ini kewalahan yang membahagiakan karena menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat sangat tinggi,” kata Sadar.

Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H. (foto: ist)

Ia berharap seluruh layanan hari ini dan hari-hari berikutnya dapat berjalan lancar, mengingat lonjakan jumlah wajib pajak terjadi secara signifikan.

Samsat Pembantu Kuta Meledak Sejak Pagi

Di SP Kuta, situasi bahkan lebih dramatis. Dari layanan belum dibuka, warga sudah berdatangan dan memadati area kantor. Banyak yang berdiri sambil membawa map berisi STNK dan dokumen pendukung.

Petugas harus bergerak cepat mengatur antrean dan memastikan proses berjalan efektif. Inovasi pelayanan cepat yang diterapkan sebelumnya kini benar-benar diuji oleh membludaknya jumlah masyarakat yang hadir.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Sejak hari Senin, kantor Samsat Badung terus “digedor” wajib pajak yang ingin segera menyelesaikan kewajibannya sekaligus menikmati insentif.

Samling Diserbu di Ungasan, Warga Sudah Menunggu Sebelum Mobil Datang

Tak hanya di kantor induk dan pembantu, layanan Samsat Keliling (Samling) Badung juga diserbu wajib pajak. Di Kantor Perbekel Desa Ungasan, warga sudah berkumpul bahkan sebelum mobil Samling tiba.

“Mobil belum datang tadi pagi, wajib pajak sudah ramai menunggu di kantor desa,” ungkap Sadar.

Inovasi pelayanan cepat melalui Samling terbukti efektif menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Strategi ini menjadi bagian dari penajaman sosialisasi Pergub Nomor 53 Tahun 2025 yang dilakukan secara masif ke seluruh lapisan masyarakat.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

Penajaman Sosialisasi Lewat Aksi Bersih Sampah Plastik

Yang menarik, sosialisasi insentif pajak tidak dilakukan secara konvensional semata. UPTD Samsat Badung menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih sampah plastik sekaligus menyampaikan informasi terkait insentif PKB.

Pendekatan ini dinilai efektif karena langsung menyentuh masyarakat dalam aktivitas sosial yang nyata. Edukasi pajak disampaikan bersamaan dengan gerakan menjaga lingkungan.

“Kami tajamkan sosialisasi Pergub 53 melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan bersih sampah plastik. Jadi bukan hanya bicara pajak, tapi juga kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Sadar.

Strategi ini membuat informasi mengenai penurunan nilai pembayaran pajak cepat menyebar dan dipahami masyarakat.

Dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kabupaten Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., gerakan bertajuk “Bali Bersih Bebas Sampah Plastik” digelar dua kali dalam sepekan di tiga titik pasar adat berbeda. (foto: ist)

Capaian PKB Badung Tertinggi Se-Bali

Berdasarkan laporan rekapitulasi pendapatan PKB per 1 Januari hingga 3 Maret 2026, capaian UPTD Samsat Badung mencatat angka tertinggi di Bali.

Target PKB Badung tercatat sebesar Rp254.579.805.366. Hingga awal Maret 2026, realisasi pendapatan menunjukkan capaian signifikan dengan angka puluhan miliar rupiah dan persentase pencapaian yang melampaui ekspektasi awal triwulan pertama.

Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa strategi sosialisasi masif dan program insentif benar-benar berdampak nyata.

Sadar menegaskan bahwa peningkatan ini bukan semata karena program diskon, tetapi karena kesadaran masyarakat yang terus tumbuh.

“Insentif hanya stimulus. Yang utama adalah kesadaran krama Badung untuk patuh membayar PKB,” tegasnya.

Efek Domino bagi Pembangunan Daerah

Pendapatan PKB bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Dana tersebut menjadi salah satu tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah, termasuk infrastruktur jalan, pelayanan publik, hingga program sosial.

Dengan capaian tertinggi se-Bali, Badung memperlihatkan posisi strategisnya sebagai daerah dengan tingkat kepatuhan pajak kendaraan yang sangat baik.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

Fenomena antrean panjang ini sekaligus menjadi sinyal bahwa masyarakat memahami manfaat langsung dari pajak yang mereka bayarkan.

Ucapan Terima Kasih untuk Krama Badung Hebat

Di tengah lonjakan pelayanan, Kepala UPTD Samsat Badung menyampaikan apresiasi mendalam.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh krama Badung hebat atas kepatuhannya membayar PKB dan memanfaatkan program strategis insentif pajak melalui Pergub Bali Nomor 53 Tahun 2025 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali,” ujarnya.

Ia berharap momentum ini terus terjaga hingga akhir periode insentif dan bahkan menjadi budaya kepatuhan permanen di Badung.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

Harapan Layanan Tetap Lancar

Dengan membludaknya wajib pajak, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pelayanan. Petugas Samsat Badung dikerahkan secara maksimal agar proses tetap cepat, tertib, dan nyaman.

Sadar optimistis, selama masyarakat tetap tertib dan petugas bekerja profesional, seluruh layanan akan berjalan lancar.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa ketika kebijakan tepat sasaran, sosialisasi tajam, dan pelayanan inovatif, masyarakat akan merespons secara positif. ama/ksm



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :



Back to top button