Denpasar, PancarPOS | 2 WNA mengalami peristiwa dugaan pidana yang dilakukan oknum sopir taksi dan telah Vvral di dunia maya (Medsos) mendapat sorotan betbagai pihak. Advokat dan Kebijakan Publik Dr. Togar Situmorang menilai terkait peristiwa Hukum ini akan membuat citra pariwisata Bali tercoreng dengan aksi oknum laki-laki sopir taksi yang diduga memeras dan menunjukan senjata tajam kepada pihak WNA dalam Taxi tersebut. Advokat Dr Togar Situmorang telah menonton dalam tayangan IG dimana Oknum supir tersebut meminta tambahan uang tarif kendaraan taksi dengan cara memaksa kedua Warga Negara Asing (WNA) perempuan.

[democracy id=”3″]
Pihak aparat Hukum terutama Kepolisian wilayah hukum Bali wajib segera menangkap pelaku oknum supir tersebut dan segera menerapkan Pasal Berlapis karena tampak jelas dalam video tersebut ada pemaksaan permintaan uang yang sudah ditolak namun dalam ancaman dipaksa sehingga telah diberikan sejumlah uang kepada Oknum Supir tersebut dan juga ada menggunakan senjata tajam yang sudah dipersiapkan dalam kendaraan Taxi,” tutup Dr. TOGAR SITUMORANG, S.H.,M.H.,M.A.P.,C.Med.,C.L.A.,C.R.A.

Sebelumnya diketahui, lagi-lagi sopir taksi di Bali diduga kembali berulah, hanya karena gara-gara masalah pembayaran dengan penumpangnya. Peristiwa dari video viral yang diunggah oleh salah satu akun media sosial itu, memperlihatkan seorang sopir taksi yang belum diketahui namanya ini, ribut dengan 2 turis yang menjadi penumpang kendaraan taksinya. Dalam video itu, terlihat penumpang 2 bule wanita dengan berbicara bahasa Inggris itu, awalnya protes dengan tingkah laku sang sopir, sehingga mereka langsung meminta diturunkan di jalan. Namun akhirnya sopir taksi tersebut tidak terima keinginan 2 bule itu, sehingga langsung mengunci pintu mobil secara otomatis sebelum ongkos taksi dibayar.

Di sanalah akhirnya terjadi perdebatan masalah harga, sehingga disinyalir sopir taksi taksi melakukan pengancaman dengan meminta U$50 Dollar, namun hanya diberikan Rp50 ribu karena belum tiba di lokasi yang diinginkan. Karena itulah, sang sopir yang belakangan diketahui mengendarai mobil Taksi Ngurah Rai itu, tidak mau menurunkan dua penumpang yang terus marah-marah dengan berteriak minta tolong, sehingga membuat sang sopir taksi panik hingga menurunkan kedua turis wanita itu. Selama berada di dalam mobil taksi salah satu penumpang merekam ucapan si sopir taksi yang berisi ancaman saat diperjalanan.
[democracy id=”4″]

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui apakah kedua penumpang turis wanita tersebut akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, saat dikonfirmasi Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai, Kadek Ari belum bisa diminta konfirmasi terkait kasus yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota sopir Taksi Ngurah Rai tersebut, hingga berita ini diturunkan. gar/ama






